- Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia menyatakan rata-rata usia peternak sapi perah kini mendekati lima puluh tahun.
- Sebagian besar peternak rakyat hanya memiliki tiga ekor sapi dengan produktivitas sekitar dua belas hingga empat belas liter per hari.
- Rendahnya produksi lokal menyebabkan Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan susu nasional.

Indonesia Masih Bergantung pada Impor
Rendahnya produksi membuat industri susu nasional masih bergantung pada bahan baku impor.
Andrew menyebut susu segar hasil produksi peternak lokal baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan industri.
"Artinya ada peluang yang sangat besar bagi peternak Indonesia untuk berkembang karena kebutuhan susu terus meningkat," ujarnya.
Ia menilai peningkatan konsumsi susu masyarakat seharusnya dapat menjadi momentum memperkuat industri peternakan dalam negeri.
Pendampingan Jadi Kunci
Untuk mendorong regenerasi, Frisian Flag Indonesia mengaku telah lama menjalin kemitraan dengan sejumlah koperasi sapi perah.
Program tersebut mencakup pelatihan teknik beternak, manajemen usaha hingga penguatan kapasitas peternak muda.
Perusahaan juga pernah menjalankan Young Farmers Academy, yang mengirim peternak muda terbaik ke Belanda untuk belajar langsung mengenai praktik peternakan modern.
"Kami ingin peternak muda bisa naik kelas, produktivitas meningkat, kesejahteraannya membaik, sehingga usaha ini semakin menarik untuk diteruskan," kata Andrew.
Menurutnya, penguatan sektor peternakan tidak hanya penting bagi industri susu, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
"Kami ingin ekosistem susu di Indonesia sama-sama kuat. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, peternaknya semakin sejahtera, dan seluruh prosesnya tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan," pungkasnya.