Karhutla Bromo Capai 720 Hektare, DPR Soroti SOP: Harus Jelas Siapa Komandannya

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 10 Agustus 2026 | 12:45 WIB
Karhutla Bromo Capai 720 Hektare, DPR Soroti SOP: Harus Jelas Siapa Komandannya
Asap mengepul dari kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq/kye]
baca 10 detik
  • DPR meminta pemerintah mengevaluasi standar operasional prosedur penanganan kebakaran hutan seluas 720 hektare di Gunung Bromo.
  • Alex Indra Lukman menyatakan pemadaman terkendala asap tebal, kondisi geografis, serta belum terpenuhinya syarat modifikasi cuaca.
  • Komisi IV DPR mendorong BNPB memegang komando penanganan lintas wilayah serta perlunya penerapan teknologi dan pengelolaan kawasan lebih baik.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, yang telah mencapai sekitar 720 hektare membuat DPR meminta pemerintah mengevaluasi kembali standar operasional prosedur (SOP) penanganan kebakaran.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, menilai persoalan penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bukan hanya berkaitan dengan kemampuan pemadaman, tetapi juga menyangkut koordinasi antarinstansi.

Menurut Alex, luasnya area yang terbakar salah satunya dipengaruhi karakter kawasan yang didominasi padang rumput. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah menjalar.

Di sisi lain, upaya pemadaman dari udara juga menghadapi kendala. Teknologi water bombing belum bisa digunakan secara optimal karena asap tebal mengganggu faktor keselamatan penerbangan.

"Persoalan sekarang kendala yang dihadapi itu teknologi yang kita punya seperti water bombing, itu susah memang karena asap yang tebal, sehingga faktor soal masalah keamanan penerbangan," kata Alex di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Upaya modifikasi cuaca juga belum dapat dilakukan untuk membantu proses pemadaman. Alex mengatakan kondisi di kawasan Bromo belum memenuhi persyaratan objektif untuk pelaksanaan teknologi tersebut.

"Modifikasi cuaca tidak bisa dilakukan di sana, karena tidak memenuhi syarat-syarat objektifnya," ujar Alex.

Hal lain yang menjadi perhatian Alex juga pembagian kewenangan ketika kebakaran sudah terjadi dan dampaknya melintasi wilayah administrasi.

Ia menilai harus ada satu pihak yang menjadi komandan dalam situasi darurat sehingga penanganan di lapangan tidak berjalan dengan kewenangan yang terfragmentasi.

baca juga

"Dalam situasi seperti ini, harusnya ada komandannya yang bertanggung jawab penuh. Dalam hal ini sebenarnya BNPB. Karena sudah kejadian," tutur Alex.

Alex membedakan tanggung jawab pemerintah dalam tahap mitigasi dengan penanganan ketika bencana sudah terjadi.

Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom]
Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom]

Menurutnya, Kementerian Kehutanan memiliki kewenangan dalam pengelolaan kawasan dan mitigasi. Namun, ketika kebakaran telah terjadi dan melintasi batas administrasi, koordinasi penanganannya semestinya berada di bawah satu komando.

"Karena kalau area, kewenangannya Kemenhut. Soal mitigasi, itu harusnya menjadi tanggung jawab Kemenhut. Tapi kalau sudah terjadi dan ini lintas wilayah administrasi, itu harusnya yang menjadi komandan itu adalah BNPB. Jadi, untuk ke depannya kami mendorong supaya SOP mereka itu benar-benar diperbaiki," ucapnya.

Menurut Alex, pemerintah tidak bisa terus mengandalkan metode pemadaman yang selama ini digunakan.

Ia meminta pemerintah mulai memikirkan teknologi alternatif yang dapat digunakan ketika water bombing maupun modifikasi cuaca menghadapi kendala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Terkini

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:08 WIB

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:04 WIB

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:03 WIB

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:02 WIB

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 14:01 WIB

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:00 WIB

Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru

Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:00 WIB

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging yang Membekas di Freezer, Ini Tips dari Pakar IPB

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging yang Membekas di Freezer, Ini Tips dari Pakar IPB

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:58 WIB

Gemilang di Usia Muda, Etenia Croft Borong Dua Nominasi AMI Awards 2026

Gemilang di Usia Muda, Etenia Croft Borong Dua Nominasi AMI Awards 2026

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 13:56 WIB

War Tiket BIGBANG Makin Mudah, Ada Jalur Presale Khusus VIP

War Tiket BIGBANG Makin Mudah, Ada Jalur Presale Khusus VIP

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 13:54 WIB

×