- Kebakaran lahan Kalimantan menyebabkan kabut asap dan memburuknya kualitas udara di kawasan Lembah Klang Malaysia.
- Sebanyak 40 wilayah di Semenanjung Malaysia tercatat berada dalam kategori tidak sehat akibat polusi udara tersebut.
- Wilayah Serian di Sarawak turut mencatatkan Indeks Pencemaran Udara tidak sehat mencapai angka 160.
Suara.com - Kondisi kabut asap akibat kebakaran lahan (karhutla) Kalimantan di kawasan Lembah Klang, Malaysia, semakin memburuk.
Seluruh wilayah yang masuk dalam pemantauan kualitas udara tercatat berada dalam kategori tidak sehat.
Menurut laporan Kosmo, berdasarkan data Sistem Pengelolaan Indeks Pencemaran Udara (APIMS), sembilan wilayah di Lembah Klang mencatat Indeks Pencemaran Udara (IPU) di atas 100 hingga pukul 21.00 waktu setempat.
Johan Setia, Selangor, menjadi wilayah dengan angka pencemaran tertinggi di kawasan tersebut. Nilai IPU di daerah itu mencapai 190, mendekati batas atas kategori tidak sehat.
Sejumlah wilayah lainnya juga mencatat angka tinggi. Cheras, Kuala Lumpur berada di angka 180, Shah Alam 174, Putrajaya 175, Batu Muda 172, Klang 169, Petaling Jaya 168, Kuala Selangor 166, dan Banting 165.

Kondisi tersebut membuat Lembah Klang tetap menjadi salah satu kawasan yang terdampak kualitas udara buruk di Malaysia.
Peningkatan nilai IPU menunjukkan konsentrasi pencemar udara masih berada pada tingkat yang perlu diwaspadai.
40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak
Tidak hanya Lembah Klang, kualitas udara buruk juga meluas ke berbagai wilayah di Semenanjung Malaysia.
Secara keseluruhan, 40 wilayah yang masuk dalam pemantauan tercatat berada dalam kategori tidak sehat.
Nilai IPU tinggi antara lain tercatat di Nilai, Negeri Sembilan, dengan angka 178, disusul Seremban 173 dan Tangkak, Johor, sebesar 170.
Tanjung Malim, Perak, mencatat angka 168, sementara Jerantut, Pahang, berada di 168 dan Temerloh mencapai 166.
Sejumlah wilayah lainnya juga berada dalam kategori tidak sehat, termasuk Indera Mahkota di Kuantan, Melaka, Seri Manjung, Alor Gajah, Pasir Gudang dan Kuala Terengganu.
Serian di Sarawak Capai IPU 160
Kondisi serupa juga terpantau di Sarawak. Namun, dari wilayah yang masuk dalam daftar pemantauan, hanya Serian yang tercatat berada dalam kategori tidak sehat dengan IPU 160.
Dalam sistem penilaian kualitas udara Malaysia, IPU 101–200 dikategorikan tidak sehat, sedangkan angka 51–100 berada dalam kategori sedang.
Data tersebut menunjukkan kabut asap masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Malaysia.
Kondisi kualitas udara dapat berubah seiring perkembangan cuaca, arah angin, dan sumber pencemaran yang memengaruhi konsentrasi polutan di udara.