Kenapa Arab Saudi Akhirnya Terlibat Perang di Timur Tengah?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:26 WIB
Kenapa Arab Saudi Akhirnya Terlibat Perang di Timur Tengah?
Pangeran Mohammed bin Salman (MbS). [Reuters/Handout]
baca 10 detik
  • Arab Saudi melancarkan serangan gabungan bersama AS terhadap milisi proksi Iran di Irak.

  • Serangan drone dan rudal proksi Iran mengancam keberlangsungan program modernisasi ekonomi Visi 2030.

  • Gangguan pelayaran di Selat Hormuz dan Laut Merah menghambat distribusi ekspor minyak Saudi.

Suara.com - Arab Saudi mengambil langkah militer tegas bersama Amerika Serikat untuk menggempur milisi pendukung Iran di Irak setelah wilayah Kerajaan dihantam serangan dari tiga penjuru. Ketegangan yang tereskalasi ini memaksa Riyadh keluar dari posisi netral demi melindungi stabilitas nasional dan fasilitas ekonomi utamanya.

Ancaman bertubi-tubi dari kelompok Houthi di selatan serta kelompok paramiliter Irak di utara menyudutkan posisi geopolitik Kerajaan. Pemerintah kini berada di persimpangan jalan antara terus melancarkan balasan militer sebagai penangkal atau memilih jalur deeskalasi diplomatik.

Langkah balasan defensif ini menandai pergeseran strategi signifikan Riyadh dalam merespons ketegangan regional yang berlangsung sejak akhir Februari. Pertaruhan keamanan ini berisiko langsung terhadap kelangsungan proyek modernisasi ekonomi nasional.

AS menggempur fasilitas militer Iran dan mengancam sasaran situs nuklir bawah tanah Natanz. (US Army)
AS menggempur fasilitas militer Iran dan mengancam sasaran situs nuklir bawah tanah Natanz. (US Army)

Putra Mahkota Mohammed Bin Salman sejatinya membutuhkan situasi kawasan yang kondusif demi merealisasikan agenda megah bertajuk "Vision 2030". Program transformasi tersebut dirancang untuk mengikis ketergantungan negara dari minyak melalui pembangunan industri modern dan penarikan investasi asing.

Rentetan serangan drone dan rudal balistik berpotensi merusak infrastruktur vital seperti pusat data serta kawasan industri yang sedang dibangun. Dikutip dari BBC Inggris, investor global cenderung menahan modal apabila fasilitas strategis Kerajaan terus berada dalam jangkauan tembak proksi Iran.

Kerentanan sektor energi Kerajaan kembali teruji saat fasilitas pengolahan minyak di Abqaiq dihantam drone milisi Irak pada Senin lalu. Peristiwa serupa pernah menghentikan separuh kapasitas ekspor minyak mentah Saudi selama beberapa hari pada September 2019.

Blokade Selat Hormuz oleh Iran memaksa Arab Saudi mengalihkan jalur distribusi minyaknya menggunakan pipa lintas wilayah menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Langkah alihan berkapasitas lima juta barel per hari tersebut awalnya berjalan efektif untuk memasok pasar Asia.

Situasi memburuk setelah jet tempur membom bandara Sanaa untuk menghadang pendaratan pesawat Iran pada 13 Juli. Kelompok Houthi membalas tindakan itu dengan menyerang bandara Abha dan Jizan di wilayah selatan Arab Saudi.

Ancaman kian nyata setelah Houthi mulai menargetkan kapal-kapal tanker Saudi yang melintasi Selat Bab El Mandeb di ujung selatan Laut Merah. Jalur distribusi alternatif Kerajaan kini terancam lumpuh total akibat gempuran tersebut.

baca juga

Kecamuk konflik regional yang berjalan selama lima bulan ini membelah kawasan ke dalam dua blok kekuatan utama. Kutub pertama dipimpin Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang membawahi Houthi di Yaman, Hezbollah di Lebanon, serta Pasukan Mobilisasi Populer di Irak.

