-
Koalisi Arab Saudi melumpuhkan drone Houthi sebelum memasuki wilayah udara kota suci Mekkah.
-
PM Shehbaz Sharif mengutuk keras percobaan serangan drone dan menyampaikan duka rakyat Pakistan.
-
Pakistan memperbarui imbauan agar semua pihak di kawasan Timur Tengah segera menahan diri.
Suara.com - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan kecaman paling keras atas percobaan serangan pesawat tanpa awak (drone) yang menargetkan kota suci Mekkah. Sistem pertahanan udara koalisi pimpinan Arab Saudi berhasil melumpuhkan drone milik militer Houthi Yaman tersebut sebelum sempat melintasi wilayah udara kota.
Langkah cepat pertahanan udara Arab Saudi menghentikan ancaman udara itu di batas luar kawasan suci. Kejadian ini menegaskan meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah Timur Tengah akibat aksi saling serang.
Pemerintah Pakistan merespons peristiwa berbahaya ini dengan pernyataan resmi untuk menunjukkan solidaritas penuh kepada Kerajaan Arab Saudi. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi tegas Pakistan terhadap tindakan yang mengancam stabilitas kawasan suci umat Islam.

"Saya mengutuk keras percobaan serangan drone yang licik dan keji ini," kata Sharif dalam sebuah unggahan di platform X, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (16/9/2026).
"Rakyat Pakistan merasa sedih dan terganggu oleh tindakan keterlaluan ini. Tidak ada kata-kata yang cukup kuat untuk menggambarkan besarnya rasa sakit dan kesedihan yang kami rasakan atas perbuatan terhina dan tak termaafkan ini," katanya.
Atas insiden yang membahayakan tersebut, Perdana Menteri Shehbaz Sharif kembali menyuarakan pentingnya meredam ketegangan di seluruh kawasan. Pihaknya mendesak semua pihak terkait untuk menahan diri demi mencegah konflik yang lebih luas.
Keterlibatan militer Yaman dalam meluncurkan drone ke arah Mekkah menjadi sorotan utama karena mengancam keamanan pusat ibadah dunia. Koalisi Arab yang beroperasi di Yaman mencatat peningkatan frekuensi ancaman udara lintas batas dalam beberapa waktu terakhir.
Pencegatan berhasil ini menunjukkan kesiapsiagaan tinggi sistem pertahanan udara koalisi dalam melindungi objek vital dan kota suci. Upaya perlindungan tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan jutaan peziarah serta penduduk lokal dari ancaman militer.
Ancaman terhadap keamanan kota suci Mekkah secara konsisten memicu respons diplomasi tingkat tinggi dari berbagai negara Muslim. Latar belakang ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi memang telah berlangsung selama bertahun-tahun serta memicu krisis keamanan regional.
- Houthi Yaman Bantah Serang Makkah
Baca Juga