Personel Band Massive Attack Dicekal Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:07 WIB
Personel Band Massive Attack Dicekal Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser
Singapura resmi melarang masuk dua personel Massive Attack usai aksi pengibaran bendera Palestina di konser. (CNA)
baca 10 detik
  • Singapura melarang dua personel Massive Attack masuk negara usai pengibaran bendera Palestina.

  • IMDA memblokir seluruh perizinan konser Massive Attack di Singapura pada masa mendatang.

  • Pemerintah Singapura tegas melarang penyebaran isu politik asing demi keharmonisan publik.

Suara.com - Otoritas Singapura mengambil langkah tegas dengan mencekal dua personel grup musik asal Inggris, Massive Attack, dari hak melintasi batas negara tersebut setelah mereka mengibarkan bendera Palestina di tengah gelaran konser.

Sanksi administratif yang dijatuhkan Pemerintah Singapura tidak hanya menutup akses personal anggota band, tetapi juga berimbas langsung pada pemblokiran seluruh izin pertunjukan Massive Attack di masa depan.

Langkah preventif yang diambil lembaga kepolisian dan Infocomm Media Development Authority (IMDA) menunjukkan betapa tidak ada toleransi bagi simbolisme politik internasional di ruang publik lokal.

Insiden tersebut terjadi ketika salah satu anggota grup musik legendaris itu membentangkan atribut bendera asing dan menyerukan penegakan kebebasan bagi rakyat Palestina di hadapan penonton.

Penyelidikan resmi yang dilakukan pihak berwenang mengonfirmasi bahwa kedua individu tersebut terbukti melakukan pelanggaran hukum terkait regulasi lambang negara asing dan ketertiban umum.

Kepolisian Singapura dan IMDA menyampaikan pernyataan resmi mereka terkait tindak lanjut atas tindakan anggota grup musik tersebut.

"Sebagai tanggapan atas pertanyaan media, polisi telah menyelidiki dua anggota band Massive Attack atas tindakan dukungan mereka terhadap gagasan politik dan pengibaran bendera asing selama konser band tersebut pada 29 Juli," kata otoritas terkait, dikutip dari CNA, Sabtu (1/8/2026).

Pemerintah Singapura menegaskan bahwa konsekuensi hukum langsung diberlakukan tanpa ada celah penangguhan bagi kedua personel terkait.

"Para pria tersebut diberi peringatan keras atas pelanggaran di bawah Undang-Undang Lambang Nasional Asing (Control of Display) dan Undang-Undang Ketertiban Umum, serta akan dilarang masuk kembali ke Singapura," lanjut pihak berwenang.

baca juga

Regulator media Singapura memastikan bahwa pencekalan ini berdampak permanen terhadap perizinan pertunjukan seni grup musik asal Britania Raya tersebut di wilayah hukumnya.

"IMDA tidak akan memberikan permohonan apa pun di masa mendatang untuk pertunjukan oleh band tersebut di Singapura mengingat adanya larangan masuk ini," ujar otoritas menambahkan.

Proses pemeriksaan internal saat ini masih terus berjalan guna meneliti setiap detail pelanggaran atas kesepakatan izin penyelenggaraan acara.

"IMDA sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran sejumlah kondisi lisensi dan akan mengambil tindakan yang diperlukan setelah penyelidikan selesai," tambah mereka.

"Ini mencakup syarat yang menetapkan bahwa tidak boleh ada penayangan bendera untuk mendukung tujuan apa pun," jelas instansi tersebut.

Penegakan hukum ini berakar pada prinsip fundamental Singapura dalam menjaga stabilitas sosial serta keharmonisan antar etnis dan agama dari dampak dinamika geopolitik global.

Otoritas keamanan Singapura mengingatkan masyarakat maupun warga asing untuk tidak membawa isu politik luar negeri ke dalam ranah domestik.

"Polisi memandang serious tindakan yang berpotensi merusak keharmonisan ras dan agama di Singapura dan mengimbau masyarakat, termasuk warga asing, untuk menahan diri dari mengimpor politik luar negeri karena hal ini dapat merusak kohesi sosial dan supremasi hukum kita," tegas otoritas.

"Perdamaian dan keharmonisan antara berbagai ras dan agama di Singapura tidak boleh diabaikan begitu saja, dan kita tidak boleh membiarkan peristiwa eksternal memengaruhi masyarakat kita," tutup pihak berwenang.

Secara hukum, Singapura mewajibkan izin khusus atau pengecualian resmi untuk setiap peragaan lambang maupun bendera nasional negara lain di tempat terbuka. Ketentuan ketat ini dirancang guna mencegah gesekan sosial serta memastikan ruang publik tetap bebas dari propaganda politik luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026

CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:59 WIB

Pajak di Tangan yang Tepat, Warga Singapura Dapat Rp 4,2 Juta Per Bulan Imbas Harga Minyak Naik

Pajak di Tangan yang Tepat, Warga Singapura Dapat Rp 4,2 Juta Per Bulan Imbas Harga Minyak Naik

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:29 WIB

iKONIC Siap-siap! iKON Bakal Konser di Istora Senayan Bulan Depan

iKONIC Siap-siap! iKON Bakal Konser di Istora Senayan Bulan Depan

Entertainment | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:56 WIB

Terkini

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

×