China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:34 WIB
China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar
Angkatan Udara China (Pexels)
baca 10 detik
  • Angkatan Udara Tiongkok mengoperasikan sistem AI untuk menyusun strategi serangan udara ratusan unit.

  • Sistem cerdas ini membantu komandan menentukan target prioritas dan membagi tugas armada udara.

  • Para pakar mengamati pesatnya otomatisasi militer serta pengawasan manusia dalam rantai komando.

Suara.com - Angkatan Udara China resmi mengoperasikan platform berbasis kecerdasan buatan untuk mengordinasikan rencana tempur udara skala besar. Sistem otomasi senjata AI ini terbukti mampu mengatur pergerakan taktis lebih dari 100 unit armada sekaligus dalam satu perintah operasi.

Stasiun televisi pemerintah CCTV mengonfirmasi keberadaan teknologi militer tersebut melalui tayangan dokumenter resminya.

"Sistem perencanaan serangan cerdas dirancang khusus untuk memandu komandan lapangan serta pilot tempur," begitu narasi CCTV dikutip dari SCMP, Selasa (4/8/2026).

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]
Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]

Inovasi digital ini bekerja mendeteksi sasaran prioritas, menyusun urutan gelombang penyerangan, hingga membagi tugas spesifik ke setiap unit. Kemampuan komputasi cepat tersebut memangkas durasi penyusunan strategi yang biasanya memakan waktu lama.

Pemerintah China tercatat telah mendistribusikan platform kecerdasan buatan ini dalam berbagai latihan militer nyata. Pengisian data operasional dilakukan berulang kali guna memastikan tingkat akurasi skenario tempur di lapangan.

Keterbukaan informasi ini menjadi momen langka yang memperlihatkan keseriusan Beijing mentransformasi sistem komando militer berbasis teknologi tinggi. Langkah transparan ini sekaligus menandai babak baru otomatisasi pertahanan di kawasan Asia.

Para pengamat militer internasional kini memantau ketat laju pengembangan teknologi serupa di negara-negara kawasan regional. Akselerasi modernisasi alat utama sistem persenjataan berbasis AI ini memicu perlombaan teknologi pertahanan yang kian sengit.

Penerapan komputasi mandiri ini memicu diskusi hangat di kalangan pakar mengenai batasan kendali manusia dalam rantai komando militer. Penggunaan algoritma otomatis dikhawatirkan dapat mengikis peran keputusan krusial prajurit di garis depan.

Integrasi kecerdasan buatan pada angkatan bersenjata Tiongkok menandai pergeseran doktrin peperangan modern dari manual menuju serba otomatis. Penguasaan algoritma taktis kini menjadi kunci utama penguasaan ruang udara masa depan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka

Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran

Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Mengapa Koruptor Pindah ke Emas? Saatnya AI Mengendus Brankas Tersembunyi

Mengapa Koruptor Pindah ke Emas? Saatnya AI Mengendus Brankas Tersembunyi

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:14 WIB

Terkini

Purbaya Ngamuk! Sindir Ekonom Asing: Mereka Salah, Saya Pintar!

Purbaya Ngamuk! Sindir Ekonom Asing: Mereka Salah, Saya Pintar!

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Tagih Tanggung Jawab Negara dalam Keselamatan Pelayaran

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Tagih Tanggung Jawab Negara dalam Keselamatan Pelayaran

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:34 WIB

China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar

China Bikin Senjata AI untuk Serangan Udara Skala Besar

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Harga Cabai Merah Besar Melonjak Hampir 75 Persen, Beras hingga Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Merah Besar Melonjak Hampir 75 Persen, Beras hingga Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Kimpul Itu Apa? Mengenal Umbi Lokal yang Lagi Viral Lewat Tren 'Saya Ganti Kimpul'

Kimpul Itu Apa? Mengenal Umbi Lokal yang Lagi Viral Lewat Tren 'Saya Ganti Kimpul'

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ulasan Botchan: Kisah Pemuda Jujur Melawan Kemunafikan Dunia Kerja

Ulasan Botchan: Kisah Pemuda Jujur Melawan Kemunafikan Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Info Orang Dalam: Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Trump Siap Pasang Badan

Info Orang Dalam: Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Trump Siap Pasang Badan

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:29 WIB

10 Sepatu HYROX Terbaik 2026, Stabil untuk Lari dan Functional Fitness

10 Sepatu HYROX Terbaik 2026, Stabil untuk Lari dan Functional Fitness

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:26 WIB

7 Sunscreen Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit Kusam Tanpa White Cast

7 Sunscreen Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit Kusam Tanpa White Cast

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Lenovo Pamerkan 'Referee View' dan Analisis Pintar di Turnamen Terbesar Sejarah!

Lenovo Pamerkan 'Referee View' dan Analisis Pintar di Turnamen Terbesar Sejarah!

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:23 WIB

×