Legislator PDIP Soroti Data Desil Tak Akurat, Ancam Anak Indonesia Putus Sekolah

Bangun Santoso

Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Legislator PDIP Soroti Data Desil Tak Akurat, Ancam Anak Indonesia Putus Sekolah
Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyoroti penentuan kelompok desil yang tidak sesuai kondisi faktual.
  • Ketidaktepatan data desil dan perubahan mendadak tersebut menyebabkan berbagai bantuan pemerintah berpotensi menjadi tidak tepat sasaran.
  • Keterbatasan kuota KIP Kuliah yang jauh dari kebutuhan memicu banyak calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu terpaksa mundur.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati menyoroti maraknya keluhan masyarakat terkait penentuan kelompok desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi faktual.

Ketidaktepatan data desil tersebut dinilai berpotensi membuat berbagai program bantuan pemerintah tidak tepat sasaran, terutama bantuan sosial dan bantuan pendidikan.

Menurut Esti, terdapat dua persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi pemerintah, yakni penentuan desil yang tidak mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat serta ketidakcukupan kuota pada sejumlah program bantuan, khususnya Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

“Di lapangan kami menemukan banyak penentuan desil yang tidak sesuai dengan kondisi faktual. Ada tukang becak yang masuk desil 6, bahkan ada single parent yang tinggal di rumah kontrakan dan pekerjaannya tidak tetap justru masuk desil 7," ujar Esti dalam keterangan pada wartawan (25/8)

"Ketika desilnya tidak tepat, maka bantuan yang diberikan juga berpotensi tidak tepat sasaran" lanjutnya.

Persoalan tersebut menjadi krusial karena posisi desil menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan akses masyarakat terhadap berbagai program pemerintah, mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Esti juga menyoroti adanya perubahan desil masyarakat secara tiba-tiba tanpa penjelasan mengenai penyebab perubahan tersebut.

Persoalan lain terlihat dalam pelaksanaan KIP Kuliah karena akses program ini diprioritaskan bagi masyarakat dalam desil 1 hingga 4.

Esti menjelaskan, jika desil 1 sampai 4 merepresentasikan 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah, maka kapasitas bantuan pendidikan seharusnya disiapkan sebanding dengan kelompok yang menjadi sasaran.

baca juga

“Kalau jumlah mahasiswa baru sekitar 2,1 juta dan kelompok desil 1 sampai 4 mencakup 40 persen, secara logika kebutuhan KIP Kuliah bisa sekitar 800 ribu mahasiswa. Persoalannya, yang disiapkan baru sekitar 210 ribu. Artinya, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan yang ada,” kata Esti.

"Maka ketika ada banyak calon mahasiswa mundur karena tidak mendapat akses KIPK krn memang ada keterbatasan ketersediaan jumlah KIPK untuk mhs baru." tegasnya

Esti menilai keterbatasan kuota tersebut dapat berdampak langsung terhadap keberlanjutan pendidikan calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Banyak calon mahasiswa akhirnya memilih mundur karena tidak memperoleh akses KIP Kuliah.

Karena itu, ia mendorong pemerintah mengevaluasi akurasi penentuan desil sekaligus menyesuaikan ketersediaan kuota KIP Kuliah agar bantuan pendidikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Perlu ada evaluasi penentuan desil agar bantuan pendidikan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan." pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi

Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:42 WIB

Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS

Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Sorot Temuan WALHI, Legislator PDIP Minta Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Karhutla

Sorot Temuan WALHI, Legislator PDIP Minta Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Karhutla

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Guyon Politik Bahlil: Presiden Gerindra, Menteri Golkar, Tapi Proyeknya di 'Kandang Merah'

Guyon Politik Bahlil: Presiden Gerindra, Menteri Golkar, Tapi Proyeknya di 'Kandang Merah'

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Terkini

Bank Mandiri Bantah Nasabah Tarik Dana Besar-besaran Imbas Polemik Rekening Botok

Bank Mandiri Bantah Nasabah Tarik Dana Besar-besaran Imbas Polemik Rekening Botok

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Dari Probolinggo untuk NTT, Kepedulian Terus Mengalir bagi Korban Gempa Bumi

Dari Probolinggo untuk NTT, Kepedulian Terus Mengalir bagi Korban Gempa Bumi

Jatim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Cara Klaim Promo Voucher Belanja Rp50 Ribu di Market City dari BRI

Cara Klaim Promo Voucher Belanja Rp50 Ribu di Market City dari BRI

Bri | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja

Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Cara Mencari Tinggi Trapesium Jika Diketahui Luas dan Sisi Sejajarnya, Lengkap Pembahasan Soal

Cara Mencari Tinggi Trapesium Jika Diketahui Luas dan Sisi Sejajarnya, Lengkap Pembahasan Soal

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:52 WIB

Segera Tayang di Netflix! 4 Fakta Wajib Tahu tentang Drakor Mousetrap yang Dibintangi Ryu Jun Yeol

Segera Tayang di Netflix! 4 Fakta Wajib Tahu tentang Drakor Mousetrap yang Dibintangi Ryu Jun Yeol

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:50 WIB

IESR Soroti Proyek Ambisius PLTS 100 GW, Bisakah Rampung dalam Empat Tahun?

IESR Soroti Proyek Ambisius PLTS 100 GW, Bisakah Rampung dalam Empat Tahun?

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:50 WIB

OJK Dalami Rekening Warga Pati yang Diblokir Sementara

OJK Dalami Rekening Warga Pati yang Diblokir Sementara

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Bos Kripto Buka-Bukaan Soal Masa Depan Aset Digital di Indonesia

Bos Kripto Buka-Bukaan Soal Masa Depan Aset Digital di Indonesia

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Beras 5 Kg Mulai Langka di Sumsel, Harga 10 Kg Tembus Rp156 Ribu, Ada Apa?

Beras 5 Kg Mulai Langka di Sumsel, Harga 10 Kg Tembus Rp156 Ribu, Ada Apa?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:48 WIB

×