-
Ancaman jebolnya danau bendungan berkapasitas 2,5 juta meter kubik air menangguhkan evakuasi di Tibet.
-
Banjir bandang akibat gempa dan longsor di Nepal menyebabkan 558 orang hilang.
-
Tim SAR dan 4.000 prajurit militer berhasil mengevakuasi ribuan korban selamat menggunakan armada helikopter.
Angkatan Bersenjata Nepal menerjunkan ribuan prajurit ke medan berat demi memimpin evakuasi warga dan wisatawan. Pasukan khusus udara dikerahkan untuk menjangkau area paling kritis.
Tentara Nepal berhasil mengevakuasi 336 orang, termasuk 45 wisatawan asing, menggunakan helikopter dari zona banjir. Juru bicara Angkatan Darat Nepal Raja Ram Basnet mengonfirmasi pada Kamis bahwa sekitar 4.000 personel militer dikerahkan dalam upaya penyelamatan tersebut.
Kawasan pegunungan tinggi Tibet dan Nepal dikenal memiliki bentang alam yang sangat rentan terhadap guncangan tektonik. Gempa bumi yang mengguncang wilayah lintasan sungai dengan kerapatan lereng curam sering kali memicu longsoran material padat dalam volume massif.
Material longsoran tersebut kerap menyumbat aliran sungai utama dan membentuk bendungan alami yang menahan volume air sangat besar. Ketika tekanan hidrostatik air melampaui ketahanan dinding lumpur, risiko banjir bandang dahsyat dapat mengancam keselamatan ribuan warga di kawasan hilir.