- Warga Yogyakarta memukul mundur massa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia pada Selasa malam akibat penutupan jalan.
- Bentrokan dipicu kemarahan warga atas lumpurnya lalu lintas dan berujung pada penggunaan semprotan merica serta tambahan personel kepolisian.
- Sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka dan membutuhkan bantuan medis sebelum kawasan tersebut steril sepenuhnya pada pukul 22.21 WIB.
Suara.com - Sejumlah warga nekat memukul mundur massa aksi Aliansi Masyarakat Sipil dari kawasan Simpang Empat Gramedia menuju Jalan Cik Ditiro, Kota Yogyakarta, pada Selasa (1/9/2026) malam.
Berdasarkan pantauan langsung Suara.com di lokasi, ketegangan pecah akibat kekesalan warga atas penutupan arus lalu lintas di kawasan vital yang tak kunjung usai.
Sebelum insiden pemukulan mundur terjadi, dialog antara perwakilan warga dan massa aksi sebenarnya telah bergulir sejak pukul 20.30 WIB.
Proses negosiasi berjalan amat alot lantaran warga merasa sangat terganggu dengan aksi penutupan jalur yang melumpuhkan mobilitas jalan padat tersebut.
Tensi di lapangan kian memanas hingga puncaknya pada pukul 21.55 WIB, ketika massa aksi justru meminta warga untuk mundur dan membubarkan diri terlebih dahulu sebelum barisan demonstran ikut membubarkan diri.
Saling gertak tersebut memicu amarah warga yang berujung pada tindakan nekat menerobos dan memukul mundur barisan massa ke arah utara menuju area UGM.
Aparat kepolisian yang berada di lokasi sempat kewalahan dan tidak mampu membendung gelombang dorongan massa dan warga yang bersitegang.
Di tengah situasi yang kian tak terkendali saat massa dipukul mundur, aksi semprotan merica sempat mewarnai kepungan kerusuhan tersebut.

Melihat eskalasi yang meningkat, personel tambahan dari kepolisian langsung diterjunkan ke titik konflik untuk memperketat pemisahan antara kedua belah pihak. Polisi bergerak cepat menahan pergerakan warga yang terus mencoba memukul mundur massa aksi.
Perwakilan massa aksi, Fa, mengonfirmasi adanya sejumlah mahasiswa yang mengalami luka dan membutuhkan penanganan medis mendesak pascabentrokan pertama pada petang tadi.
"Tadi sempat ada mahasiswa yang pada akhirnya membutuhkan bantuan medis gitu. Itu terjadi karena ada provokator yang memprovokasi kita sehingga sempat ricuh sebentar. Dan pada akhirnya dari ricuh itu muncul kepanikan dari massa, dan kepanikan dari massa itu pada akhirnya, ya itu tadi, mengakibatkan ada beberapa teman kita yang membutuhkan bantuan medis," kata Fa di lokasi, Selasa (1/9/2026) malam.
Diketahui massa yang telah berada di kawasan Simpang Gramedia sejak pukul 16.30 WIB tersebut akhirnya memutuskan untuk membubarkan diri secara bergelombang.
Baru pada pukul 22.21 WIB, kawasan Simpang 4 Gramedia berhasil disterilkan, arus lalu lintas kembali dibuka normal, serta warga dan jajaran kepolisian berangsur-angsur meninggalkan lokasi kejadian.