Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:54 WIB
Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat
Aliansi Rakyat Memanggil yang menggelar 'Agustus Gelap' di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (28/8/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Ratusan massa dari berbagai elemen menggelar aksi Agustus Gelap di Bundaran UGM pada Jumat, 28 Agustus 2026.
  • Aksi tersebut dilakukan untuk mengenang korban jiwa tragedi tahun lalu serta memprotes ketimpangan sosial dan kekerasan aparat.
  • Aliansi massa menyodorkan enam tuntutan kepada pemerintah guna menjamin kebebasan sipil, kesejahteraan, dan penghentian impunitas.

Suara.com - Gelombang kemarahan publik kembali membuncah di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam aksi massa bertajuk Agustus Gelap.

Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa, elemen buruh, kelompok lintas solidaritas, hingga pengemudi ojek online (ojol) berkumpul menggelar perlawanan atas belum membaiknya situasi demokrasi dan ruang hidup rakyat.

Aksi ini menjadi panggung perlawanan terbuka atas pengabaian negara terhadap berbagai ketimpangan sosial dan kekerasan aparat yang tak kunjung diselesaikan.

Tak hanya itu, aksi ini turut digelar untuk memperingati satu tahun tragedi berdarah Agustus tahun lalu.

Massa menyalakan lilin, menabur bunga, dan menggelar doa bersama untuk mengenang para korban jiwa aksi Agustus tahun lalu. Di antara mereka yang dikenang adalah Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas usai terlindas rantis Brimob, serta Rheza Sendy Pratama dan para martir lainnya.

"Kami menyebutnya Agustus Gelap karena peringatan kemerdekaan Indonesia tidak menghadirkan pemenuhan hak-hak rakyat, tapi justru meneruskan pola-pola lama yang otoriter dan militeristik," kata Bung Kus dari Forum Cik Ditiro sekaligus Humas Aliansi Rakyat Memanggil, Jumat (28/8/2026).

Massa menilai pemerintah sama sekali tidak memiliki niat untuk menyelesaikan persoalan mendasar rakyat. Hal itu tercermin dari pengalokasian anggaran publik yang dinilai sangat timpang dan salah arah.

Negara dianggap lebih memprioritaskan proyek-proyek yang tidak jelas kemanfaatannya bagi masyarakat ketimbang menjamin kesejahteraan dasar warga.

"Anggaran polisi dan militer diperbesar, tapi subsidi pendidikan dan kesehatan justru dipotong. Ketimpangannya sangat terasa, misalnya jika membandingkan gaji karyawan MBG dengan guru," tandasnya.

baca juga

Bung Kus menegaskan bahwa hingga hari ini tidak ada satu pun pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dan penangkapan ribuan warga pada aksi tahun lalu. Pembiaran tersebut membuktikan bahwa negara terus memelihara iklim impunitas bagi para pelaku kekerasan aparat.

Aliansi Rakyat Memanggil yang menggelar 'Agustus Gelap' di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (28/8/2026). [Suara.com/Hiskia]
Aliansi Rakyat Memanggil yang menggelar 'Agustus Gelap' di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (28/8/2026). [Suara.com/Hiskia]

Massa Aliansi Rakyat Memanggil dalam aksi kali ini menyodorkan setidaknya enam poin tuntutan mendasar.

Tuntutan tersebut untuk menjamin kebebasan sipil dan demokrasi, menghentikan militerisme dan impunitas, mewujudkan kesejahteraan mulai dari melindungi hak hidup layak, serta melindungi kedaulatan rakyat atas ruang hidup dan memenuhi hak atas ruang sipil.

Massa turut menuntut pemerintah untuk menuntaskan penanganan bencana dan menghentikan berlanjutnya krisis pascabencana, mulai dari Aceh, dampak gempa NTT, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan beberapa daerah lain.

Terakhir, massa mendesak pemerintah untuk menerbitkan regulasi bagi pengemudi transportasi online dan kurir.

Penegasan senada disuarakan oleh perwakilan Beranda Migran, Kim. Ia menegaskan bahwa konsolidasi massa dari berbagai elemen, termasuk jaringan ojol dan mahasiswa, terbangun atas rasa solidaritas yang sama terhadap ketidakadilan yang kian bergulir.

"Agustus Gelap ini untuk merawat ingatan bahwa perjuangan kita satu tahun lalu belum membuahkan hasil, situasi semakin memburuk, dan jangan sampai kita melupakan kawan-kawan yang meninggal atau dipenjara," tegas Kim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana, Bahas Solusi Karhutla dan Nasib Masyarakat Adat

Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana, Bahas Solusi Karhutla dan Nasib Masyarakat Adat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:22 WIB

Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang

Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:50 WIB

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Dinilai Sangat Memungkinkan

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Dinilai Sangat Memungkinkan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:55 WIB

BEI Peringatkan Efek Karhutla: Pasokan Unit Karbon Bisa Menyusut

BEI Peringatkan Efek Karhutla: Pasokan Unit Karbon Bisa Menyusut

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Sekolah Diliburkan karena Asap Karhutla, KPAI Ingatkan Negara Tak Boleh Lepas Tangan dari Anak

Sekolah Diliburkan karena Asap Karhutla, KPAI Ingatkan Negara Tak Boleh Lepas Tangan dari Anak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Karhutla Mulai Mengusik Hak Anak: Kesehatan, Pendidikan hingga Lingkungan Terdampak

Karhutla Mulai Mengusik Hak Anak: Kesehatan, Pendidikan hingga Lingkungan Terdampak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Karhutla Masih Membara di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Meranti

Karhutla Masih Membara di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Meranti

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 07:42 WIB

BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda

BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 07:41 WIB

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:38 WIB

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB

Jangan Takut! Ini Arti Mimpi Melihat Ular Menurut Psikologi, Primbon Jawa, dan Islam

Jangan Takut! Ini Arti Mimpi Melihat Ular Menurut Psikologi, Primbon Jawa, dan Islam

News | Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB

Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam

Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 07:34 WIB

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Surakarta | Selasa, 15 September 2026 | 07:31 WIB

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:30 WIB

×