Suara.com - Berawal dari eksperimen resep di dapur rumah, Rizka, pemilik Haira Nasi Instan Timur Tengah, tak menyangka bisnis nasi instan Timur Tengah yang dirintisnya secara online akan berkembang menjadi rumah makan.
Kini, pemilik Haira Nasi Instan Timur Tengah itu telah membuka rumah makan di Pamulang, Tangerang Selatan. Langkah tersebut ikut mendorong omzet Haira naik sekitar 70%, dengan kanal offline (rumah makan) berkontribusi sekitar 50% terhadap total penjualan, dengan rata-rata 15-20 porsi per hari.
Perjalanan itu tidak terjadi dalam semalam. Rizka sempat harus mengganti nama brand, membangun kembali identitas bisnis, hingga nyaris menyerah sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan penjualan online, bazar, hingga kini memiliki tempat makan sendiri.
Berawal dari Mencari Rasa yang Pas
Ide bisnis Haira bermula dari kegemaran Rizka terhadap makanan Timur Tengah. Ia mencoba membuatnya sendiri, lalu berulang kali mengutak-atik resep agar lebih sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.

“Awal membangun usaha, saya mencoba berbagai formula sampai rasanya benar-benar cocok di lidah orang Indonesia. Prosesnya cukup panjang, bahkan saya sempat jenuh karena setiap hari mencoba makanan yang sama,” ujar Rizka.
Respons positif keluarga dan orang-orang di sekitarnya membuat Rizka melihat peluang. Saat itu, menurutnya, pasar makanan Timur Tengah sudah ada, tetapi produk nasi instan dengan konsep serupa masih relatif terbatas.
Haira kemudian menawarkan lima varian nasi instan, yaitu Biryani, Bukhori, Mandhi, Kebuli, dan Kabsah. Setiap kemasan berisi beras basmati, racikan bumbu lengkap, dan kismis gold yang dapat dimasak secara praktis di rumah.
Namun, ketika bisnis mulai berkembang, Rizka menghadapi persoalan yang membuatnya harus memulai kembali.
Saat mengurus pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), ia baru mengetahui bahwa nama merek yang sebelumnya digunakan telah lebih dahulu didaftarkan pihak lain. Rizka pun harus melakukan rebranding di tengah upayanya membangun pasar.
Dari proses itulah lahir nama Haira Nasi Instan Timur Tengah.
“Kalau saya sedang down, suami selalu ada untuk backup dan menyemangati. Kami benar-benar saling mendukung agar usaha ini terus berjalan,” katanya.
Dari Program SisBerdaya, Mulai Menata Bisnis
Di tengah proses rebranding, Rizka menemukan informasi mengenai program SisBerdaya dari DANA dan Ant International melalui Instagram. Ia kemudian bergabung untuk memperkuat cara pengelolaan bisnisnya.
Menurut Rizka, salah satu perubahan penting setelah mengikuti program tersebut adalah cara pandangnya terhadap usaha. Produk dan penjualan saja tidak cukup, legalitas, perencanaan, hingga strategi pertumbuhan juga perlu dibangun sejak awal.