Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB
Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?
Gempa bumi di Jepang (NHK)
baca 10 detik
  • Gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Kumamoto Jepang mengakibatkan sedikitnya 34 orang tewas.

  • Posisi Jepang di Cincin Api Pasifik membuat wilayahnya rutin dihantam gempa bumi besar.

  • Evakuasi korban berjalan sulit akibat terik gelombang panas dan ancaman gempa susulan.

Guru Besar Universitas Kobe, Shoichi Yoshioka, menguraikan besarnya proporsi bahaya seismik yang dihadapi wilayahnya.

Peta Jepang (Pexels/Lara Jameson)
Peta Jepang (Pexels/Lara Jameson)

“Sekitar 10% dari gempa bumi dunia bermagnitudo 6 atau lebih tinggi terjadi di atau di sekitar Jepang, sehingga risikonya jauh lebih tinggi daripada di tempat-tempat seperti Eropa atau Amerika Serikat bagian timur, di mana gempa bumi jarang terjadi,” kata Shoichi Yoshioka.

Dampak visual dari bencana alam ini menanamkan memori kolektif yang mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Setiap kali, kita menyaksikan hilangnya nyawa yang tragis, bangunan yang hancur, dan tsunami yang menyebabkan kehancuran, meninggalkan kesan ketakutan yang abadi,” tambah Shoichi Yoshioka.

Beliau menilai trauma historis inilah yang membentuk kesiapsiagaan tinggi warga.

“Ketakutan ini kemungkinan dirasakan oleh banyak warga. Saya pikir ini berkontribusi signifikan terhadap mengapa Jepang sangat bersiap,” tutur Shoichi Yoshioka.

Tragedi yang melanda Kumamoto kali ini membangkitkan ingatan pahit warga atas gempa besar tahun 2016 silam.

Seorang warga lokal, Shoji Yonemitsu, menyampaikan rasa terkejutnya atas rentetan musibah yang terus berulang.

“Mengapa? Mengapa ini terus terjadi di sekitar kita di sini di Kumamoto?” kata Shoji Yonemitsu.

baca juga

Ia membandingkan pengalaman guncangan yang dirasakannya antara bencana masa lalu dan kejadian terkini.

“Guncangan saat itu berada pada tingkat yang sama sekali berbeda. Namun gempa kemarin tetap cukup menakutkan,” ujar Shoji Yonemitsu.

Ketahanan Infrastruktur dan Bayangan Megathrust

Rentetan bencana masa lalu seperti Gempa Great Kanto 1923 dan Kobe 1995 mendorong pembaharuan standar bangunan ketat sejak dekade 1980-an.

Arsitektur modern Jepang kini wajib menerapkan teknologi penahan gempa, termasuk struktur lentur dan lantai pemperedam getaran.

Meskipun sistem mitigasi dan edukasi evakuasi telah diperkenalkan sejak usia dini, risiko bencana skala kolosal tetap membayangi.

Pemerintah memprediksi adanya potensi gempa megathrust Palung Nankai bermagnitudo 8 hingga 9 dalam kurun waktu 30 tahun mendatang.

Prediksi siklus tersebut masih memicu perdebatan ilmiah di kalangan pakar geologi terkait tingkat akurasinya.

Para ahli menyarankan agar fokus utama tetap diarahkan pada penutupan celah ketimpangan mitigasi di daerah serta peningkatan kesadaran publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober

Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:10 WIB

Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh

Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:52 WIB

Gempa Jepang Lumpuhkan Pabrik Otomotif Hingga Kelangkaan Suku Cadang, Toyota Stop Produksi Sementara

Gempa Jepang Lumpuhkan Pabrik Otomotif Hingga Kelangkaan Suku Cadang, Toyota Stop Produksi Sementara

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:29 WIB

Terkini

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 12:17 WIB

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:15 WIB

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

News | Senin, 14 September 2026 | 12:13 WIB

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

×