Anak Imigran Afrika-Maroko Jebol Perbatasan Ceuta Spanyol Terancam Pelecehan dan Kekerasan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:57 WIB
Anak Imigran Afrika-Maroko Jebol Perbatasan Ceuta Spanyol Terancam Pelecehan dan Kekerasan
Spanyol mengerahkan militer ke Ceuta setelah ribuan migran menerobos perbatasan dan belasan orang tewas.(BBC)
baca 10 detik
  • Ratusan anak imigran tanpa pendamping terancam aksi kekerasan dan eksploitasi di jalanan Ceuta.

  • Fasilitas penampungan Ceuta mengalami overkapasitas parah karena menampung 1.100 anak dari kapasitas 90 orang.

  • Pemerintah Spanyol dan Maroko masih terkendala hambatan regulasi dalam memproses pemulangan anak imigran.

Ia menjelaskan bahwa jajarannya sedang bekerja keras memanfaatkan gedung sekolah dan gudang sebagai fasilitas darurat. Selama penampungan baru disiapkan, anak-anak di jalanan bergantung penuh pada bantuan makanan dari organisasi nirlaba dan warga lokal.

Dari sisi diplomatik, pemerintah Maroko menyatakan komitmennya untuk membantu proses verifikasi identitas para anak imigran.

"Untuk bekerja dalam mengidentifikasi anak di bawah umur tanpa pendamping dengan pandangan untuk kembalinya mereka ke tanah air," kata seorang sumber diplomatik Maroko kepada kantor berita resmi MAP.

Namun, sumber tersebut meminta otoritas Spanyol melonggarkan aturan hukum yang dinilai menghambat proses pemulangan.

"Melampaui hambatan yang ditempatkan oleh perundang-undangan serta otoritas administratif dan peradilan mereka dalam jalur operasi ini," kata sumber tersebut.

Organisasi kemanusiaan lokal Luna Blanca melaporkan telah membagikan hingga 4.000 porsi makanan harian sejak krisis penyeberangan massal meletus. Penanganan darurat tersebut perlahan mulai menstabilkan kebutuhan dasar para pengungsi di wilayah perbatasan.

"Tiga hari pertama sangat sulit - tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada apa-apa. Hal-hal mulai sedikit membaik kemarin," kata Reda Saed, seorang imigran asal Mesir.

Krisis ini berakar dari gelombang penyeberangan massal puluhan ribu imigran yang menerobos perbatasan darat dan laut dari Maroko menuju Ceuta pada akhir Juli. Ceuta merupakan wilayah kantong ekstrateritorial Spanyol yang terletak di pantai utara Afrika, menjadikannya salah satu titik perbatasan darat langsung antara Benua Afrika dan Uni Eropa.

Perbedaan hukum penanganan antara imigran dewasa dan anak di bawah umur menyebabkan ketimpangan kapasitas penampungan yang parah di kota tersebut. Berdasarkan hukum Spanyol dan Uni Eropa, imigran anak tanpa pendamping tidak boleh dideportasi secara langsung dan wajib berada dalam perlindungan negara, yang memicu penumpukan kapasitas di fasilitas lokal.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura

Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Sejarah Ceuta, Enklave Spanyol di Afrika Utara Jadi 'Surga' Warga Maroko

Sejarah Ceuta, Enklave Spanyol di Afrika Utara Jadi 'Surga' Warga Maroko

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:24 WIB

Terkini

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:41 WIB

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 21:31 WIB

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:24 WIB

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 21:06 WIB

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Video | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:04 WIB

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:51 WIB

9 Rekomendasi HP Murah untuk Live TikTok dan Shopee Tidak Cepat Panas

9 Rekomendasi HP Murah untuk Live TikTok dan Shopee Tidak Cepat Panas

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 20:50 WIB

57 Pelajar Keluhkan Kesehatan Usai Makan MBG, SPPG Akui Lalai Tangani Ikan Tuna

57 Pelajar Keluhkan Kesehatan Usai Makan MBG, SPPG Akui Lalai Tangani Ikan Tuna

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:42 WIB

×