Kapolri Amankan Pelaku Karhutla, Boni Hargens Sebut Poin Plus untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

Bangun Santoso

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:10 WIB
Kapolri Amankan Pelaku Karhutla, Boni Hargens Sebut Poin Plus untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
Pengamat politik, Boni Hargens usai menghadiri sebuah diskusi di Jakarta. (ist)
baca 10 detik
  • Polri di bawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sukses menangani kebakaran hutan di Kalimantan.
  • Aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah tersangka pembakar lahan ilegal pada tanggal 21 Agustus 2026.
  • Analis Boni Hargens menilai langkah tegas tersebut memperkuat kepercayaan publik dan legitimasi institusi Polri.

Suara.com - Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah komando Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dinilai positif usai mencatat keberhasilan dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Isu lingkungan ini merupakan salah satu persoalan paling kritis dan menahun yang dihadapi Indonesia, mengingat dampaknya yang melintasi batas wilayah hingga ke negara tetangga.

Operasi yang dijalankan jajaran Polri tidak hanya berfokus pada pemadaman api di titik-titik panas (hotspot), tetapi juga menyentuh aspek penegakan hukum.

Aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah tersangka yang diduga kuat bertanggung jawab atas pembakaran lahan secara ilegal yang memicu kerusakan ekosistem secara masif di wilayah tersebut.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pernyataan resmi terkait perkembangan penanganan kasus kebakaran hutan di Kalimantan.

Dalam keterangan tersebut, ia menegaskan bahwa aparat kepolisian telah bergerak cepat dan terukur dalam mengidentifikasi serta mengamankan para pelaku yang diduga menjadi dalang di balik pembakaran hutan yang merusak ekosistem Kalimantan.

"Beberapa nama sudah kami amankan," ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Jumat (21/8/2026).

Pernyataan tersebut menjadi konfirmasi resmi pertama dari pimpinan tertinggi Polri mengenai hasil konkret operasi penegakan hukum di lapangan.

Respons cepat institusi kepolisian ini dipandang sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menangani kejahatan lingkungan yang berdampak luas, tidak hanya terhadap ekosistem Kalimantan, tetapi juga terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat di wilayah sekitarnya.

baca juga

Langkah berani Polri ini kemudian mendapat perhatian dari akademisi dan praktisi hukum. Analis senior dalam isu politik dan hukum, Boni Hargens, secara terbuka mengapresiasi langkah cepat yang diambil Polri dalam mengusut kasus pembakaran hutan di Kalimantan.

“Tindakan yang diambil Polri kali ini bukan sekadar respons reaktif, melainkan mencerminkan komitmen institusional yang sejalan dengan prinsip-prinsip pokok yang telah dicanangkan oleh kepemimpinan Polri”, ujar Boni dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

Boni menekankan bahwa keberhasilan Polri dalam menangani kasus ini merupakan contoh nyata implementasi prinsip PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang selama ini digaungkan oleh Jenderal Listyo Sigit.

Pendekatan berbasis data dan akuntabilitas dalam menangkap pelaku karhutla menunjukkan bahwa reformasi di tubuh Polri memberikan dampak langsung pada pelayanan publik dan perlindungan kepentingan masyarakat luas.

Lebih lanjut Boni menegaskan bahwa keberhasilan Polri dalam menangani kasus ini merupakan contoh nyata implementasi prinsip PRESISI yang menekankan pendekatan berbasis data, akuntabilitas, dan pelayanan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Langkah ini, menurut Boni, menjadi bukti bahwa reformasi institusional Polri sedang berjalan pada jalur yang tepat.

Keberhasilan Polri dalam menangani kasus kebakaran hutan di Kalimantan tidak hanya memiliki dimensi penegakan hukum semata, tetapi juga membawa implikasi politik yang signifikan.

Analis Boni Hargens menilai bahwa langkah tegas ini merupakan sebuah credit point yang nyata bagi institusi Polri dalam membangun dan mempertahankan persepsi positif publik terhadap kinerja kepolisian secara keseluruhan.

Tindakan cepat dan terukur Polri dalam menangani kejahatan lingkungan memperkuat legitimasi institusi di mata masyarakat luas, meningkatkan kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasi utama penegakan hukum yang efektif.

Hal ini sangat krusial di tengah upaya Polri untuk terus memperbaiki citra dan kualitas pelayanan kepada warga negara, terutama dalam isu-isu sensitif seperti lingkungan hidup.

