- Kepolisian memperketat penjagaan dan melakukan pemeriksaan acak terhadap massa di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, pada Kamis pagi.
- Petugas memberlakukan penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan parlemen untuk mengurai kemacetan.
- Perwakilan koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu diundang masuk ke kompleks parlemen untuk mengikuti audiensi dengan DPR.
Suara.com - Penjagaan di sekitar Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, diperketat seiring dengan terus berdatangannya massa aksi pada Kamis pagi.
Pantauan hingga pukul 10.00 WIB, peserta aksi tampak mulai memenuhi area gerbang utama parlemen.
Untuk mengawal jalannya demokrasi, pihak kepolisian menerapkan prosedur pemeriksaan acak. Petugas menyisir peserta yang melintas menuju lokasi untuk memastikan tidak ada barang terlarang atau benda membahayakan yang dibawa ke tengah massa.
Langkah preventif ini diambil demi menjaga ketertiban umum selama orasi berlangsung.
Selain barikade petugas, rekayasa lalu lintas juga mulai diberlakukan.
Akses utama menuju kawasan parlemen ditutup rapat. Kendaraan yang melintas dari arah Gatot Subroto dialihkan menuju Jalan Gerbang Pemuda untuk mengurai kemacetan.
Bagi warga yang hendak melintasi kawasan Senayan, diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar tidak terjebak penutupan jalan.
Sementara itu, layanan transportasi umum TransJakarta juga mengalami penyesuaian.
Bus TransJakarta tidak melayani naik dan turun penumpang di Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan.
Layanan dari arah tertentu hanya sampai Halte Semanggi dan perjalanan kemudian dilanjutkan dari Halte Kemanggisan.
Sementara itu, akses keluar Tol Senayan juga ditutup untuk kendaraan yang hendak menuju kawasan parlemen.
Di tengah pengamanan dan rekayasa lalu lintas tersebut, massa terus berdatangan dan berkumpul di depan gerbang Gedung DPR.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perwakilan koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) juga diundang oleh perwakilan DPR untuk memasuki kompleks parlemen guna mengikuti audiensi.
Audiensi tersebut menjadi salah satu upaya penyampaian aspirasi massa kepada perwakilan DPR terkait tuntutan yang dibawa dalam aksi.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih menyampaikan aspirasi di depan gerbang Gedung DPR, sementara petugas keamanan tetap berjaga di sekitar lokasi. (Antara)