Mojtaba Khamenei Minta Pemimpin Negara Timur Tengah Bersatu Melawan Musuh Utama Islam

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Mojtaba Khamenei Minta Pemimpin Negara Timur Tengah Bersatu Melawan Musuh Utama Islam
Mojtaba Khamenei (Jerusalem post)
baca 10 detik
  • Mojtaba Khamenei mendesak penguasa Teluk membentuk aliansi pertahanan bersama untuk melawan musuh utama.

  • Perdagangan luar negeri Iran anjlok 35 persen akibat sanksi dan blokade laut Amerika Serikat.

  • Presiden Masoud Pezeshkian mendorong pemulihan kesepakatan ekonomi dan kendali atas jalur Selat Hormuz.

Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mendesak negara Arab di kawasan Teluk untuk membentuk aliansi pertahanan bersama demi menghadapi ancaman musuh nyata.

Langkah diplomatik ini diambil di tengah hancurnya perekonomian domestik akibat blokade laut serta sanksi ketat yang dilancarkan Amerika Serikat.

Ketegangan regional yang kian memuncak memaksa Tehran mengubah pola pendekatan politiknya terhadap kerajaan-kerajaan Teluk yang selama ini menjadi rival geopolitiknya.

Media Iran merilis video langka yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di tengah spekulasi kondisi kesehatannya. [Istimewa]
Media Iran merilis video langka yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di tengah spekulasi kondisi kesehatannya. [Istimewa]

Gagasan persatuan ini menjadi penawaran strategis baru Iran untuk menggalang kekuatan Islam di tengah gempuran militer serta tekanan finansial yang terus meluas.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Tehran berusaha memecah isolasi diplomatik yang mengancam stabilitas pemerintahannya sejak perang meletus.

Pesan tertulis yang dipublikasikan melalui saluran Telegram resminya dalam rangka Pekan Persatuan Islam tersebut menekankan pentingnya kerja sama di berbagai sektor.

Dokumen itu menyebutkan bahwa pihak manapun yang memicu perpecahan di antara sesama umat Islam secara langsung telah membantu kepentingan musuh.

Ia menyerukan agar negara-negara tetangga tidak membiarkan kehancuran melanda kawasan hanya karena tidak adanya kesepakatan kolektif.

"Rekomendasi saya yang tegas dan berulang kali kepada para penguasa negara-negara Islam, khususnya negara-negara di Asia Barat dan Teluk, adalah kenalilah musuhmu yang sebenarnya, pahami rencananya, dan hadapilah," kata Khamenei.

baca juga

Khamenei juga mempertanyakan keberanian pihak asing dalam menguasai wilayah strategis Middle East jika seluruh pemerintah Teluk berdiri di bawah bendera yang sama.

"Apakah penjahat tanpa identitas akan berani menginginkan tanah dan harta benda kalian jika rakyat dan pemerintah Teluk bersatu di bawah bendera Islam?" kata Khamenei.
Ia turut menyoroti nasib warga Palestina yang terus terdesak akibat tiadanya solidaritas nyata dari negara-negara Muslim di sekitarnya.

"Apakah warga Palestina akan dibiarkan begitu tidak berdaya jika umat Islam bersatu?" kata Khamenei.
Pernyataan publik ini menjadi kemunculan tertulis kesekian kalinya dari sang Pemimpin Tertinggi setelah tidak pernah terlihat secara langsung di hadapan publik selama enam bulan terakhir.

Ketidakhadiran fisiknya terjadi sejak ia terluka dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Situasi internal Iran sendiri kian terdesak setelah serangan balik Tehran ke fasilitas militer Amerika Serikat di Teluk justru memperkeruh hubungan dengan tetangganya.

Mengapa Perekonomian Iran Terus Merosot Tajam?

Dampak peperangan kini berimbas langsung pada kehancuran aktivitas perdagangan luar negeri Iran yang merosot hingga sepertiga dari kapasitas normalnya.

Pemerintah Tehran mengakui bahwa sanksi ekonomi bertajuk "D-Day Ekonomi" dari pemerintahan Presiden Donald Trump telah menghentikan arus keluar masuk barang di pelabuhan utama.

Presiden Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa pemblokiran jalur laut oleh pasukan sekutu menjadi penyebab utama jatuhnya angka ekspor impor nasional secara drastis.

"Ekspor dan impor kami merosot hampir 35 persen karena sanksi AS dan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran," kata Pezeshkian.

Meski demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran sempat membuktikan ketahanannya dengan menjual puluhan juta barel minyak saat koridor diplomasi dibuka sementara.

"Kami berhasil menjual sekitar 90 juta barel minyak selama nota kesepahaman singkat yang ditandatangani Iran dan AS pada bulan Juni," kata Pezeshkian.

Atas dasar pencapaian tersebut, Pezeshkian mendesak agar draft kesepakatan sementara yang sempat disetujui pada 17 Juni lalu dapat segera dihidupkan kembali.

Langkah pemulihan perundingan dianggap sebagai satu-satunya cara paling realistis untuk mencairkan aset negara yang dibekukan serta memulihkan roda ekonomi rakyat.

"Kita dapat menyelesaikan masalah kita dan memperoleh hak-hak kita melalui nota kesepahaman tersebut," kata Pezeshkian.
Di sisi lain, pemerintah Iran mengumumkan rencana taktis untuk menekan laju inflasi dan mengurangi ketergantungan mata uang domestik terhadap dolar Amerika Serikat.

Strategi tersebut difokuskan pada penguatan produksi dalam negeri serta penyerapan tenaga kerja guna menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan perang.

Tehran juga menegaskan tidak akan menyerah pada tekanan militer dan tetap mempertahankan kendali penuh atas navigasi di Selat Hormuz sebagai kartu truf diplomasi energi global.

Sejak Revolusi Islam meletus pada tahun 1979, monarki Arab Teluk memandang ideologi revolusioner Iran dan retorika anti-kerajaannya sebagai ancaman langsung terhadap sistem politik mereka.

Persaingan pengaruh regional serta perbedaan mazhab memperdalam jurang pemisah antara Tehran dan tetangga Arabnya selama bertahun-tahun.

Kondisi tersebut diperparah oleh aksi saling balas militer baru-baru ini yang melibatkan basis pertahanan Amerika Serikat di kawasan Teluk, sehingga meningkatkan kewaspadaan negara-negara tetangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Munjul ke New York, Pola Raya dan KJRI Buka Jalan Arsitek Indonesia Tembus Pasar Global

Dari Munjul ke New York, Pola Raya dan KJRI Buka Jalan Arsitek Indonesia Tembus Pasar Global

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS

Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

×