Sisi berseberangan dihuni oleh Amerika Serikat melalui Komando Pusat (Centcom) bersama sekutu Arab Teluk dan Yordania. Israel tetap menjadi sekutu dekat AS meski tidak terlibat langsung dalam pertempuran terbuka saat ini.

Eskalasi militer yang melibatkan milisi Irak dan Houthi memicu kekhawatiran meluasnya perang secara permanen di kawasan Teluk. Riyadh kini dihadapkan pada memori kelam perang Yaman pasca-gencatan senjata rapuh yang disepakati pada 2022.

Eskalasi perang terbuka meletus sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai bentuk pembalasan, Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur melintasnya 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Arab Saudi yang awalnya berupaya tidak terlibat langsung akhirnya terseret setelah milisi Irak meluncurkan sedikitnya 30 serangan drone ke wilayahnya. Ketegangan ini makin rumit mengingat Arab Saudi pernah gagal menundukkan Houthi secara militer selama tujuh tahun konflik di Yaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanker Gas Amerika Serikat di Mesir Diserang Drone, Meledak Keras

Tanker Gas Amerika Serikat di Mesir Diserang Drone, Meledak Keras

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 10:07 WIB

Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung

Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:44 WIB

Fasilitas Gas Alam AS Diduga Diserang Drone Iran, Donald Trump: Saatnya Pembalasan!

Fasilitas Gas Alam AS Diduga Diserang Drone Iran, Donald Trump: Saatnya Pembalasan!

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:21 WIB

Terkini

New York Groceries, Koperasi Desa Ala Amerika Punya Tujuan Jelas, Harga Hemat dan Bermanfaat

New York Groceries, Koperasi Desa Ala Amerika Punya Tujuan Jelas, Harga Hemat dan Bermanfaat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:54 WIB

Jatim Media Summit 2026: Menkraf Sebut Jatim Punya Modal Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif Nasional

Jatim Media Summit 2026: Menkraf Sebut Jatim Punya Modal Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif Nasional

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52 WIB

Anggota DPR Deddy Sitorus Usir Wartawan yang Liputan, Sebut 'Kalian Rombongan Sirkus'

Anggota DPR Deddy Sitorus Usir Wartawan yang Liputan, Sebut 'Kalian Rombongan Sirkus'

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52 WIB

El Nino Tahun Ini Diperkirakan Terkuat dalam 150 Tahun Terakhir, Apa Dampaknya?

El Nino Tahun Ini Diperkirakan Terkuat dalam 150 Tahun Terakhir, Apa Dampaknya?

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Jajal Kereta Mewah Nusantara Explorer, Intip Kemewahan Luxury Sleeper Train Buatan KAI

Prabowo Jajal Kereta Mewah Nusantara Explorer, Intip Kemewahan Luxury Sleeper Train Buatan KAI

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:48 WIB

Honda Banting Harga Cicilan Brio Cuma Rp1 Juta di GIIAS 2026

Honda Banting Harga Cicilan Brio Cuma Rp1 Juta di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:48 WIB

Pilot Malaysia Tertangkap Selundupkan 26 Kg Ekstasi di Bandara Soetta, Disimpan dalam Koper Kru

Pilot Malaysia Tertangkap Selundupkan 26 Kg Ekstasi di Bandara Soetta, Disimpan dalam Koper Kru

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:44 WIB

Cara Pandang Gen Z pada Dunia Kerja Bergeser, IPK Tinggi Bukan Lagi Jaminan

Cara Pandang Gen Z pada Dunia Kerja Bergeser, IPK Tinggi Bukan Lagi Jaminan

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:40 WIB

Jadi Juri NUSANTARA SPOTLIGHT 2026, Bunga Jelitha Tekankan Pentingnya Attitude Bagi Model

Jadi Juri NUSANTARA SPOTLIGHT 2026, Bunga Jelitha Tekankan Pentingnya Attitude Bagi Model

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:36 WIB

Justin Hubner Dilarang Fortuna Sittard Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026,

Justin Hubner Dilarang Fortuna Sittard Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026,

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:32 WIB

×