- Seorang perempuan nekat menghadiri konser reuni F4 di Jakarta pada akhir Mei 2026 meski didiagnosis menderita penyakit campak.
- Tindakan penonton yang tidak menggunakan masker tersebut memicu kemarahan publik serta tenaga medis karena risiko penularan virus tinggi.
- Kementerian Kesehatan RI tengah menelusuri kasus ini guna memastikan tindakan medis serta dampak kesehatan bagi penonton lainnya di lokasi.
Suara.com - Seorang perempuan yang nekat nonton konser reuni F4 bertaju FForever pada akhir pekan lalu bikin viral.
Sebabnya, si perempuan baru didiagnosis mengidap campak, tiga hari sebelum acara berlangsung.
Pengakuan perempuan tersebut disampaikan di media sosial dan langsung memicu kemarahan publik.
Bahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ikut turun tangan mengomentari kasus ini.
Kejadian ini bermula ketika pemilik akun Threads @theolawp mengunggah foto kondisi kakinya yang dipenuhi ruam merah tebal.
Foto tersebut disandingkan dengan foto dirinya bersama pasangannya di barisan kursi penonton.
Dalam unggahan tersebut, dia bercerita mengenai pengalamannya menonton konser yang berlangsung pada tanggal 28 hingga 30 Mei 2026 kemarin.
"Masih enggak nyangka kemarin bisa punya kesempatan nonton F4, karena... H-3 aku kena campak dong," tulis @theolawp dengan percaya diri.
"Dengan kondisi kulit sebadan kayak gini+menular banget," katanya menyambung. Postingan tersebut pun kini telah dihapus setelah viral.
"Dah bener-bener pasrah... Mencoba untuk menerima legowo, ikhlasin aja itu tiket hangus, belajar tetap bersyukur dikasih sakit begini, bukan yang lebih parah lagi."
Perempuan tersebut lalu mengaku mendapat keajaiban karena diberikan kesembuhan tepat sebelum hari konser berlangsung.
"Dan di saat sikap hati diuji, di situ miracle pun itu ada. Gue dikasih sembuh dan bisa nonton Ase sedekat ini. Makasih Tuhan Yesus baik banget," imbuhnya.
Tindakan perempuan yang menganggap kesembuhan instannya sebagai sebuah mukjizat ini menuai kecaman hebat dari publik dan tenaga medis karena dinilai sangat egois.
Campak dikenal sebagai salah satu penyakit dengan tingkat penularan udara yang sangat tinggi.
Dokter spesialis sekaligus edukator kesehatan, dr Adam Prabata meluapkan kemarahannya secara terbuka di media sosial setelah melihat unggahan tersebut viral pada Selasa, 2 Juni 2026.