Gus Yahya soal Muktamar NU ke-35 Ricuh: Saya Janji Cari Jalan Keluar yang Bijaksana

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:40 WIB
Gus Yahya soal Muktamar NU ke-35 Ricuh: Saya Janji Cari Jalan Keluar yang Bijaksana
Suasana Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur pada akhir Agustus 2026. [Antara]
baca 10 detik
  • Gus Yahya meminta massa muktamar menjaga ketenangan dan menjanjikan solusi organisasi yang bijaksana.

  • Nahdliyyin Muda memprotes penerapan Perkum PBNU yang dinilai mengganjal kandidat Ketua Umum tertentu.

  • Hasil keputusan forum muktamirin tetap memegang peranan kunci penentu keterlibatan seluruh kader NU.

Suara.com - Gelombang penolakan aturan pencalonan Ketua Umum PBNU mewarnai persidangan Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Arena perhelatan tertinggi Nahdliyyin tersebut terguncang oleh demonstrasi massa yang menuntut transparansi mekanisme pemilihan pimpinan puncak.

Puncak ketegangan persidangan memicu respons langsung kepemimpinan tertinggi PBNU untuk mencegah eskalasi konflik antarkader. Penegakan Peraturan Perkumpulan (Perkum) kini menjadi poros perdebatan panas yang menguji soliditas internal organisasi.

Arena musyawarah berubah menjadi panggung benturan kepentingan antara tradisi persidangan formal dan desakan pembaruan dari akar rumput. Polarisasi dukungan terhadap kandidat potensial kian meruncing seiring berjalannya tahapan penetapan tata tertib.

Nahdliyin Muda se-Indonesia menggelar mimbar bebas di area Muktamar NU Gedung Serbaguna (GSG) Hasbullah Said PPBU Tambakberas, Minggu (30/8/2026). [Beritajatim]
Nahdliyin Muda se-Indonesia menggelar mimbar bebas di area Muktamar NU Gedung Serbaguna (GSG) Hasbullah Said PPBU Tambakberas, Minggu (30/8/2026). [Beritajatim]

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf melontarkan imbauan langsung agar seluruh penyeru aspirasi menahan diri dan menjaga kekondusifan persidangan. Keberlangsungan muktamar yang tertib menjadi fokus utama pimpinan saat ini.

"Saya mohon agar lebih tenang. Saya pribadi, berjanji akan berusaha ikut mencari jalan keluar yang bijaksana dari ini yang bisa membuat tenang semua," kata Gus Yahya dalam pesannya kepada massa aksi, Minggu, dikutip dari Antara.

Kepemimpinan PBNU menilai K.H. Muhammad Yusuf Chudlori sebagai aset kepemimpinan penting dalam tubuh jam'iyyah. Ketokohan Gus Yusuf diakui memiliki daya tawar tinggi di tengah dinamika kompetisi internal.

"Terkait dengan Gus Yusuf Chudlori, sebetulnya saya mengakui bahwa beliau adalah kader yang unggul dan aktif, termasuk yang unggul dibanding yang lain," ujarnya.

Sikap akomodatif terhadap seluruh potensi kader sebetulnya menjadi komitmen pribadi pucuk pimpinan PBNU. Kendati demikian, mekanisme kelembagaan dan kedaulatan muktamirin tetap memegang hierarki tertinggi dalam pengambilan keputusan.

"Seandainya tergantung saya pribadi, saya ingin semua bisa diakomodasi, semua mendapat kesempatan. Tapi para muktamirin sudah membuat keputusan," katanya.

baca juga

Harapan besar dititipkan kepada jajaran tim penilai dan formatur kepengurusan mendatang. Kontribusi kader-kader potensial diharapkan tidak terputus hanya karena pembatasan administratif.

Format penataan struktur kepengurusan baru hendaknya tetap membuka pintu pengabdian seluas-luasnya bagi figur potensial seperti Gus Yusuf. Pimpinan terpilih mengemban amanat untuk menyatukan kembali seluruh elemen yang bersaing.

"Apa pun, siapa pun yang akan dipilih oleh Ahlul Halli Wal Aqdi, yang nanti diputuskan untuk menjadi ketua umum periode mendatang, tidak boleh melupakan Gus Yusuf Chudlori sebagai potensi besar yang harus bisa diunduh manfaatnya untuk jam'iyyah ini," ujarnya.

Aksi penyampaian pendapat di lokasi muktamar dipicu oleh rasa keprihatinan atas jalannya mekanisme penyeleksian bakal calon ketua umum. Jombang menjadi saksi letupan aspirasi massa Nahdliyyin Muda yang mengawal jalannya pemilihan.

Syarat administratif dalam Perkum disinyalir menjadi ganjalan utama yang sengaja dipasang untuk menjegal figur tertentu. Massa aksi menyuarakan penolakan keras atas praktik pengondisian aturan di arena muktamar.

Koordinator aksi Fathoni menilai dinamika yang terjadi dalam persidangan muktamar menunjukkan adanya upaya untuk mengatur proses pemilihan demi kepentingan kelompok tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Muktamar NU Sepakat Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik?

Kenapa Muktamar NU Sepakat Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik?

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Muktamar NU di Tambakberas Ricuh, Massa Caketum Bentrok dengan Tim Keamanan

Muktamar NU di Tambakberas Ricuh, Massa Caketum Bentrok dengan Tim Keamanan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×