Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:19 WIB
Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Iran mengubah doktrin militer dari aksi balasan menjadi serangan ofensif guna memecah kebuntuan diplomasi.

  • Penguasaan Selat Hormuz dimanfaatkan Teheran untuk menekan harga energi dan memaksa Amerika Serikat bernegosiasi.

  • Pergeseran strategi ini berisiko mempercepat eskalasi konflik serta memperburuk stabilitas keamanan regional Timur Tengah.

Pemerintah Amerika Serikat menjadikan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai prioritas utama demi menjaga stabilitas harga energi domestik.

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa pencapaian nomor satu adalah menjaga harga energi tetap rendah bagi warga Amerika, sementara mencegah Teheran memiliki senjata nuklir berada di urutan kedua.

Meskipun kesepakatan damai sebelumnya runtuh akibat perselisihan pengelolaan selat, pejabat Iran tetap mengklaim hasil politik tersebut sebagai sebuah kemenangan.

Kemenangan itu ditegaskan oleh juru bicara sekaligus negosiasi senior Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam pidatonya pekan lalu.

“Saya dapat menyatakan dengan keyakinan bahwa kita telah memenangkan perang ini dalam arti sebenarnya, baik secara militer maupun politik,” kata Ghalibaf sambil menyebut kesepakatan itu sebagai sumber kebanggaan dan kemenangan.

Serangan Iran terhadap pangkalan udara AS di Yordania pada akhir Juli lalu menjadi bukti nyata penerapan doktrin ofensif pra-efektif tersebut.

Mantan jenderal Garda Revolusi, Hossein Kanani-Moghadam, menjelaskan bahwa taktik ofensif baru Iran tidak hanya terbatas pada serangan fisik konvensional.

"Operasi semacam itu dapat mencakup kombinasi perang siber, perang psikologis, operasi intelijen, dan perang ekonomi," ungkap Kanani-Moghadam.

Namun, penerapan doktrin agresif ini membawa risiko kehancuran yang sangat tinggi bagi seluruh wilayah kawasan.

baca juga

Ia menggambarkan situasi ini sebagai jebakan saling tangkal yang sangat rentan memicu pertempuran yang tidak disengaja.

gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang memicu perang terbuka selama enam bulan. Awalnya Iran bertindak secara defensif melalui aksi balasan, namun akibat pengetatan sanksi ekonomi serta blokade maritim di Selat Hormuz, Teheran memutus opsi bertahan dan beralih ke strategi serangan aktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Ancam Hukuman Ekonomi Berat Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

Donald Trump Ancam Hukuman Ekonomi Berat Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:49 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Sulit Ditebak, Pasar 'Wait and See' Momentum Perang AS - Iran

Harga Minyak Dunia Makin Sulit Ditebak, Pasar 'Wait and See' Momentum Perang AS - Iran

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Kata Damai AS - Iran Main Jauh, Donald Trump Putus Komunikasi soal Selat Hormuz

Kata Damai AS - Iran Main Jauh, Donald Trump Putus Komunikasi soal Selat Hormuz

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Terkini

Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA

Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Bebas Jerawat! 5 Acne Spot Treatment Korea yang Bikin Jerawat Cepat Kering

Bebas Jerawat! 5 Acne Spot Treatment Korea yang Bikin Jerawat Cepat Kering

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

Analis: Iran Ubah Strategi Perang, Serangan Kunci Paksa Amerika Serikat ke Perundingan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Perkuat Deteksi Penyakit, Bisakah CT Scan Photon-Counting Jadi Strategi Ketahanan Kesehatan?

Perkuat Deteksi Penyakit, Bisakah CT Scan Photon-Counting Jadi Strategi Ketahanan Kesehatan?

Health | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:17 WIB

53 Titik Api Kepung Sulawesi Selatan, Kebakaran di Gowa hingga Enrekang

53 Titik Api Kepung Sulawesi Selatan, Kebakaran di Gowa hingga Enrekang

Sulsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Mengenal Pancaindra Manusia dan Fungsinya

Mengenal Pancaindra Manusia dan Fungsinya

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:15 WIB

If You Wish Upon Me: Menemukan Alasan Hidup dari Mereka yang Menanti Ajal

If You Wish Upon Me: Menemukan Alasan Hidup dari Mereka yang Menanti Ajal

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Kabareskrim Tak Hadir, Komisi III DPR Tunda Rapat Pembahasan Konflik Agraria

Kabareskrim Tak Hadir, Komisi III DPR Tunda Rapat Pembahasan Konflik Agraria

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Sunscreen Tanpa Oxybenzone dan Octinoxate Buat Apa? Ini 4 Rekomendasinya

Sunscreen Tanpa Oxybenzone dan Octinoxate Buat Apa? Ini 4 Rekomendasinya

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:08 WIB

Deg-degan! Momen TNI AU Paksa Pesawat Asing Turun di Makassar, Ternyata Angkut Ini

Deg-degan! Momen TNI AU Paksa Pesawat Asing Turun di Makassar, Ternyata Angkut Ini

Sulsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:06 WIB

×