Pakar TPPU Bongkar Pola Dugaan Pencucian Uang di Kasus Eks Jampidsus

Galih Prasetyo

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:10 WIB
Pakar TPPU Bongkar Pola Dugaan Pencucian Uang di Kasus Eks Jampidsus
Pakar TPPU Bongkar Pola Dugaan Pencucian Uang di Kasus Eks Jampidsus [Istimewa]
baca 10 detik
  • Ahli TPPU Yenti Garnasih membeberkan dugaan pencucian uang mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dalam diskusi di Jakarta pada Jumat (7/8/2026).
  • Penyidik menyita uang dan emas batangan terkait dugaan korupsi pasokan batu bara, PT Asabri, serta PT Krakatau Steel.
  • Yenti menegaskan pengungkapan kasus pejabat publik harus diawali pembuktian tindak pidana asal dengan minimal dua alat bukti yang kuat.

Suara.com - Ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yenti Garnasih membeberkan pola dugaan pencucian uang dalam perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Ia menegaskan, pengungkapan kasus harus dimulai dari pembuktian tindak pidana asal (predicate crime).

Menurut Yenti, rangkaian perkara diduga berawal dari insiden pemadaman listrik di Sumatera yang berkaitan dengan pasokan batu bara untuk PLTU. Ia menyebut ada indikasi modus seperti pengurangan volume dan rekayasa teknis dalam distribusi batu bara.

Sehari setelah peristiwa tersebut, penyidik melakukan penggeledahan dan menemukan uang tunai dalam jumlah besar serta emas batangan. Dalam perkembangannya, kasus ini juga dikaitkan dengan dugaan korupsi di sejumlah perkara lain, termasuk PT Asabri dan PT Krakatau Steel.

“TPPU tidak mungkin ada apabila tidak didahului tindak pidana asal,” ujar Yenti dalam diskusi di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, pencucian uang mencakup berbagai tindakan seperti mentransfer, membayarkan, hingga menyamarkan harta yang diduga berasal dari hasil kejahatan. Karena itu, penyidik harus mampu mengaitkan seluruh aset yang disita dengan tindak pidana awal secara jelas.

Yenti menegaskan, apabila pelaku berasal dari kalangan pejabat publik, hal tersebut bisa menjadi faktor pemberat. Namun, pembuktian tetap harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis alat bukti yang kuat.

“Hasil penyidikan berupa uang dan emas batangan itu harus benar-benar dipastikan berasal dari hasil kejahatan,” katanya.

Ia juga menyoroti pola penyimpanan uang dan emas dalam jumlah besar di lokasi yang tidak lazim. Menurutnya, dalam praktik normal, aset legal biasanya disimpan melalui sistem perbankan atau tempat resmi.

“Pola penyimpanan seperti ini patut dicermati dalam proses penyidikan,” ujarnya.

baca juga

Yenti menambahkan, penanganan kasus yang melibatkan pejabat tinggi membutuhkan kehati-hatian ekstra. Ia mengingatkan pentingnya minimal dua alat bukti sebelum penetapan tersangka, terutama karena perkara ini juga diuji melalui praperadilan.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pakar dan diikuti berbagai kalangan. Forum ini mendorong pengawasan publik agar penanganan kasus berjalan transparan dan akuntabel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?

Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Febrie Adriansyah dan Nurman Herin Diperiksa Kejagung Secara Terpisah

Febrie Adriansyah dan Nurman Herin Diperiksa Kejagung Secara Terpisah

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Isu Dugaan Ancaman Kapolri, Aktivis Desak Kasus Eks Jampidsus Diusut Tuntas: Negara Tak Boleh Kalah

Isu Dugaan Ancaman Kapolri, Aktivis Desak Kasus Eks Jampidsus Diusut Tuntas: Negara Tak Boleh Kalah

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:47 WIB

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 09:46 WIB

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

×