- Fasilitas PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung mulai dibangun untuk mengolah 2.131 ton sampah per hari.
- Proyek ramah lingkungan ini ditargetkan beroperasi penuh pada 2029 dan menghasilkan listrik berkapasitas 40,79 megawatt.
- PT PLN menandatangani perjanjian jual beli listrik berdurasi 20 tahun dengan PT Jabar Environmental Solutions.
"Yang kedua berkahnya adalah kita akan mendapatkan energi listrik yang tentunya memberikan sumbangsih bagi kekuatan PLN untuk memiliki energi besar bagi kehidupan industri," katanya.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar mengatakan, pihaknya siap menjalankan arahan Pemerintah dalam mendukung PSEL, salah satunya PSEL Legok Nangka sebagai solusi nyata darurat sampah sekaligus langkah menuju swasembada energi.
Periode PJBL selama 20 tahun yang telah disepakati menjadi bentuk komitmen PLN dalam mendukung keberlanjutan PSEL Legok Nangka.
Melalui perjanjian tersebut, PLN memberikan kepastian pembelian listrik yang dihasilkan, sehingga mendukung pengembangan proyek *waste to energy* secara berkelanjutan.
"PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Melalui PJBL selama 20 tahun, kami memberikan kepastian agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Suroso.
Integrasi antara pengolahan limbah dan pembangkit listrik terbarukan ini membuktikan kontribusi aktif sektor ketenagalistrikan dalam menyelesaikan isu lingkungan secara sistematis.
"Melalui PSEL, kita bukan hanya memelihara lingkungan baik ke depannya, namun juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan energi terbarukan yang secara *cycle* akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan," pungkasnya.