Para Penjaga Lemo Nakai: Cerita Masyarakat Batu Raja R Hidup Selaras Tanpa Korbankan Hutan

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:22 WIB
Para Penjaga Lemo Nakai: Cerita Masyarakat Batu Raja R Hidup Selaras Tanpa Korbankan Hutan
Sukman, Para Penjaga Lemo Nakai: Mencari Penghidupan Tanpa Mengorbankan Hutan. (Suara.com/Bimo Aria Fundrika)
baca 10 detik
  • Lembaga desa dan masyarakat adat Rejang di Bengkulu Utara mengelola sekitar 1.000 hektare kawasan Perhutanan Sosial Lemo Nakai berdasarkan izin resmi tahun 2017.
  • Masyarakat berupaya menaikkan nilai ekonomis kopi dan kerajinan resam untuk mencegah pembalakan liar serta menjaga tutupan hutan dari kerusakan.
  • Pendampingan dari KKI Warsi sejak 2022 membantu memperkuat kapasitas warga mengelola usaha ekonomi tanpa harus mengorbankan kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Suara.com - Pandangan Renaldi menerawang. Sebatang rokok terselip di antara jarinya, tetapi sejak tadi tak kunjung dihisap. Ia seperti sedang menarik kembali ingatan pada sebuah kejadian yang pernah membuatnya waswas.

“Waktu itu sekitar 30 hektare sudah dibuka. Tinggal pohon-pohon besar yang belum ditebang,” kata Renaldi.

Pagi itu, di Desa Batu Raja R, Bengkulu Utara, percakapan tentang hutan membuat Renaldi berulang kali mengurungkan niat mengisap rokoknya. Abu di ujung rokok kian memanjang. Sesekali tangannya bergerak, tetapi rokok yang terselip di antara jarinya tetap tak tersentuh.

Renaldi adalah Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Lemo Nakai sekaligus Kepala Desa Batu Raja R, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara. Lebih dari satu dekade ia mengikuti perubahan cara warga desanya berhubungan dengan hutan.

Renaldi, Para Penjaga Lemo Nakai: Mencari Penghidupan Tanpa Mengorbankan Hutan. (Suara.com/Bimo Aria Fundrika)
Renaldi, Para Penjaga Lemo Nakai: Mencari Penghidupan Tanpa Mengorbankan Hutan. (Suara.com/Bimo Aria Fundrika)

Hutan yang dimaksud adalah Lemo Nakai, kawasan Perhutanan Sosial seluas sekitar 1.000 hektare di wilayah administratif Desa Batu Raja R. Desa seluas 3.626,3 hektare ini sekitar 70 persen wilayahnya berupa hutan dan perbukitan.

 Mayoritas penduduknya merupakan masyarakat adat Rejang, salah satu kelompok etnis asli dan telah lama mendiami wilayah Bengkulu, dengan bahasa, tradisi, serta sejarah yang berkembang turun-temurun dan erat dengan kehidupan di sekitar hutan.

Nama Lemo Nakai sendiri lekat dengan air. Dalam bahasa Rejang, Lemo berarti lima, sementara Nakai merujuk pada sumber mata air. Nama tersebut merujuk pada lima aliran mata air yang berada di kawasan Lemo Nakai. 

Di desa ini, batas antara hutan dan kehidupan sehari-hari nyaris tak terlihat. Air dari hutan mengalir ke persawahan, sementara kebun warga berada di kaki perbukitan. Lemo Nakai juga berada di bagian hulu sub-DAS Nakai, sehingga kondisi hutan di kawasan ini ikut menentukan ketersediaan air bagi persawahan Batu Raja R dan wilayah di sekitarnya.

Namun, menjaga hutan tidak pernah sesederhana memasang larangan.

baca juga

Ketika Kayu Menjadi Sumber Penghidupan

Pada awal 2000-an, kata Sukman, warga masih cukup leluasa keluar-masuk kawasan hutan. Sukman merupakan Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Besambu Lemo Nakai sekaligus salah satu warga yang telah lama terlibat dalam patroli hutan. Ia bahkan dipercaya menjadi ketua patroli. Pengalaman tersebut membuatnya masih mengingat masa ketika kayu dari hutan menjadi salah satu sumber penghasilan warga.

“Dulu sekitar tahun 2000-an, masih banyak orang yang masuk ke hutan untuk menebang. Bukan hanya masyarakat dari sini, orang dari luar desa juga banyak yang masuk,” kata Sukman.

Kayu bisa memberikan hasil yang lebih cepat dibandingkan menunggu hasil kebun atau pekerjaan lain. Ketika pilihan penghasilan terbatas, hutan menjadi salah satu sumber daya yang paling mudah dijangkau.

Tetapi pohon yang ditebang hari itu membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh kembali. Perubahan tutupan hutan Lemo Nakai dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tekanan tersebut:

TahunTutupan Hutan
20171.022,60 ha
2018990,88 ha
2019970,20 ha
2020957,89 ha
2021953,00 ha
2022946,16 ha
2023938,94 ha
2024938,79 ha
2025913,04 ha

Sumber: Hasil Analisis KKI Warsi/Muhammad Nur Alif (2025)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Hari Dilanda Karhutla, Lahan Gambut Tanjab Timur Terus Diburu Api

3 Hari Dilanda Karhutla, Lahan Gambut Tanjab Timur Terus Diburu Api

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Perintah Prabowo ke Menhut Raja Juli: Urus Karhutla Jangan Omon-omon, Harus Aksi Nyata

Perintah Prabowo ke Menhut Raja Juli: Urus Karhutla Jangan Omon-omon, Harus Aksi Nyata

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Ditanya Kenapa Tak Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Ini Jawaban Menhut

Ditanya Kenapa Tak Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Ini Jawaban Menhut

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Terkini

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:07 WIB

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:06 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:01 WIB

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 08:00 WIB

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 T

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:59 WIB

4 Tablet 4G Murah dengan Performa Kencang dan Baterai Awet yang Bisa Dipilih

4 Tablet 4G Murah dengan Performa Kencang dan Baterai Awet yang Bisa Dipilih

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 07:48 WIB

Scam Sudah Jadi Industri, OJK Dorong Sistem Anti-Penipuan Terintegrasi

Scam Sudah Jadi Industri, OJK Dorong Sistem Anti-Penipuan Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:43 WIB

5 Perbedaan Masker Peel Off dan Wash Off untuk Wajah yang Perlu Diketahui

5 Perbedaan Masker Peel Off dan Wash Off untuk Wajah yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:40 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:30 WIB

Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura

Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 07:26 WIB

×