-
Harga minyak dunia bergerak stabil setelah investor menilai sanksi ekonomi AS terhadap Iran berrisiko rendah.
-
Iran mengancam keamanan pelayaran Selat Hormuz yang menjadi jalur 20 persen pasokan minyak dunia.
-
Cadangan minyak strategis Amerika Serikat anjlok ke tingkat terendah sejak November tahun 1982.
Pemerintah Iran secara tegas mengklaim kewenangan penuh atas navigasi kapal di kawasan strategis Selat Hormuz. Pihak berwenang Tehran merilis daftar puluhan kapal tanker yang dituduh melanggar aturan perlintasan dan mengancam akan menyita muatan mereka.
Selat Hormuz merupakan jalur distribusi energi paling krusial yang mengangkut seperlima dari total kebutuhan minyak mentah dunia. Gangguan pelayaran di jalur ini berpotensi memicu krisis pasokan global secara mendadak.
Mengapa Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat Menyusut Drastis?
Konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah memaksa sejumlah negara mencairkan cadangan minyak komersial dan strategis mereka. Penyerapan stok secara mendadak dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.
Departemen Energi Amerika Serikat melaporkan penurunan cadangan minyak strategis sebesar 3,7 juta barel dalam sepekan terakhir. Angka simpanan sebesar 289,7 juta barel ini menjadi catatan terendah pemerintah sejak November 1982.
Penyusutan cadangan energi terjadi secara masif sejak dimulainya eskalasi ketegangan militer pada akhir Februari lalu. Kondisi ini menuntut penyesuaian pasokan global di tengah ketidakpastian pasar yang masih tinggi.