Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
Foto Ilustrasi merdeka dari penjajah tapi belum merdeka dari amarah. (Foto dibuat dengan AI)
baca 10 detik
  • Data CSIS mencatat 1.851 insiden kekerasan kolektif di Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025.
  • Aksi main hakim sendiri terjadi akibat krisis kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas penegakan hukum negara.
  • Psikolog menyarankan masyarakat menjauhi kerumunan kekerasan serta mengontrol emosi demi menegakkan kemanusiaan sejati.

"Faktor dominan, bener. Jadi karena ketidakpercayaan terhadap institusi tersebut, akhirnya membangunlah kehakiman atau penghakiman ala-nya sendiri gitu loh," tegas Tika saat dihubungi.

Ia mencontohkan tindakan ekstrem seperti pembakaran pelaku begal yang lahir karena masyarakat merasa hukum negara tidak lagi bisa diandalkan.

Senada dengan itu, Hamdi menambahkan bahwa "hukum rimba" sering kali mengambil alih ketika masyarakat merasa aparat lambat dan pelaku kejahatan mudah lolos. Tekanan ekonomi pun memperburuk keadaan.

"Kesejahteraan sosial dan keadilan sosial makin menjauh... Jadi perasaan ini mudah dipicu kalau ada kejadian seperti maling atau begal tertangkap," jelas Hamdi.

Paradoks Schadenfreude dan Ketidakadilan

Ada sisi gelap dalam psikologi kita saat menyaksikan "penjahat" dihajar massa. Psikolog Forensik, Reza Indragiri menyebutnya sebagai Schadenfreude dalam istilah Jerman.

"Sebuah paradoks, bahwa ketika kita menyaksikan kekejaman... di satu sisi kita takut, di satu sisi kita ngeri, tapi pada sisi lain kita justru merasa puas, merasa lega melihat bandit melihat bedebah sudah dihajar," ungkap Reza saat dihubungi.

Namun, Reza mengkritik betapa diskriminatifnya aksi massa ini. Kita begitu buas terhadap pencuri kelas teri, namun seolah tak berdaya pada koruptor.

"Ke maling-maling kelas receh kita sanggup untuk menghabisinya. Tapi ke maling-maling kelas raksasa, eh gemetar lutut kita," sindirnya.

baca juga

Reza juga mengingatkan bahwa aksi melangkahi hukum ini bukan hanya milik rakyat jelata. Sejarah mencatat negara pernah melakukan hal serupa melalui peristiwa Petrus (Penembak Misterius), itu terjadi kala era Orde Baru (Orba).

Kini, aksi serupa bermutasi ke dunia digital, seiring masifnya penggunaan media sosial. Dalam bentuk online vigilantisme seperti doxing.

"Hukum seolah segan hidup tak mau untuk memproses orang ini maka bisa saja saya... hukum orang ini dengan cara doxing," jelas Reza.

Jalan Menuju Kemerdekaan Sejati

Keadilan tidak boleh digantikan oleh kemarahan massa. Media sosial yang sering memamerkan video kekerasan seolah-olah hal itu wajar, harus mulai diimbangi dengan edukasi kembali mengenai nilai kemanusiaan.

Sebagai solusi praktis, Hamdi Moeloek menyarankan agar individu memiliki kontrol diri untuk tidak larut dalam emosi kolektif.

"Kalau yang teriak ‘maling’, menjauh aja dari kerumunan, lebih baik pro aktif hubungi call center emergency atau polisi... Sedapat mungkin mengontrol emosi tidak bergabung ke kerumunan," pesannya.

Merdeka yang sesungguhnya bukan hanya bebas dari belenggu bangsa lain, tapi juga berani untuk tidak membiarkan amarah mengambil alih akal sehat dan nurani kita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Atraksi Kemerdekaan Elite, Kolektif UGM Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Kritik Atraksi Kemerdekaan Elite, Kolektif UGM Kibarkan Bendera Setengah Tiang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Solidaritas dengan Korban Gempa Flores, Pemerintah Tunda Pesta Kembang Api di Monas

Solidaritas dengan Korban Gempa Flores, Pemerintah Tunda Pesta Kembang Api di Monas

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Hasto Ungkap Alasan Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai Ketimbang Istana

Hasto Ungkap Alasan Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai Ketimbang Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:31 WIB

SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS

SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Terkini

Hidup Terlalu Cepat: Kapan Terakhir Kali Kita Benar-benar Berhenti?

Hidup Terlalu Cepat: Kapan Terakhir Kali Kita Benar-benar Berhenti?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kemendikdasmen Akui Tak Pegang Ijazah Gibran, Cuma Certificate of Attendance

Kemendikdasmen Akui Tak Pegang Ijazah Gibran, Cuma Certificate of Attendance

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Kepala BGN dan Gubernur Sulsel Resmikan SPPG Wilayah 3T di Takalar

Kepala BGN dan Gubernur Sulsel Resmikan SPPG Wilayah 3T di Takalar

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Pengacara Richard Lee Keluhkan Durasi Hadirkan Saksi di Sidang: Harusnya Sama-sama Adil

Pengacara Richard Lee Keluhkan Durasi Hadirkan Saksi di Sidang: Harusnya Sama-sama Adil

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:49 WIB

250 Pengemudi Ojol di Makassar Dapat BBM Gratis

250 Pengemudi Ojol di Makassar Dapat BBM Gratis

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Minyak Goreng Rice Bran Kian Dilirik, Studi Soroti Peran Asam Linoleat bagi Risiko Diabetes Tipe 2

Minyak Goreng Rice Bran Kian Dilirik, Studi Soroti Peran Asam Linoleat bagi Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Setan dan Seorang Anak

Setan dan Seorang Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Bahlil Berkoordinasi dengan Bahlil, Apa Urgensi Rangkap Jabatan Menteri ESDM?

Bahlil Berkoordinasi dengan Bahlil, Apa Urgensi Rangkap Jabatan Menteri ESDM?

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:38 WIB

Mendagri Punya Waktu 30 Hari untuk Copot Bupati Gowa, Ini Alasannya

Mendagri Punya Waktu 30 Hari untuk Copot Bupati Gowa, Ini Alasannya

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029

Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:31 WIB

×