-
Serangan AS ke pesta pernikahan di Iran menewaskan empat orang dan melukai 50 warga.
-
Iran menegaskan akan merespons tegas gempuran militer AS yang menyasar area pemukiman warga.
-
CENTCOM AS mengklaim melancarkan serangan terhadap target IRGC di sejumlah wilayah Iran.
Suara.com - Agresi militer Amerika Serikat yang menghantam area permukiman warga di Iran kini telah menelan sedikitnya empat korban jiwa. Peningkatan jumlah korban tewas ini memperlihatkan eskalasi fatal serangan militer di kawasan pemukiman non-militer.
Tragedi ini memicu kemarahan mendalam karena salah satu titik serangan tepat berada di lokasi hajatan warga. Korban tewas mencakup anak-anak yang berada di lokasi saat pemboman berlangsung.
Laporan terbaru mengonfirmasi puluhan warga sipil mengalami luka berat hingga kritis akibat gempuran mendadak tersebut. Situasi darurat langsung ditetapkan di area terdampak untuk menangani para korban.
![Ilustrasi warga Iran rayakan Lebaran 2026 [BBC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/19/99030-ilustrasi-warga-iran-rayakan-lebaran-2026.jpg)
Dinas kesehatan setempat terus mengerahkan bantuan medis ke lokasi kejadian guna merawat puluhan korban luka. Rumah sakit di sekitar area terdampak kini beroperasi dengan kapasitas penuh.
"Sejumlah warga, termasuk satu anak, tewas di desa Kuhestak (lokasi acara pernikahan menjadi sasaran serangan AS). Hingga 50 warga mengalami luka-luka," kata Kermanpour di platform X.
Otoritas diplomatik Iran menegaskan tidak akan tinggal diam atas jatuhnya korban dari pihak sipil. Langkah balasan yang proporsional dan terukur kini tengah disiapkan secara intensif.
Pemerintah menuding gempuran ini meluas ke pelbagai titik pemukiman dan memicu kepanikan warga. Wilayah-wilayah seperti Minab, Lamerd, serta Qeshm tak luput dari sasaran pemboman.
"Daftar kekejaman Amerika Serikat terhadap bangsa Iran kini telah lengkap," katanya.
Sikap diam dari panggung diplomasi global juga mendapat kritikan keras dari pejabat diplomatik Teheran. Sikap pembiaran tersebut dianggap melanggengkan aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil.
Kkebungkaman mereka bukanlah netralitas," katanya.
Pihak penanggung jawab wilayah mengonfirmasi bahwa korban jiwa dan luka terus bertambah sejak pendataan awal. Kerusakan fisik bangunan juga dilaporkan terjadi di beberapa titik pemukiman.
Gelombang ledakan terdengar beruntun memicu kerusakan fasilitas umum di pelbagai sudut kota pelabuhan dan pesisir. Suara dentuman keras bahkan memicu kepanikan massal warga setempat.
Fasilitas transportasi penerbangan di Provinsi Kerman turut menjadi salah satu target operasi pemboman mendadak ini. Langkah penutupan sementara kawasan udara langsung diambil demi keamanan.
Pihak militer Washington mengeklaim bahwa sasaran utama dari rangkaian operasi tempur ini adalah markas Garda Revolusi Iran. Namun, dampak ledakan justru menjangkau area sipil di sekitarnya.
Latar belakang insiden ini bermula dari pengumuman Komando Pusat militer AS (CENTCOM) yang menyatakan peluncuran operasi militer terhadap target IRGC di wilayah Iran. Eskalasi militer ini berujung pada terdengarnya rangkaian ledakan besar di Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, Konarak, hingga Bandara Jiroft di Provinsi Kerman.