Insentif Kendaraan Listrik Harus Diarahkan ke Mobil Murah dengan TKDN Tinggi

Liberty Jemadu

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:21 WIB
Insentif Kendaraan Listrik Harus Diarahkan ke Mobil Murah dengan TKDN Tinggi
Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menyatakan insentif kendaraan listrik harus difokuskan pada mobil listrik murah dengan TKDN tinggi. [Antara]
baca 10 detik
  • Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menyatakan insentif kendaraan listrik harus difokuskan pada mobil listrik murah dengan TKDN tinggi.
  • Pemerintah berencana memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik bagi mobil merek nasional guna memperkuat industri otomotif dalam negeri.
  • Pemberian insentif pajak terbukti efektif meningkatkan permintaan pasar kendaraan listrik hingga mencapai pertumbuhan sebesar 152 persen.

Suara.com - Pemberian insentif kendaraan listrik (EV) harus difokuskan ke mobil listrik murah dengan tinggkat kandungan komponen dalam negeri atau TKDN tinggi, demikian dikatakan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti.

Esther menekankan pentingnya kebijakan yang mendorong produksi kendaraan listrik nasional dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi. Menurutnya, pemerintah perlu mengarahkan insentif untuk mendukung produksi massal EV dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Insentif lain yang penting untuk mendorong produksi massal EV harga Rp150–200 jutaan dengan TKDN tinggi," kata Esther pada akhir pekan kemarin.

Esther mengingatkan pengembangan industri kendaraan listrik nasional membutuhkan dukungan investasi untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik, khususnya sektor baterai. Menurutnya, insentif investasi akan memperkuat ekosistem pengolahan dan pasokan baterai dalam negeri.

Selain itu, penguatan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Dengan dukungan ekosistem yang lengkap, adopsi EV di Indonesia diyakini dapat tumbuh lebih cepat.

Menurut dia, insentif kendaraan listrik merupakan langkah positif untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan hijau. Namun, kebijakan tersebut perlu dibarengi dengan strategi pendukung agar manfaatnya lebih optimal.

Ia juga menyampaikan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mengembangkan kendaraan listrik sudah mulai terlihat. Ia mencontohkan, sejumlah perguruan tinggi telah mampu mengembangkan kendaraan listrik, meski produksinya masih dalam skala terbatas.

“Di kampus Undip juga sudah bisa produksi mobil EV tapi produksinya masih terbatas untuk keperluan kampus. Jadi ini harus didorong produksi dalam negeri karena SDM Indonesia mampu,” ujarnya.

Esther menekankan pemberian insentif bagi industri otomotif memacu penjualan sekaligus pertumbuhan pasar kendaraan listrik.

baca juga

Insentif seperti pemotongan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah/PPN DTP dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah/PPnBM terbukti efektif mendorong permintaan yang dalam periode insentif sebelumnya tumbuh hingga 152 persen.

Sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bagi mobil merek nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri.

“Kami akan prioritaskan mobil-mobil merek nasional," kata Agus, usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Jakarta, Kamis (30/7).

Pemerintah belum merinci sejumlah aspek kebijakan tersebut, termasuk definisi "mobil merek nasional", apakah merujuk pada merek yang dimiliki perusahaan Indonesia atau juga mencakup kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi yang diproduksi di Indonesia.

Pemerintah juga belum memastikan apakah insentif hanya akan diberikan kepada mobil merek nasional atau tetap mencakup merek asing yang berproduksi di Indonesia, serta kapan skema insentif tersebut akan diumumkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AC Komersial Ramah Lingkungan Produksi Lokal Resmi Meluncur, Lebih Hemat Energi

AC Komersial Ramah Lingkungan Produksi Lokal Resmi Meluncur, Lebih Hemat Energi

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Mobil Listrik Termurah Harga Berapa? Ini 5 Rekomendasi yang Bisa Kamu Beli di Indonesia

Mobil Listrik Termurah Harga Berapa? Ini 5 Rekomendasi yang Bisa Kamu Beli di Indonesia

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:20 WIB

Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?

Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:56 WIB

Isuzu Catatkan Produksi 300 Ribu Unit di Tengah Ketatnya Persaingan Kendaraan Komersial Tanah Air

Isuzu Catatkan Produksi 300 Ribu Unit di Tengah Ketatnya Persaingan Kendaraan Komersial Tanah Air

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 16:07 WIB

Mobil Listrik Murah Suzuki Siap Mengaspal, Dimensi Mirip Karimun Wagon R

Mobil Listrik Murah Suzuki Siap Mengaspal, Dimensi Mirip Karimun Wagon R

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:31 WIB

Terkini

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

×