- InJourney dan Sarinah meluncurkan program pembinaan InJourney UMKM by Sarinah PANDU untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.
- Sebanyak 81 UMKM mengikuti rangkaian kurasi, pelatihan, dan pameran yang diselenggarakan dari Juli hingga Agustus 2026 di Jakarta.
- Sembilan UMKM terbaik terpilih untuk memperluas akses pasar nasional melalui ajang Festiloka by BRImo pada Agustus 2026.
Suara.com - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, memperkuat komitmennya dalam mendorong pelaku usaha lokal melalui program InJourney UMKM by Sarinah PANDU.
Kolaborasi strategis bersama anak usahanya, PT Sarinah (Persero) atau InJourney Retail, ini dirancang sebagai motor penggerak bagi UMKM untuk naik kelas dengan memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas di dalam ekosistem pariwisata nasional.
Program ini merupakan evolusi dari inisiatif Sarinah PANDU yang telah sukses memberikan pelatihan kepada lebih dari 1.100 UMKM.
Melalui sinergi dengan InJourney, jangkauan pembinaan kini diperluas secara signifikan. Para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pelatihan teori, tetapi juga akses langsung ke jaringan retail, bandara, destinasi wisata unggulan, hingga jaringan hotel di bawah naungan InJourney.
Komisaris Utama InJourney, Iwan Setyawan, menegaskan bahwa keberadaan UMKM sangat krusial dalam memperkuat rantai nilai pariwisata di tanah air.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki para pelaku usaha lokal harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk dan kemampuan manajerial agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
"UMKM bukan hanya bagian dari perekonomian, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata Indonesia. Karena itu, kita perlu memastikan UMKM memiliki kemampuan dan akses yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berdaya saing, dan menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata. Melalui InJourney UMKM by Sarinah PANDU, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi UMKM untuk berkembang bersama ekosistem InJourney," ujar Iwan dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Strategi Pembinaan Berkelanjutan dan Akses Pasar
Penguatan kapasitas UMKM dalam program ini tidak dilakukan secara instan. Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah membangun ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas, terutama para pelaku ekonomi kreatif.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi sekaligus bagian dari masa depan bangsa. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya program pelatihan, tetapi sebuah proses pembinaan yang berkelanjutan. Kami berharap para UMKM dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas, membangun jejaring, memahami kebutuhan pasar, dan pada akhirnya menciptakan peluang usaha yang lebih besar," ujar Herdy.
Secara teknis, program InJourney UMKM by Sarinah PANDU melibatkan 81 UMKM yang telah melewati berbagai tahapan ketat.
Rangkaian program dimulai dengan proses kurasi pada 8–9 Juli 2026. Tak hanya bagi pelaku usaha, penguatan internal juga dilakukan melalui Training of Trainers (ToT) bagi 25 talent pool trainer Sarinah pada 13–17 Juli 2026 guna memastikan standar pembinaan yang mumpuni.
Sarinah turut menyusun 10 modul pembelajaran khusus yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar terkini dan kerangka pembelajaran yang komprehensif.
Puncaknya, para peserta mengikuti sesi capacity building pada 8–11 Agustus 2026 di Sarinah Thamrin, Jakarta, yang kemudian dilanjutkan dengan ajang unjuk gigi dalam Expo InJourney UMKM by Sarinah PANDU.
Eksibisi yang digelar pada 12–14 Agustus 2026 di Area Pusaka, Sarinah, menjadi momentum penting bagi 30 UMKM terpilih untuk melakukan uji pasar secara langsung.
Lokasi strategis Sarinah sebagai pusat perbelanjaan berbasis budaya memberikan pengalaman berharga bagi para pelaku usaha dalam berinteraksi dengan konsumen urban dan wisatawan di kota besar.
Setelah melalui proses seleksi dan performa selama expo, sebanyak 9 UMKM terbaik terpilih untuk melaju ke ajang yang lebih besar, yakni Festiloka by BRImo pada 16–17 Agustus 2026.
Keikutsertaan dalam festival ini menjadi peluang emas bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada khalayak yang lebih luas dan memperkuat posisi merek mereka di pasar nasional.
Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk menduplikasi kesuksesan Sarinah PANDU ke dalam skala yang lebih masif di bawah payung InJourney.
"Melalui Sarinah PANDU, kami telah membangun pengalaman dalam pembinaan UMKM, termasuk melalui pengembangan silabus, modul, dan trainer. Kami bangga pengalaman tersebut kini dapat dikembangkan bersama InJourney dalam skala yang lebih luas, sehingga pembinaan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas, tetapi juga membuka akses dan peluang pasar bagi UMKM," ujar Raisha.
Sarinah kini juga tengah mengembangkan silabus, modul, dan sistem kepelatihan yang terintegrasi dalam InJourney Retail Academy.
Tujuannya adalah menciptakan platform pembinaan UMKM yang terstruktur dan berkelanjutan, sehingga proses "naik kelas" bagi pelaku usaha lokal dapat dilakukan secara masif di berbagai daerah.
Dengan memanfaatkan aset strategis InJourney yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gerai retail di pusat kota, area komersial di bandara internasional, hingga destinasi wisata super prioritas, program ini diharapkan mampu mengintegrasikan produk UMKM ke dalam rantai pasok pariwisata.
Hal ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha usia produktif 18-45 tahun yang tengah merintis bisnis kreatif agar produk mereka tidak hanya jago kandang, tetapi juga mampu memenuhi standar kualitas global.