- Pramono menyatakan sebagian ASN Balai Kota masih mengakali aturan wajib naik transportasi umum pada Rabu (7/8/2026).
- Data BPS menunjukkan peningkatan jumlah penumpang Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta berkat dorongan peralihan dari kendaraan pribadi.
- Pramono berharap kebijakan transportasi publik tersebut dapat terus mendorong masyarakat Jakarta secara konsisten untuk beralih menggunakan angkutan umum.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan masih ada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Balai Kota yang mengakali kebijakan wajib naik transportasi umum setiap hari Rabu.
Kebijakan wajib naik transportasi umum setiap Rabu tersebut merupakan keputusan yang ia ambil sendiri sejak menjabat sebagai Gubernur.
"Setiap hari Rabu, saya memutuskan semua ASN Balai Kota wajib menggunakan transportasi umum. Walaupun kadang-kadang banyak yang curi-curi juga," ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Ia mengaku mengetahui bahwa masih ada ASN yang tidak benar-benar mematuhi aturan tersebut.
"Bukannya saya tidak tahu, saya juga tahu. Mobilnya biasanya dititipin di IRTI situ, ke sininya jalan kaki. Baru kemudian kalau sudah sepi, baru mobilnya diambil," kata Pramono.
Namun dalam kesempatan itu, Pramono tidak menyebutkan adanya sanksi khusus bagi ASN yang melanggar kebijakan tersebut.
Kebijakan wajib naik transportasi umum ini sendiri menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Pramono menyebut keberhasilan kebijakan transportasi publik turut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat kenaikan jumlah pengguna Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta hingga saat ini.
Transjakarta mengalami kenaikan 14,99 persen orang menggunakan itu.
Sementara LRT Jakarta naik 26,42 persen, dan MRT Jakarta naik 17,57 persen.
"Bagi saya pribadi, kepuasan itu kalau kemudian secara prosedur SOP-nya bisa dijalankan dan publiknya, masyarakatnya memberikan respons yang cukup baik dan kemudian mereka mau shifting, berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum," tutur eks Sekretaris Kabinet itu.
Pramono berharap, kebijakan transportasi yang dijalankan dapat terus mendorong perubahan kebiasaan warga Jakarta menuju penggunaan transportasi umum secara konsisten.