Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

Muhamad Yasir

Senin, 24 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas
Menteri HAM Natalius Pigai (tengah) didampingi Stafsus Menteri HAM Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional, Herman Dogopia (kanan) dan Tenaga Ahli KemenHAM Wempy Wale (kanan) memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (29/6/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/kye
baca 10 detik
  • Menteri HAM Natalius Pigai memperingatkan tingginya pengangguran di Papua mengancam stabilitas wilayah dan nasional.
  • Dalam kunjungan kerjanya di Papua Tengah, Pigai menemukan masyarakat lokal kesulitan mengakses sumber daya penting.
  • Pemerintah pusat dan daerah diminta segera memperluas lapangan kerja serta pemberdayaan ekonomi bagi warga Papua.

Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengingatkan tingginya angka pengangguran dan minimnya akses masyarakat lokal terhadap sumber daya dapat memicu instabilitas di wilayah Papua.

Hal itu disampaikan Pigai setelah menyerap aspirasi masyarakat dalam kunjungan kerja sekaligus mengikuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Papua Tengah.

Pigai menyoroti tingginya tensi gerakan masyarakat sipil di Papua di tengah situasi keamanan dan konflik bersenjata yang masih belum menentu.
Berdasarkan temuannya di lapangan, ia menyebut sebagian masyarakat Papua merasa tidak mendapatkan akses terhadap sumber daya kekuasaan, baik di bidang politik, pemerintahan, maupun dunia bisnis.

"Apa yang saya lihat, orang Papua sampaikan kepada saya, orang Papua saat ini merasa tidak mendapatkan sumber daya kekuasaan, baik itu di politik maupun juga di pemerintahan atau juga di dunia bisnis," ujar Pigai di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Menurut Pigai, keterbatasan lapangan pekerjaan dan perasaan termarjinalkan berpotensi memicu frustrasi sosial.

Kondisi tersebut kemudian dapat mendorong munculnya berbagai gerakan sipil, terutama dari kalangan angkatan kerja yang belum terserap lapangan pekerjaan.

"Maka mayoritas orang Papua cenderung jobless, penganggur. Situasi ini kami rasakan, di mana gerakan-gerakan sipil di Papua mulai dilakukan oleh mereka yang jobless tersebut, angkatan kerja," ungkap Pigai.

Ia menegaskan persoalan pengangguran di Papua tidak dapat dipandang semata-mata sebagai masalah ekonomi. Menurutnya, tingginya angka pengangguran dapat berdampak terhadap stabilitas wilayah hingga nasional.

"Tingginya pengangguran di Papua itu bisa menyebabkan dampak yang paling buruk dalam instabilitas wilayah dan bisa terganggu instabilitas nasional," ujarnya.

baca juga

Karena itu, Pigai meminta kementerian, lembaga pemerintah pusat, dan pemerintah daerah mengutamakan program pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat asli Papua.

Menurut dia, pembukaan akses ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi frustrasi sosial sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Papua.

Pigai juga menekankan perlunya kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat asli Papua untuk berpartisipasi dalam bidang politik, pemerintahan, dan dunia usaha. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Tolak Narasi Pigai, KNPB: Papua Punya Hak Merdeka Sesuai Prinsip Menentukan Nasib Sendiri!

Tolak Narasi Pigai, KNPB: Papua Punya Hak Merdeka Sesuai Prinsip Menentukan Nasib Sendiri!

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Terkini

Rekening Aktivis Diblokir, Bentuk Pola RepresiBaru Gerakan Rakyat

Rekening Aktivis Diblokir, Bentuk Pola RepresiBaru Gerakan Rakyat

Jogja | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?

Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya

Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?

Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau

Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI

Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI

Bri | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:19 WIB

×