Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS

Vania Rossa

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:58 WIB
Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS
The 4th International & Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2026. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Indonesia terus mempercepat pengembangan teknologi CCS sebagai salah satu upaya mengurangi emisi karbon.
  • Pengembangan CCS kini mulai memasuki tahap implementasi dengan dukungan regulasi dan kerja sama internasional.
  • Teknologi ini diharapkan dapat membantu Indonesia mencapai target Net Zero Emissions (NZE).

Suara.com - Indonesia terus mempercepat pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai salah satu langkah untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE).

Pengembangan CCS menjadi perhatian seiring Indonesia mulai memasuki tahap implementasi proyek, setelah sebelumnya fokus pada penyusunan regulasi dan penguatan kerja sama. Teknologi ini memungkinkan karbon dioksida (CO) ditangkap dari sumber emisi sebelum dilepaskan ke atmosfer, kemudian diangkut dan disimpan di lokasi yang telah ditentukan.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam The 4th International & Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2026 yang digelar Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada 26-27 Agustus 2026.

Ketua Panitia Pelaksana IICCS Forum 2026, Junaedi, mengatakan Indonesia saat ini telah memasuki fase baru dalam pengembangan CCS. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, investor, penyedia teknologi, dan mitra internasional agar proyek CCS dapat segera diterapkan.

“Indonesia telah memasuki fase baru dalam pengembangan Carbon Capture and Storage. Oleh karena itu, IICCS Forum 2026 tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, penyedia teknologi, akademisi, dan mitra internasional untuk membangun kolaborasi strategis yang mampu mempercepat implementasi proyek-proyek CCS di Indonesia,” ujar Junaedi.

Executive Director ICCSC Belladonna Troxylon Maulianda mengatakan Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam pengembangan CCS, antara lain melalui penyempurnaan regulasi dan peningkatan kerja sama internasional.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh elemen pendukung, mulai dari kebijakan, pembiayaan, infrastruktur, hingga pengembangan kapasitas, mampu berjalan secara selaras agar implementasi proyek CCS dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi dekarbonisasi maupun pembangunan ekonomi nasional,” kata Belladonna.

Salah satu perkembangan kerja sama yang dibahas adalah proyek dekarbonisasi Ofaweri yang memanfaatkan Tangguh CCUS. Pemerintah Indonesia dan Jepang melalui Joint Credit Mechanism (JCM) Joint Committee telah menyetujui inisiatif tersebut untuk melanjutkan ke tahap berikutnya sebagai proyek JCM.

Persetujuan itu menjadikan Tangguh CCUS sebagai proyek CCUS pertama yang terdaftar dalam kerangka JCM. Selain itu, bp dan Mitsubishi Research Institute terpilih dalam program NEDO 2026 untuk mengembangkan metodologi JCM baru bagi teknologi CCUS rendah karbon di Indonesia.

baca juga

Kerja sama juga diperkuat melalui penandatanganan MoU antara ICCSC dan Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) terkait advokasi CCS dan perdagangan karbon. ICCSC turut menandatangani MoU dengan ETRS Center Korea untuk kerja sama pembangunan rendah karbon dan infrastruktur.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai CCS dapat berperan dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan Carbon Capture and Storage di kawasan. Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, investor, dan mitra internasional, Indonesia dapat mempercepat implementasi CCS sekaligus menciptakan peluang investasi baru, meningkatkan daya saing industri nasional, dan mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions,” ujar Eddy.

Pengembangan CCS selanjutnya akan diarahkan pada sejumlah aspek, mulai dari penerapan proyek, cross-border CCS, penguatan Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), hingga pengembangan pasar karbon dan teknologi pendukung.

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat penerapan CCS di Indonesia sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan emisi dan mencapai target NZE.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon

Mulai 2027, Perusahaan Tak Bisa Lagi Sembunyikan Jejak Emisi Karbon

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Di Balik Pengalaman Relaksasi, Spa Menyimpan Jejak Karbon yang Tak Terlihat

Di Balik Pengalaman Relaksasi, Spa Menyimpan Jejak Karbon yang Tak Terlihat

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:55 WIB

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:25 WIB

Terkini

Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat

Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:54 WIB

Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!

Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!

Bri | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:54 WIB

Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi

Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi

Surakarta | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:44 WIB

Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI

Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas, PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS

Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas, PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: Hakim Akui Ada Penyimpangan Prosedural

Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: Hakim Akui Ada Penyimpangan Prosedural

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:32 WIB

141 Anak dan Perempuan Dipulangkan Usai Demo 27 Agustus, Polisi: Ada yang Bawa Bensin

141 Anak dan Perempuan Dipulangkan Usai Demo 27 Agustus, Polisi: Ada yang Bawa Bensin

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Flores Diguncang Gempa, Pertamina Segera Pulihkan Distribusi Energi

Flores Diguncang Gempa, Pertamina Segera Pulihkan Distribusi Energi

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Dari Beragam Budaya hingga Satu Meja, Ketika Anak Muda Berani Cari Jalan Keluar untuk Isu Dunia

Dari Beragam Budaya hingga Satu Meja, Ketika Anak Muda Berani Cari Jalan Keluar untuk Isu Dunia

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:24 WIB

×