- PT KAI Daop 1 Jakarta mempercepat pembangunan fasilitas keselamatan di enam belas perlintasan sebidang pada September 2026.
- Program infrastruktur tahun 2026 ini menargetkan peningkatan fasilitas keselamatan di tiga puluh tiga lokasi perlintasan kendaraan roda empat.
- Manager Humas Franoto Wibowo mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi rambu lalu lintas demi mencegah kecelakaan.
Suara.com - PT KAI Daop 1 Jakarta tengah mempercepat pembangunan fasilitas keselamatan di 16 titik perlintasan sebidang guna menjamin keamanan perjalanan kereta api dan masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari program besar tahun 2026 yang menargetkan peningkatan infrastruktur di 33 perlintasan yang kerap dilalui kendaraan roda empat.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mendukung keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perlintasan.
“Hingga akhir Agustus, 16 lokasi telah memasuki tahapan pekerjaan dengan progres yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan teknis masing-masing lokasi,” ujar Franoto dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Rabu (2/9/2026).
Setiap titik perlintasan memiliki penanganan teknis yang berbeda, seperti pemasangan bangunan modular hingga penyediaan fasilitas sanitasi bagi petugas.
Pihak KAI juga memastikan bahwa setiap pembangunan telah melalui tahap inspeksi bersama untuk menyesuaikan kondisi aktual di lapangan.
“Pembangunan tidak semata-mata mengejar kecepatan penyelesaian. Yang lebih penting adalah memastikan fasilitas tersebut dibangun sesuai kebutuhan lapangan dan nantinya dapat berfungsi optimal dalam mendukung keselamatan,” kata Franoto.
Meski fasilitas keselamatan terus dipercanggih, kedisiplinan para pengguna jalan tetap menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di perlintasan.
Kereta api memiliki karakteristik khusus berupa bobot yang masif, sehingga membutuhkan jarak pengereman yang panjang dan tidak bisa berhenti mendadak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang. Kurangi kecepatan, patuhi rambu, berhenti dan pastikan kondisi aman dengan melihat kanan dan kiri sebelum melintas, serta jangan pernah memaksakan diri ketika kereta api akan lewat,” ujar Franoto.
Perbaikan fasilitas ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
“Keselamatan di perlintasan membutuhkan peran bersama. Infrastruktur yang semakin baik harus diiringi kepatuhan terhadap aturan dan budaya tertib seluruh pengguna jalan,” tutup Franoto.
Berikut adalah daftar 16 lokasi perlintasan yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan:
- Petak Lemah Abang–Kedunggede, JPL 124 KM 51+733, Kabupaten Bekasi
- Petak Lemah Abang–Kedunggede, JPL 126 KM 52+830, Kabupaten Bekasi
- Petak Tambun–Cibitung, JPL 98 KM 34+4/5, Kabupaten Bekasi
- Petak Tigaraksa–Cikoya, JPL 156 KM 58+256, Kabupaten Tangerang
- Petak Kalideres–Poris, KM 12+650, Jakarta Barat
- Petak Bojong Gede–Cilebut, JPL 26C KM 43+272, Kabupaten Bogor
- Petak Lemah Abang–Kedunggede, JPL 129 KM 55+390, Kabupaten Bekasi
- Petak Pondokranji–Jurangmangu, KM 21+524, Kota Tangerang Selatan
- Petak Sudimara–Rawa Buntu, KM 28+647, Kota Tangerang Selatan
- Petak Cisauk–Cicayur, JPL 98 KM 34+050, Kota Tangerang Selatan
- Petak Poris–Batuceper, JPL 23A KM 15+595, Kota Tangerang
- Petak Klari–Kosambi, JPL 169 KM 72+103, Kabupaten Karawang
- Petak Batuceper–Tanah Tinggi, KM 16+330, Kota Tangerang
- Petak Pondokcina–Depok Baru, KM 29+103, Kota Depok
- Petak Batuceper–Tanah Tinggi, KM 16+710, Kota Tangerang.
- Petak Batuceper–Tanah Tinggi, KM 17+650, Kota Tangerang