Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor

Tim Liputan Khusus

Kamis, 30 Juli 2026 | 20:20 WIB
Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor
Jenazah Sutrimo saat dievakusasi. [istimewa]
baca 10 detik
  • Keluarga Sutrimo menolak membuat laporan resmi dan memilih mengikhlaskan kematiannya.
  • Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di Jakarta.
  • Penyelidikan melibatkan Puslabfor Polri, pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti, serta penelusuran rekaman CCTV.

Suara.com - Upaya aparat kepolisian mengungkap misteri kematian Sutrimo, kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, belum mendapat respons dari pihak keluarga.

Meski polisi telah datang langsung ke Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk meminta keterangan dan mendorong pelaporan resmi, keluarga korban tetap memilih tidak menempuh jalur hukum.

Fakta itu diungkap Kepala Desa Wlahar, Narsim.

Ia mengatakan belasan anggota Polres Banyumas sempat mendatangi kantor desa pada Selasa (28/7/2026) untuk meminta keterangan keluarga Sutrimo.

"Ada sekitar belasan polisi dari Polres Banyumas naik 7 mobil datang ke sini kemudian meminta dipangilkan keluarga dari almarhum. Saya perintahkan perangkat desa untuk menjemput mereka. Jadi yang datang adik kandung almharum Sutrimo yaitu mba Anis bersama suaminya," ungkap Narsim saat ditemui Suara.com, Rabu (29/7/2026).

Menurut Narsim, polisi tidak melakukan pemeriksaan secara formal, melainkan meminta klarifikasi dan mengimbau keluarga agar membuat laporan resmi demi mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

Namun, keluarga tetap bersikukuh tidak ingin melapor.

"Keluarga korban tetap tidak berkenan untuk melapor dan memilih untuk mengikhlaskan," ungkapnya.

Narsim salah stu pihak yang turut menyayangkan keputusan tersebut.

baca juga

Ia mengatakan pemerintah desa telah berulang kali meyakinkan keluarga agar menggunakan haknya membuat laporan, bahkan menjamin keselamatan mereka apabila khawatir terhadap konsekuensi yang mungkin timbul.

Menurutnya, langkah itu penting agar penyebab kematian Sutrimo dapat diungkap secara terang dan tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

"Tidak kurang kurang saya meyakinkan," kata Narsim.

"Karena terus terang kita selaku pemerintah desa juga sempat dibuat kerepotan. Satu minggu lebih, hampir semua pihak menanyakan ke kami. Sementara pihak keluarga menutup diri begitu," imbuhnya.

Petugas ambulans dan dua orang yang mengaku sebagai 'kemanan Jakarta' saat menyerahkan jenazah Sutrimo. [Istimewa]
Petugas ambulans dan dua orang yang mengaku sebagai 'kemanan Jakarta' saat menyerahkan jenazah Sutrimo. [Istimewa]

Rangkaian Kejanggalan

Kematian Sutrimo hingga kini masih menyisakan sejumlah tanda tanya. Saat kabar duka pertama kali diterima pemerintah Desa Wlahar pada 23 Juli 2026, keluarga menyebut korban meninggal karena angin duduk.

Sejumlah kejanggalan kemudian muncul saat jenazah dipulangkan ke Banyumas.

Ambulans yang semula diperkirakan tiba menjelang petang baru sampai sekitar pukul 22.00 WIB. Rombongan pengantar hanya terdiri dari empat orang, dua di antaranya mengaku sebagai "keamanan Jakarta" tanpa menjelaskan identitas maupun instansi asal.

Pemerintah desa juga menyoroti proses penyerahan jenazah yang berlangsung singkat.

Rombongan hanya menyerahkan dokumen, KTP, dan santunan kepada keluarga, sementara barang pribadi korban seperti telepon genggam tidak ikut diserahkan. Setelah itu mereka langsung meninggalkan lokasi.

Selain itu, perangkat desa menilai tidak adanya pendataan dari Babinsa maupun Bhabinkamtibmas saat pemakaman merupakan hal yang tidak biasa.

Polisi Libatkan Puslabfor

Sementara Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026.

Korban saat itu sempat dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan meninggal dunia.

Penyelidik telah melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk memeriksa sampel dari lokasi kejadian.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menelusuri rekaman CCTV guna memastikan apakah kematian Sutrimo terjadi secara wajar atau mengandung unsur pidana.

Kasus ini turut menjadi perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang meminta penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.

Polisi juga telah mengimbau pihak keluarga untuk melapor jika merasa janggal dan membuka kemungkinan dilakukan ekshumasi apabila diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul 'Narasumber Liar' di Kasus Kematian Sutrimo, Kades Wlahar: Dia Bukan Keluarga

Muncul 'Narasumber Liar' di Kasus Kematian Sutrimo, Kades Wlahar: Dia Bukan Keluarga

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:40 WIB

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Liks | Kamis, 30 Juli 2026 | 15:38 WIB

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Liks | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×