- Alat berat milik Tim Terpadu dikerahkan tanpa pemberitahuan ke lahan warga Pantai Melayu pada Kamis (13/8/2026).
- Pengerahan alat berat tersebut memicu kepanikan warga karena jaringan telekomunikasi terputus dan aliran listrik padam.
- Pihak kelurahan dan kecamatan tidak memberikan penjelasan resmi sehingga warga mempertanyakan status pembebasan lahan tersebut.
Menurut warga, personel gabungan tersebut bukan dikerahkan untuk mengawasi proses penggusuran, melainkan mengantisipasi kedatangan warga ke lokasi.
“Pengawasannya itu bukan mengawasi jalannya penggusuran, tetapi mereka menjaga takutnya warga yang datang,” katanya.
Warga Pertanyakan Alasan Penggusuran
Warga kemudian berupaya membuka ruang dialog dengan menanyakan alasan pengerahan alat berat kepada petugas di lapangan.
Namun, menurut warga, pihak kelurahan maupun kecamatan setempat tidak memberikan penjelasan mengenai alasan pengerahan alat berat tersebut.
Hal itu dipertanyakan karena lahan yang terdampak disebut belum melalui proses pembebasan.
“Jadi jawaban mereka adalah, jika memang Bapak Ibu ingin menanyakan itu, silakan langsung ke pimpinan ataupun melalui jalur hukum,” ujar warga tersebut, menirukan pernyataan petugas lapangan yang mengenakan kaus bertuliskan “Penindak”.
Warga pun mengaku masih menunggu kejelasan mengenai status lahan dan alasan pengerahan alat berat di wilayah mereka.