Meski Tak Mati Terbakar, Satwa Liar Tetap Terancam Karhutla

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:49 WIB
Meski Tak Mati Terbakar, Satwa Liar Tetap Terancam Karhutla
Foto udara Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XVII-OKI melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Rabu (26/8/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
baca 10 detik
  • Dosen UGM Dwi Sendi Priyono menyatakan karhutla Kalimantan memicu efek sublethal dan merusak metabolisme satwa liar.
  • Paparan asap karhutla menurunkan kondisi tubuh, melumpuhkan perilaku sosial, serta mengganggu reproduksi satwa yang selamat.
  • Karhutla menghancurkan koridor alami yang memicu fragmentasi habitat, penurunan variasi genetik, serta perkawinan sedarah.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak hanya mengancam satwa yang mati terbakar secara langsung. Ada dampak yang jauh lebih kompleks mengintai satwa-satwa endemik di lokasi karhutla.

"Kalau soal dampak (karhutla) ke satwa liar, sebenernya berlapis, dan yang paling sering luput justru lapisan yang enggak keliatan," kata Dosen Fakultas Biologi UGM sekaligus Anggota Society for Wildlife Forensic Science (SWFS), Dwi Sendi Priyono, kepada Suara.com, Kamis (27/8/2026).

Satwa dengan mobilitas rendah memang menjadi kelompok yang paling rentan. Pasalnya mereka tidak memiliki kemampuan cukup untuk segera menjauh dari titik kebakaran.

Ia menyebut reptil, amfibi, mamalia kecil, serta satwa muda sebagai kelompok yang paling terdampak kematian langsung. Namun justru hal itu memiliki proporsi kecil.

Dijelaskan Sendi, pada bencana asap karhutla memicu efek sublethal yang merusak sistem metabolisme satwa meski mereka berada jauh dari titik api. Kualitas udara yang memburuk memaksa satwa membakar cadangan energi tubuh secara berlebihan demi bertahan hidup di tengah kepungan racun asap.

"Orangutan yang kena paparan asap itu waktu istirahatnya makin panjang, jarak jelajahnya berkurang, dan katabolisme lemaknya naik. Artinya mereka masuk kondisi defisit energi, tubuhnya bakar cadangan lemak, padahal gak kena api langsung," tuturnya.

Dampak merusak paparan asap ini turut melumpuhkan perilaku sosial serta reproduksi satwa. Misalnya 'nyanyian' Owa yang berguna sebagai penanda pertahanan teritori dan mencari pasangan saat kebakaran gambut 2006 silam kian berkurang frekuensi serta durasinya.

"Jadi satwa yang selamat pun kondisi tubuhnya turun dan fungsi reproduksinya terganggu, efeknya baru keliatan beberapa musim kemudian," tandasnya.

Tak berhenti di situ, kata Sendi, karhutla menghancurkan koridor alami yang menghubungkan antarwilayah hutan. Habitat yang terfragmentasi parah memecah populasi satwa menjadi kelompok-kelompok kecil yang terisolasi.

baca juga

Kondisi itu memicu kemerosotan variasi genetik serta perkawinan sedarah (inbreeding) dan daya adaptasi satwa terhadap penyakit atau tekanan iklim menurun. 

"Ini yang bikin satu populasi bisa punah walaupun secara angka individunya masih ada," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maki-maki Netizen Malaysia kepada Presiden Prabowo Gegara Karhutla, Disuruh Ganti Nama

Maki-maki Netizen Malaysia kepada Presiden Prabowo Gegara Karhutla, Disuruh Ganti Nama

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang Puncak Kemarau

Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang Puncak Kemarau

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan

Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:33 WIB

Terkini

Mengenal Rumus Volume dan Luas Permukaan Prisma: Panduan Lengkap Sifat, Jenis, dan Contoh Soal

Mengenal Rumus Volume dan Luas Permukaan Prisma: Panduan Lengkap Sifat, Jenis, dan Contoh Soal

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Disrupsi AI di Industri Kreatif: Ketika Keterampilan Teknis Saja Tak Lagi Cukup

Disrupsi AI di Industri Kreatif: Ketika Keterampilan Teknis Saja Tak Lagi Cukup

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:53 WIB

5 Rekomendasi HP dengan Layar Lebar dan UI Sederhana untuk Orang Tua

5 Rekomendasi HP dengan Layar Lebar dan UI Sederhana untuk Orang Tua

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Kabut Asap: Kasus ISPA Riau Tembus 1.960, Pekanbaru dan Pelalawan Tertinggi

Kabut Asap: Kasus ISPA Riau Tembus 1.960, Pekanbaru dan Pelalawan Tertinggi

Riau | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Meski Tak Mati Terbakar, Satwa Liar Tetap Terancam Karhutla

Meski Tak Mati Terbakar, Satwa Liar Tetap Terancam Karhutla

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Spanduk Jangan Ganggu Mandat 5 Tahun Presiden Prabowo Terbentang di JPO Senayan

Spanduk Jangan Ganggu Mandat 5 Tahun Presiden Prabowo Terbentang di JPO Senayan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Maki-maki Netizen Malaysia kepada Presiden Prabowo Gegara Karhutla, Disuruh Ganti Nama

Maki-maki Netizen Malaysia kepada Presiden Prabowo Gegara Karhutla, Disuruh Ganti Nama

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Massa Terus Padati Gedung DPR, Polisi Perketat Penjagaan dan Lakukan Pemeriksaan Acak

Massa Terus Padati Gedung DPR, Polisi Perketat Penjagaan dan Lakukan Pemeriksaan Acak

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Anwar Ibrahim: Ya Allah Kendalikan Kabut Asap Kebakaran Hutan Agar Bisa Dirayakan HUT Malaysia

Anwar Ibrahim: Ya Allah Kendalikan Kabut Asap Kebakaran Hutan Agar Bisa Dirayakan HUT Malaysia

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:38 WIB

Dua Karyawan Jasa Pengolahan Uang Diduga Gelapkan Dana ATM BRI Rp10,15 Juta

Dua Karyawan Jasa Pengolahan Uang Diduga Gelapkan Dana ATM BRI Rp10,15 Juta

Jawa Tengah | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:36 WIB

×