Orang Dewasa Singapura Ramai-ramai Pamit dari Dunia Nyata, Pilih Komunikasi via Game Online

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 03 September 2026 | 09:53 WIB
Orang Dewasa Singapura Ramai-ramai Pamit dari Dunia Nyata, Pilih Komunikasi via Game Online
Warga dewasa menarik diri dari kehidupan sosial (CNA)
baca 10 detik
  • Kasus warga dewasa terisolasi di Singapura meningkat tajam berdasarkan data lembaga layanan sosial.

  • Pekerja sosial memanfaatkan game online dan Discord untuk mendekati warga yang mengisolasi diri.

  • Kecemasan, depresi, dan ekspektasi sosial menjadi penyebab utama fenomena isolasi mandiri ini.

Suara.com - Singapura kini menyaksikan peningkatan signifikan fenomena hidden adults atau warga dewasa menarik diri dari kehidupan sosial selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Pendekatan konvensional kerap menemui jalan buntu karena mayoritas individu tersebut enggan berinteraksi secara tatap muka.

Menghadapi tantangan ini, lembaga layanan sosial mulai mengalihkan fokus ke ruang digital seperti game online dan platform komunitas. Langkah inovatif ini diambil guna membangun kepercayaan awal dengan warga terisolasi secara perlahan dan tanpa paksaan.

Data dari Fei Yue Community Services menunjukkan penanganan sekitar 40 kasus hingga saat ini, melonjak dua kali lipat dibanding 2024. Sementara itu, TOUCH Community Services menerima sekitar 250 konsultasi pada tahun lalu, naik lebih dari dua kali lipat ketimbang tahun 2022.

Otoritas Transportasi Darat Singapura menguji robot humanoid Olly di Stasiun MRT Little India untuk memandu navigasi penumpang. (CNA)
Otoritas Transportasi Darat Singapura menguji robot humanoid Olly di Stasiun MRT Little India untuk memandu navigasi penumpang. (CNA)

Pekerja sosial dari Youth Guidance Outreach Services (YGOS), Stephanie Tan, secara aktif menjelajahi dunia game Where Winds Meet, Discord, hingga Twitch. Melalui komunikasi pesan langsung di platform game, tim sosial berupaya menciptakan ruang aman bagi para pemain yang terindikasi mengisolasi diri.

Proses pendekatan ini membutuhkan kesabaran ekstra sebelum akhirnya berlanjut ke interaksi suara atau pertemuan langsung di luar rumah.

"Pada akhirnya, jika mereka ingin membicarakan apa pun kepada kami, baik itu masalah pertemanan atau masalah keluarga, mereka bisa datang dan berbagi kepada kami," ujar Tan, dikutip dari CNA.

Depresi dan kecemasan berat sering kali menjadi benteng utama yang menghalangi warga untuk keluar rumah. Kondisi ini membuat penderita merasa rentan dan takut mengambil langkah baru dalam hidup mereka.

David (bukan nama sebenarnya) mengaku memilih mengurung diri karena tertekan oleh rasa takut akan kegagalan.

"Kecemasan membuat saya takut mencoba hal-hal baru karena saya tidak ingin membuat kesalahan," katanya melalui pesan WhatsApp yang disampaikan oleh pekerja sosialnya, Bryan Wong dari Fei Yue.

Rasa kewalahan menghadapi kecemasan membuat isolasi mandiri terasa sebagai pilihan paling aman baginya.

"Ketika saya merasa tertekan oleh perasaan seperti itu, saya akhirnya memilih untuk tidak melakukan apa-apa demi melindungi diri saya dari membuat keputusan yang salah. Memilih untuk menjadi menyendiri adalah keputusan paling aman bagi saya," tuturnya.

Pendampingan intensif dari pekerja sosial memberikan harapan baru meski proses pemulihan tidak selalu berjalan mulus. Setelah dua tahun terisolasi, David sempat bekerja namun akhirnya berhenti akibat kehilangan motivasi mendalam.

"Saya merasa seperti kembali ke titik awal. Saya masih tidak tahu apa yang sebenarnya ingin saya lakukan dalam hidup dan saya merasa tidak memiliki tujuan. Butuh banyak tenaga bagi saya untuk menemukan hal-hal yang dapat dilakukan, seperti mengejar minat saya atau mencari pekerjaan lain, karena saya sering merasa kurang motivasi," jelas David.