Sementara itu, dalam kacamata politik, Boni menilai keberhasilan ini turut memperkuat persepsi positif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, menunjukkan bahwa aparatur negara di bawah kepemimpinan saat ini mampu bertindak tegas dalam menghadapi kejahatan lingkungan berskala besar.

Koordinasi yang solid antara kebijakan pemerintah pusat dan eksekusi di lapangan oleh Polri menjadi sinyal positif bagi stabilitas nasional.

Di luar dimensi politik, Boni menegaskan bahwa penangkapan para pelaku pembakaran hutan menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dan serius dalam melindungi kekayaan alam Kalimantan dari eksploitasi dan perusakan yang mengancam keberlangsungan ekosistem.

Hutan Kalimantan sebagai paru-paru dunia memerlukan perlindungan hukum yang ekstra ketat dari segala bentuk tindakan kriminalitas lingkungan.

“Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini menegaskan bahwa isu lingkungan, khususnya kebakaran hutan ini, tentulah bukan sekadar persoalan ekologi, melainkan ujian nyata bagi kapasitas dan integritas penegakan hukum di Indonesia”, lanjut mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA tersebut.

Boni menjelaskan bahwa keberhasilan Polri kali ini diharapkan menjadi preseden positif yang mendorong penindakan yang lebih konsisten, sistematis, dan tanpa kompromi terhadap seluruh bentuk kejahatan lingkungan di masa mendatang.

Karena bagaimanapun, tegas dosen ilmu politik Universitas Indonesia tersebut, kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kejahatan lingkungan adalah kejahatan serius yang memerlukan respons hukum yang setara dengan dampak yang ditimbulkannya terhadap alam dan masyarakat Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak

Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:16 WIB

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:09 WIB

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Malaysia dan Brunei Pakai Mekansime ASEAN Atasi Karhutla Kalimantan, Indonesia Gak Diajak?

Malaysia dan Brunei Pakai Mekansime ASEAN Atasi Karhutla Kalimantan, Indonesia Gak Diajak?

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Karhutla 600 Hektare di Way Kambas Padam, Menhut Klaim Gajah Liar Aman

Karhutla 600 Hektare di Way Kambas Padam, Menhut Klaim Gajah Liar Aman

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:56 WIB

Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim

Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?

Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Terkini

Komdigi Siapkan Aturan Harga GoFood dan Layanan Antar Barang, Platform Wajib Transparan

Komdigi Siapkan Aturan Harga GoFood dan Layanan Antar Barang, Platform Wajib Transparan

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Bikin Malu, Viral WNI Dituduh Kasih Makan Plastik ke Rusa di Nara Park Jepang

Bikin Malu, Viral WNI Dituduh Kasih Makan Plastik ke Rusa di Nara Park Jepang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran

Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Kas Negara Tekor Rp319 T, Suahasil: Memang APBN Kita Desain Defisit

Kas Negara Tekor Rp319 T, Suahasil: Memang APBN Kita Desain Defisit

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Kenali Boreout: Ketika Bosan di Kantor Lebih Menyiksa dari Beban Kerja

Kenali Boreout: Ketika Bosan di Kantor Lebih Menyiksa dari Beban Kerja

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:52 WIB

AI Tak Cukup Cuma Dipasang, Perusahaan Harus Bisa Hubungkan Data dan Operasional

AI Tak Cukup Cuma Dipasang, Perusahaan Harus Bisa Hubungkan Data dan Operasional

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Bolehkan Sholat Isya di Jam 3 Pagi? Cek Hukumnya Menurut Syariat

Bolehkan Sholat Isya di Jam 3 Pagi? Cek Hukumnya Menurut Syariat

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Lion Air Rute Batam-Jambi Batal Terbang Gegara Kabut Asap

Lion Air Rute Batam-Jambi Batal Terbang Gegara Kabut Asap

Batam | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:48 WIB

Rekam Jejak dan Profil Thomas Oentoro, Dirut Garuda Indonesia yang Baru

Rekam Jejak dan Profil Thomas Oentoro, Dirut Garuda Indonesia yang Baru

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Pecahan Proyektil Pertahanan Udara Arab Saudi Membakar Pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh

Pecahan Proyektil Pertahanan Udara Arab Saudi Membakar Pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:39 WIB

×