- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia.
- Prabowo menegaskan politik luar negeri bebas aktif serta menyerukan peningkatan kerja sama konkret ekonomi dan teknologi dengan Rusia.
- Rangkaian pidato dan jawaban sesi tanya jawab Prabowo tersebut berhasil meraih delapan kali tepuk tangan hadirin forum.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mendapat delapan kali tepuk tangan saat menyampaikan pidato dan mengikuti sesi tanya jawab dalam Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/3036).
Tepuk tangan pertama terdengar setelah Prabowo menyampaikan keinginannya membalas keramahan Rusia dengan menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin dan peserta forum di Indonesia.
"Ini adalah kelima kalinya sejak saya menjadi Presiden Indonesia, saya bertemu dengan Presiden Putin. Saya menantikan untuk membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari anda di Indonesia," ujar Prabowo.
Tepuk tangan kedua muncul ketika Prabowo menegaskan sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Prabowo mengatakan Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun. Namun, Indonesia tetap berupaya membangun kerja sama ekonomi dengan berbagai negara untuk mencapai kemakmuran bersama.
Selanjutnya, tepuk tangan ketiga diberikan ketika Prabowo mengenang hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia yang telah terjalin selama beberapa dekade.
Ia turut menyinggung dukungan Uni Soviet terhadap Indonesia pada masa awal berdirinya Republik Indonesia.
Pepatah Rusia Disambut Tepuk Tangan
Momen tepuk tangan keempat terjadi ketika Prabowo menyampaikan pepatah Rusia, "Odin v pole ne voin".
Pepatah tersebut kemudian dikaitkan Prabowo dengan filosofi Indonesia, yakni gotong royong.
"Saya mengerti bahwa orang Rusia memiliki pepatah, Odin v pole ne voin. Tidak akan ada kemenangan jika Anda berjuang sendirian. Di Indonesia, kami memiliki pepatah yang sama, kami menyebutnya 'Gotong Royong', beban berat menjadi ringan saat kita memikulnya bersama," kata Prabowo.
Tepuk tangan kelima kembali terdengar ketika Prabowo menyerukan kerja sama konkret antara Indonesia dan Rusia.
Kerja sama itu mencakup rute pelayaran dan penerbangan langsung, perdagangan, produksi pangan, pupuk, energi, obat-obatan hingga teknologi.
Setelah mengakhiri pidatonya dengan ucapan terima kasih dalam sejumlah bahasa, termasuk bahasa Rusia, Prabowo kembali mendapat tepuk tangan keenam. Kali ini, tepuk tangan berlangsung tanpa henti.
Tepuk tangan ketujuh terdengar ketika Prabowo hendak kembali ke tempat duduknya.