- Pada Semester I-2026, Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi 5,80% yang melampaui tingkat nasional.
- Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah turun menjadi 3,29 juta orang atau 9,21 persen pada Maret 2026.
- Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp48,54 triliun dan menyerap 213.217 tenaga kerja baru.
"Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, (maka) collaborative government (pemerintahan kolaboratif) harus kita ciptakan," ucap Luthfi.
Oleh karenanya, Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari bupati-wali kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, masyarakat, dan media untuk berkolaborasi membangun Jawa Tengah. Dengan demikian, program yang digulirkan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Luthfi menekankan bahwa semangat gotong royong, kebersamaan, dan kerja tim merupakan nilai yang mengakar di Jawa Tengah dan terus diterapkan, termasuk dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, tema Hari Jadi ke-81 Jateng ini adalah "Gumregut Nyawiji". Tema. itu diangkat dari filosofi bahasa Jawa yang bermakna kolaborasi dan gotong royong.
"Semangatnya adalah bareng-bareng membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur, bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak," kata dia.