KLH Dorong Tobat Ekologis, Jangan Ada Lagi Eksploitasi Alam Tanpa Pemulihan

Vania Rossa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:29 WIB
KLH Dorong Tobat Ekologis, Jangan Ada Lagi Eksploitasi Alam Tanpa Pemulihan
Diskusi Konsolidasi Politik Perempuan Akar Rumput Menggugat di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Kementerian Lingkungan Hidup mewacanakan gerakan Tobat Ekologis di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026, untuk mengubah perilaku eksploitasi alam.
  • Gerakan gagasan Menteri LH Jumhur Hidayat tersebut bertujuan mendorong pemulihan lingkungan secara berkelanjutan dan menyetop eksploitasi korporasi.
  • Solidaritas Perempuan mengingatkan agar wacana tersebut tidak sekadar wacana kosong dan harus melibatkan partisipasi bermakna dari publik.

Suara.com - Maraknya proyek ekstraktif yang dianggap merugikan masyarakat adat masih menyisakan persoalan mengenai kelestarian lingkungan. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan kemauan politik dari para pemangku kebijakan untuk menertibkan proyek yang belum berlandaskan keadilan.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Lulu Agustina mengungkapkan, pemerintah tengah mewacanakan sebuah gerakan yang diberi nama Tobat Ekologis.

Lulu mengatakan, Tobat Ekologis merupakan bentuk upaya pelestarian lingkungan yang digagas langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat.

Melalui gerakan tersebut, Lulu berharap muncul kesadaran masyarakat mengenai konsep hidup yang berdampingan dengan alam.

"Kita ingin ada perubahan cara pandang, sikap, dan juga perilaku manusia terhadap alam. Dari eksploitasi menuju pemulihan, dari egoisme menuju tanggung jawab, dan dari sekadar mengetahui menuju perubahan perilaku," kata Lulu saat acara diskusi Konsolidasi Politik Perempuan Akar Rumput Menggugat di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Lulu memastikan gerakan tersebut tidak akan berhenti pada kegiatan reboisasi dan bersih-bersih lingkungan saja. Menurut dia, prinsip yang didorong adalah pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, korporasi hingga masyarakat, untuk menerapkan gerakan Tobat Ekologis.

Gerakan tersebut, lanjut Lulu, berangkat dari kesadaran KLH terhadap maraknya kasus proyek yang justru meminggirkan hak-hak masyarakat. Terlebih, sebagian masyarakat adat menggantungkan hidupnya pada alam.

KLH nantinya akan mendorong korporasi yang terlibat dalam proyek ekstraktif untuk mengurangi hingga menghentikan eksploitasi alam yang merusak.

baca juga

Meski begitu, Lulu belum menjabarkan secara spesifik langkah teknis yang akan diambil KLH dalam pelaksanaan gerakan tersebut.

Jangan Jadi Pepesan Kosong

Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan, Armayanti Sanusi, mengingatkan agar wacana gerakan tersebut tidak hanya menjadi pepesan kosong.

Ia khawatir penggunaan diksi yang lekat dengan terminologi keagamaan justru dapat menjadi alat untuk meredam suara kritis masyarakat sipil yang selama ini getol menentang perusakan alam.

"Itu tidak menyelesaikan persoalan substantif," kata Arma.

Menurut Arma, jika Tobat Ekologis benar-benar diwujudkan, gerakan tersebut harus tetap dibarengi dengan pelibatan partisipasi publik yang bermakna, terutama masyarakat, dalam perumusan kebijakan mengenai lingkungan.

Ia menilai masih banyak perempuan adat yang dirugikan akibat terbabatnya lahan yang selama ini menjadi sumber pangan mereka.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai Agustus, Kota Makassar Tinggalkan Sistem Open Dumping di TPA

Mulai Agustus, Kota Makassar Tinggalkan Sistem Open Dumping di TPA

Foto | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:00 WIB

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik

KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:59 WIB

Terkini

3 HP Redmi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Bujet Rp3-4 Jutaan, Performa Juara

3 HP Redmi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Bujet Rp3-4 Jutaan, Performa Juara

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:32 WIB

KLH Dorong Tobat Ekologis, Jangan Ada Lagi Eksploitasi Alam Tanpa Pemulihan

KLH Dorong Tobat Ekologis, Jangan Ada Lagi Eksploitasi Alam Tanpa Pemulihan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Viral Kasus Guru Lijan Sinaga: Diupah Rp500 Ribu Kini Terancam 12 Tahun Bui Gegara Tegur Murid

Viral Kasus Guru Lijan Sinaga: Diupah Rp500 Ribu Kini Terancam 12 Tahun Bui Gegara Tegur Murid

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Menjelang HUT ke-81 RI, Pemkab Bogor Bagikan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan

Menjelang HUT ke-81 RI, Pemkab Bogor Bagikan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Dari Kepedulian Warga Menuju Kemandirian Desa: Jejak Kang Edai Membangun Kemiren

Dari Kepedulian Warga Menuju Kemandirian Desa: Jejak Kang Edai Membangun Kemiren

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Prabowo Rombak Buku Pelajaran karena Font Kekecilan, Dewan Pendidikan DIY Sebut Tak Urgen

Prabowo Rombak Buku Pelajaran karena Font Kekecilan, Dewan Pendidikan DIY Sebut Tak Urgen

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:26 WIB

Dibuka Kesempatan Buat Mahasiswa Belajar Fashion Langsung di Kota Mode Dunia

Dibuka Kesempatan Buat Mahasiswa Belajar Fashion Langsung di Kota Mode Dunia

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:25 WIB

9 Ide Lomba Estafet Kelompok 17 Agustus untuk Melatih Kekompakan Tim

9 Ide Lomba Estafet Kelompok 17 Agustus untuk Melatih Kekompakan Tim

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:25 WIB

4 Rekomendasi Mesin Cuci Portable, Cocok untuk Kos dan Rumah Minimalis

4 Rekomendasi Mesin Cuci Portable, Cocok untuk Kos dan Rumah Minimalis

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:24 WIB

Nggak Perlu Repot Bawa Cash, Fitur Andalan BRI Ini Bikin Belanja Jadi Kilat

Nggak Perlu Repot Bawa Cash, Fitur Andalan BRI Ini Bikin Belanja Jadi Kilat

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:23 WIB

×