Tak Cuma Membunuh, Israel Bikin Bodoh Anak-anak Palestina dengan Cara Ini

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:22 WIB
Tak Cuma Membunuh, Israel Bikin Bodoh Anak-anak Palestina dengan Cara Ini
Anak-anak Palestina di Masafer Yatta memulai tahun ajaran baru dalam bayang-bayang ancaman pembongkaran sekolah oleh militer Israel. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Sekolah Shaab al-Butum di Masafer Yatta terancam diratakan penuh setelah fasilitasnya dihancurkan militer Israel.

  • Sebanyak 84 sekolah Palestina yang melayani 13.000 siswa kini menghadapi perintah pembongkaran dari otoritas Israel.

  • Pembongkaran sekolah dan kekerasan pemukim merupakan upaya sistematis Israel untuk mengusir warga Palestina dari Area C.

Suara.com - Tahun ajaran baru di Masafer Yatta dibuka dengan ketakutan luar biasa setelah pasukan militer Israel meratakan fasilitas pendidikan warga Palestina pada 4 Agustus lalu. Pembongkaran dua ruang administrasi dan satu ruang penyimpanan di Sekolah Shaab al-Butum menjadi bukti nyata eskalasi penindasan yang menghancurkan ruang belajar anak-anak di Tepi Barat.

PBB mencatat dalih Klasik Israel mengenai ketiadaan izin bangunan Area C kerap dipakai untuk menghapus hak belajar anak-anak Palestina secara terstruktur. Padahal, otoritas pendudukan hampir tidak pernah menerbitkan izin pembangunan bagi warga lokal di wilayah kontrol penuh militer mereka.

Pola penghancuran sistematis ini mengancam keberlangsungan hidup komunitas lokal yang menjadikan sekolah sebagai benteng terakhir pertahanan wilayah mereka. Ketidakpastian hukum kini merampas ruang aman anak-anak sebelum buldoser militer benar-benar merobohkan sisa ruang kelas yang ada.

Anak-anak seperti Farah (17), Mohammed (8), dan Jawad (7) kini harus menanggung beban trauma psikologis saban hari saat melangkah ke sekolah. Fasilitas Shaab al-Butum yang menjadi satu-satunya tempat belajar di desa tersebut kini terancam rata dengan tanah sepenuhnya dalam persidangan 15 September mendatang.

Farah menceritakan bahwa sekolah tersebut adalah satu-satunya tempat yang pernah ia singgahi untuk menimba ilmu.

"Saya takut dengan apa yang akan terjadi sekarang," ujar Farah kepada Al Jazeera.

Mohammed menyuarakan ketakutan serupa mengenai masa depan tempat belajarnya yang terus mengencang.

Ia khawatir pasukan Israel akan kembali untuk merobohkan apa yang tersisa dari sekolah tersebut. Sementara itu, Jawad mengungkapkan kesedihannya melihat kondisi sekolah yang rusak dan berharap agar tempat belajarnya dapat kembali seperti semula.

Kepala Dewan Lokal Masafer Yatta, Nidal Younis, menilai ancaman fisik terhadap ruang kelas merupakan bagian dari strategi pengusiran paksa penduduk Palestina secara perlahan. Penetapan wilayah tersebut sebagai zona tembak militer sejak 1980-an menjadi alat legitimasi untuk menggusur pemukiman warga lokal.

baca juga

Eskalasi serangkaian serangan kini menyasar seluruh sendi kehidupan masyarakat di kawasan terisolasi tersebut tanpa henti. Seluruh dari tujuh sekolah yang berdiri di wilayah Masafer Yatta saat ini berada dalam status terancam pembongkaran oleh otoritas pendudukan.

"Ini adalah ujian yang diperbarui pada setiap tahun ajaran, di tengah eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh otoritas pendudukan," kata Younis kepada Al Jazeera.

"Tahun ini hadir di tengah pengetatan kebijakan pendudukan dalam merobohkan sekolah-sekolah, dan kekerasan pemukim yang bersimaharajalela yang menargetkan segala hal di desa-desa ini," tambahnya.

Kekerasan tersebut, menurut Younis, terus membayangi kehidupan harian anak-anak, menargetkan para siswa yang pergi ke sekolah mereka, para siswa saat berada di kelas, dan bahkan di dalam rumah.

"Kami tidak tahu apakah sekolah-sekolah ini akan bertahan hingga akhir tahun akademik ini, apalagi masih berdiri saat tahun ajaran berikutnya dimulai," tegasnya, sembari menekankan tekad warga Palestina untuk tetap bertahan terlepas dari rasa sakit dan kebiadaban Israel.

Aktivis sekaligus pengajar, Tariq Hathaleen, menegaskan bahwa serbuan kelompok pemukim yang dikawal militer telah menghancurkan batas aman lembaga pendidikan. Ketidakpastian kapan buldoser akan datang sengaja diciptakan untuk merusak mental para guru dan murid secara terus-menerus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Militer Israel Tembak Remaja Palestina di Gedung PBB, Netanyahu Bilang Itu Sah

Detik-detik Militer Israel Tembak Remaja Palestina di Gedung PBB, Netanyahu Bilang Itu Sah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Mau Akses Nuklir dari AS, Arab Saudi Harus Berteman dengan Israel

Mau Akses Nuklir dari AS, Arab Saudi Harus Berteman dengan Israel

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Terkini

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

×