Alasan Baru Amerika Serang Iran Lagi, Bukan Lagi Soal Nuklir

Pebriansyah Ariefana

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:21 WIB
Alasan Baru Amerika Serang Iran Lagi, Bukan Lagi Soal Nuklir
Kapal perang Amerika Serikan USS Miguel Keith (Dok. U.S Navy Photo via Wikipedia)
baca 10 detik
  • AS menyerang Pulau Larak untuk menggagalkan rencana pembentukan barikade ranjau Iran di Selat Hormuz.

  • Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal ke pangkalan dan kapal perang militer AS.

  • IRGC mengonfirmasi adanya korban jiwa serta mengancam akan memberikan hukuman berat kepada pasukan AS.

Suara.com - Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara presisi ke Pulau Larak untuk menggagalkan operasi pemasangan ranjau laut oleh pasukan Iran di Selat Hormuz. Langkah dramatis ini diambil Washington demi menjaga integritas jalur pelayaran internasional dari ancaman blokade militer Teheran.

Eskalasi mendadak ini langsung mengubah tensi politik di kawasan Asia Barat menjadi medan pertempuran terbuka. Iran merespons tindakan tersebut dengan memborbardir instalasi militer dan armada laut tempur milik AS.

Langkah ofensif Washington dipicu oleh kecurigaan bahwa pasukan Iran tengah bersiap meluncurkan roket pembawa ranjau untuk merusak stabilitas Selat Hormuz. Pangkalan militer di Pulau Larak disinyalir menjadi titik sentral dari rencana operasi rahasia tersebut.

Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)
Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)

Jurnalis Axios, Barak Ravid, melaporkan dengan mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya bahwa AS diduga menyerang peluncur rudal Iran di Pulau Larak.

Imbas serangan mematikan itu membuat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) langsung menyiagakan seluruh kekuatan tempurnya. Teheran mengonfirmasi bahwa gempuran drone serta rudal AS telah memakan korban jiwa dari pihak militer maupun sipil.

"Pasukan AS melakukan tindakan terbatas dan presisi terhadap pasukan IRGC yang melakukan penebaran ranjau dan menimbulkan ancaman langsung di Selat Hormuz," kata CENTCOM di X.

Komando Pusat AS mengklaim tindakan ofensif tersebut murni bertujuan menjaga kelancaran lalu lintas kapal kargo dunia. Namun, klaim perlindungan jalur komersial itu dibalas Teheran dengan hujan rudal ke basis pertahanan militer AS di Asia Barat.

Gempuran balasan Iran membidik secara langsung armada kapal perang AS yang tengah berpatroli di perairan strategis Selat Hormuz. Press TV melaporkan bahwa serangkaian rudal bergerak cepat menghantam posisi-posisi vital pasukan Paman Sam.

Situasi di lapangan menunjukkan betapa cepatnya dinamika ketegangan ini bertransformasi menjadi aksi saling balas tembak. Wilayah provinsi Hormozgan selatan kini berada dalam kondisi siaga satu akibat rentetan ledakan dahsyat.

baca juga

IRGC menegaskan bahwa tindakan militer Amerika Serikat telah melanggar kedaulatan wilayah dan tidak akan dibiarkan tanpa hukuman setimpal. Pasukan elit Iran ini bersumpah akan melipatgandakan serangan balasan ke wilayah operasi Washington.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (30/8), departemen hubungan masyarakat IRGC menuduh AS telah melakukan serangan agresif terhadap pulau yang terletak di provinsi Hormozgan selatan tersebut.

Pihak Teheran menilai tindakan militer Amerika merupakan upaya pengalihan isu atas melemahnya pengaruh politik mereka di kawasan Timur Tengah. Kekuatan militer Iran mengklaim serangan tersebut diarahkan secara sengaja ke pemukiman dan posisi pejuang mereka.

“Musuh Amerika-Zionis, yang sekali lagi didorong oleh ketidakmampuannya untuk menyelesaikan masalah internalnya serta merosotnya kredibilitas mereka di antara negara-negara di kawasan, dan dalam upaya untuk menghidupkan kembali peran jahatnya … telah melakukan aksi agresi yang menargetkan Pulau Larak yang menewaskan dan melukai sejumlah pejuang serta warga kami,” katanya.

Kepanikan sempat melanda warga lokal di sekitar Pulau Larak saat rentetan ledakan awal mulai menggelegar di udara. Informasi dari kantor berita Fars dan Tasnim mengonfirmasi bahwa serangan awal dilancarkan menggunakan armada drone tempur nirawak.

Selat Hormuz sejak lama menjadi titik panas geopolitik dunia karena memegang peranan vital sebagai urat nadi distribusi minyak global. Gesekan antara armada militer AS dan pasukan IRGC di perairan ini kerap memicu krisis energi dunia.

Ketegangan di Pulau Larak menjadi puncak dari dinamika perseteruan panjang antara Washington dan Teheran terkait hak navigasi laut. Pengawasan ketat AS di jalur perairan tersebut sering kali berbenturan langsung dengan aktivitas patroli rutin militer Iran.

Hingga kini, situasi di kawasan Selat Hormuz masih sangat tegang dengan potensi eskalasi pertempuran yang bisa meluas kapan saja. Kedua belah pihak terus menyiagakan armada tempur utama mereka di sepanjang garis pantai strategis tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yordania Gagalkan Serangan Rudal Iran Pasca Penggempuran Wilayah Larak oleh AS

Yordania Gagalkan Serangan Rudal Iran Pasca Penggempuran Wilayah Larak oleh AS

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:05 WIB

IRGC Bersumpah Balas Serangan AS di Pulau Larak yang Menewaskan Warga Iran

IRGC Bersumpah Balas Serangan AS di Pulau Larak yang Menewaskan Warga Iran

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Iran Rudal Pangkalan Militer AS di Yordania dan Selat Hormuz

Iran Rudal Pangkalan Militer AS di Yordania dan Selat Hormuz

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×