Secara klinis belum ada definisi pasti mengenai hidden adults, tetapi penarikan diri dari masyarakat selama 3 hingga 6 bulan menjadi kriteria utama. Spektrum isolasi ini bervariasi, mulai dari yang sesekali keluar untuk urusan mendesak hingga yang sepenuhnya mengurung diri di kamar.

Spesialis Kedokteran Jiwa National University Hospital, Profesor John Wong, menjelaskan bahwa kondisi psikologis awal sering memicu perilaku mengisolasi diri. Dampaknya bisa sangat fatal jika terjadi pada masa remaja dan dewasa muda yang merupakan periode kritis pembentukan karier dan pendidikan.

"Banyak dari remaja terisolasi atau orang dewasa terisolasi ini memiliki kondisi psikiatri terkait seperti kecemasan sosial dan depresi. Beberapa dari mereka mungkin memiliki sifat autis, dan semua ini cenderung mendorong individu tersebut untuk lebih nyaman menarik diri secara sosial," ungkap Prof Wong.

Ia menambakan bahwa hilangnya momentum di usia muda akan memicu dampak jangka panjang bagi masa depan mereka.

"Jika mereka melewatkan beberapa pencapaian ini, hal itu dapat berdampak pada perkembangan mereka dalam pendidikan, karier profesional, atau keterampilan vokasional. Begitu mereka melewatkan jendela penting ini, sulit bagi mereka untuk mengejar ketertinggalan," tegasnya.

Pemicu isolasi pada kelompok dewasa umumnya bersumber dari tekanan dunia kerja, perceraian, kegagalan karier, atau trauma masa lalu. Selain itu, tuntutan peran gender dalam budaya Asia juga menempatkan pria pada posisi yang lebih rentan terhadap stres ekstrem.

Associate Professor Psikologi James Cook University Singapura, Dr. Patrick Lin, menyuarakan hal senada mengenai beban ekspektasi sosial.

"Sering kali itu karena dalam masyarakat Asia... pria seharusnya lebih membantu keluarga, dan orang tua memang memiliki lebih banyak ekspektasi. Dan mungkin karena stres itu, dari ekspektasi itu... jika mereka merasa tidak dapat memenuhi ekspektasi tersebut, mereka cenderung memilih untuk menarik diri," terang Dr. Lin.

Fenomena orang dewasa terisolasi kerap merupakan kelanjutan dari masalah penarikan diri yang sudah dialami sejak masa remaja namun tidak ditangani secara tuntas. Deteksi pada usia dewasa jauh lebih sulit karena mereka tidak lagi berada dalam sistem sekolah yang memantau kehadiran atau perubahan perilaku.

Sebagian warga dewasa bahkan mampu menyembunyikan kondisi isolasi mereka demi memenuhi tuntutan ekonomi atau dorongan keluarga. Tanpa adanya intervensi dini, isolasi yang berlarut-larut berisiko menciptakan kelompok lansia yang terasing serta menambah beban mental bagi orang tua yang terus merawat mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurangi Penggunaan Dolar AS, Indonesia dan Singapura Sepakat Gunakan Mata Uang Lokal

Kurangi Penggunaan Dolar AS, Indonesia dan Singapura Sepakat Gunakan Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 10:18 WIB

Dari Layar ke Dunia Nyata, Keseruan Komunitas Game RF Online Next Saat Akhirnya Bertatap Muka

Dari Layar ke Dunia Nyata, Keseruan Komunitas Game RF Online Next Saat Akhirnya Bertatap Muka

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:17 WIB

9 Warga Singapura Korban Banjir Bandang Nepal Hilang, Keluarga Menangis Sulit Update Informasi

9 Warga Singapura Korban Banjir Bandang Nepal Hilang, Keluarga Menangis Sulit Update Informasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:43 WIB

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 08:32 WIB

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+  Ditonton 6 Juta Kali

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+ Ditonton 6 Juta Kali

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:30 WIB

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:17 WIB

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:15 WIB

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:11 WIB

×