Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:16 WIB
Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menanggapi survei SMRC dan Indikator pada Jumat, 31 Juli 2026.
  • Sugiat menyatakan fluktuasi survei kepuasan publik merupakan dinamika wajar selama masa transisi kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
  • Gerindra fokus mengawal program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Suara.com - Partai Gerindra memberikan tanggapan terkait hasil survei terbaru yang dirilis oleh SMRC dan Indikator Politik Indonesia mengenai tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan, bahwa hasil survei tersebut harus dipandang sebagai instrumen evaluasi, bukan sebagai penentu arah kebijakan pemerintah.

Menurut Sugiat, fluktuasi angka elektabilitas maupun kepuasan publik adalah dinamika yang wajar dalam sistem demokrasi, terutama saat pemerintah tengah mengeksekusi berbagai kebijakan strategis yang bersifat mendasar.

"Bagi Partai Gerindra, survei adalah instrumen evaluasi yang baik, tetapi bukan penentu arah kebijakan. Angka elektabilitas atau kepuasan publik itu sifatnya dinamis, naik turun di survei adalah hal yang lumrah dalam demokrasi," kata Sugiat kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR ini menjelaskan bahwa dinamika hasil survei tidak terlepas dari proses transisi dan penataan besar-besaran yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut berbagai pembenahan mulai dari sektor anggaran hingga stabilisasi harga memang memicu respons publik yang beragam.

"Naik-turunnya angka survei adalah hal yang wajar dalam proses penataan dan transisi kebijakan besar. Ketika pemerintah sedang melakukan pembenahan mendasar, seperti penataan anggaran, stabilisasi harga, dan persiapan program skala nasional, reaksi publik memang bisa sangat dinamis," ujarnya.

Sugiat juga mengingatkan bahwa masa pemerintahan Presiden Prabowo belum genap berjalan dua tahun, sehingga terlalu dini untuk hanya berfokus pada naik-turunnya hasil survei.

"Kontestasi politik dan pemilu berikutnya masih sangat jauh. Pemerintahan juga belum genap berjalan 2 tahun. Pada 20 Oktober 2026 nanti baru 2 tahun. Sangat tidak bijak jika energi pemerintah dan perhatian publik habis disedot oleh polemik naik-turunnya angka survei di awal perjalanan. Sekarang adalah waktunya bekerja keras, bukan bertanding wacana," tuturnya.

baca juga

Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti membangun fondasi sebuah bangunan.

"Ibarat membangun rumah yang kokoh, fondasinya harus kuat dulu. Pemerintah saat ini sedang menata fondasi tersebut. Kan butuh waktu. Begitu pelayanan publik bergerak dijalankan maksimal dan dampak positifnya makin masif, kepercayaan publik tentu akan berlipat ganda," katanya.

Lebih lanjut, Sugiat memastikan bahwa Partai Gerindra tetap tenang dan melihat hasil survei sebagai aspirasi jujur masyarakat untuk memacu kinerja.

"Partai Gerindra sama sekali tidak panik dengan penurunan atau dinamika angka survei. Justru angka-angka ini kami baca secara jernih sebagai alarm pengingat dan aspirasi jujur dari masyarakat yang harus direspons dengan percepatan kinerja, bukan dengan kegelisahan politik," tegasnya.

Fokus utama pemerintah saat ini, lanjut Sugiat, adalah pemenuhan kebutuhan dasar rakyat mulai dari stabilitas harga bahan pokok hingga lapangan kerja.

"Yang rakyat butuhkan hari ini adalah harga kebutuhan pokok yang stabil, lapangan kerja yang terbuka luas, pendidikan berkualitas, dan pelayanan kesehatan yang makin terjangkau. Ke sinilah seluruh energi pemerintah difokuskan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilih Fokus Kerja, Istana Tak Ambil Pusing Survei Kepuasan Publik ke Prabowo Merosot Tajam

Pilih Fokus Kerja, Istana Tak Ambil Pusing Survei Kepuasan Publik ke Prabowo Merosot Tajam

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:24 WIB

Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam

Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:43 WIB

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:41 WIB

Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi

Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:17 WIB

Kejutan Survei SMRC: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Prabowo Tidak Akan Terpilih Lagi

Kejutan Survei SMRC: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Prabowo Tidak Akan Terpilih Lagi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:16 WIB

61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang

61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:34 WIB

Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot

Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

×