- Kabinet Bayangan mendorong masyarakat menyusun APBN tandingan untuk mengawasi anggaran pemerintah.
- Mereka menyerukan pembentukan Front Persatuan Nasional untuk mengonsolidasikan berbagai elemen gerakan masyarakat dan mengkritik kebijakan anggaran.
- Kegagalan membangun konsolidasi nasional dinilai dapat mendorong anak muda bergabung dengan kelompok kekerasan karena kekecewaan politik.
Bhima mengatakan Kabinet Bayangan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengonsolidasikan kelompok-kelompok tersebut.
Ia juga memperingatkan kegagalan membangun konsolidasi nasional dapat berdampak pada kondisi sosial generasi muda.
Menurutnya, kekecewaan yang tidak memiliki saluran politik berpotensi mendorong sebagian anak muda bergabung dengan kelompok-kelompok yang menggunakan kekerasan.
"Kita akan melihat semakin banyak kawan-kawan kita yang putus asa bergabung menjadi vigilante, menjadi ormas, bergabung menjadi preman-preman, yang akhirnya dibentrokkan secara horizontal dengan masyarakat sipil," tuturnya.
Bhima kemudian mendorong perubahan mendasar terhadap struktur kekuasaan untuk menjawab persoalan lapangan kerja dan rasa keadilan, terutama bagi generasi muda.
"Indonesia harus kita rombak total. Indonesia Baru yang harus bicara soal pekerjaan untuk teman-teman muda, yang harus bisa menjawab rasa keadilan. Dan boomers-boomers itu, kalau enggak mau meridhoi gerakan kita, lebih baik mereka diam," tegasnya.