- Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Tangerang memperluas layanan deteksi HIV untuk menemukan kasus secara lebih dini.
- Petugas menemukan 203 kasus HIV yang didominasi oleh kelompok laki-laki seks dengan laki-laki pada Januari hingga April 2026.
- Pihak berwenang menggencarkan penjangkauan, penyediaan tes, dan edukasi pencegahan untuk menekan angka penularan HIV di wilayah tersebut.
Suara.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang, Banten, memperluas layanan deteksi HIV untuk menemukan kasus secara lebih dini sekaligus memastikan penderita mendapatkan penanganan dan pengobatan.
Pengelola Program KPA Kabupaten Tangerang, Eko Darmawan, mengatakan pihaknya menemukan 203 kasus HIV berdasarkan hasil deteksi sepanjang Januari hingga April 2026.
"Sepanjang Januari hingga April 2026 ini ada 203 kasus yang terinfeksi HIV, 164 merupakan warga Kabupaten Tangerang, sementara 39 lainnya merupakan warga luar daerah yang melakukan tes di wilayah Kabupaten Tangerang," jelasnya di Tangerang, dikutip dari Antara, Kamis.
Dari total temuan tersebut, sebanyak 164 kasus merupakan warga Kabupaten Tangerang. Sementara 39 kasus lainnya ditemukan pada warga luar daerah yang menjalani pemeriksaan HIV di wilayah Kabupaten Tangerang.
Menurut Eko, temuan tersebut berasal dari sejumlah kelompok yang masuk dalam populasi berisiko, termasuk wanita pekerja seks komersil, pengguna napza suntik, hingga laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).
"Dari temuan yang ada kasus HIV ini didominasi oleh gay atau laki-laki seks laki-laki (LSL)," ucapnya.
Dominasi kasus pada kelompok tersebut menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan penularan HIV. KPA Kabupaten Tangerang menilai akses terhadap pemeriksaan dan layanan pencegahan perlu terus diperluas agar kelompok berisiko tidak menghindari layanan kesehatan akibat stigma.
"Untuk menekan angka penularan, KPA Kabupaten Tangerang menggencarkan penjangkauan lewat mitra komunitas, penyediaan layanan tes HIV, serta edukasi penggunaan alat pelindung dan PrEP (Pra-Pajanan Profilaksis) bagi populasi berisiko," jelasnya.
Eko mengatakan pemeriksaan HIV secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih dini. KPA juga memastikan layanan pemeriksaan tersedia melalui jaringan fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama.
"Kami mengimbau masyarakat, siapa pun, untuk memeriksakan diri secara berkala dan menggunakan pelindung saat berhubungan seksual," kata dia.
KPA Kabupaten Tangerang berharap perluasan layanan deteksi dan edukasi pencegahan dapat mendorong masyarakat lebih terbuka melakukan pemeriksaan, sehingga kasus HIV dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.