Menteri Rini: Reformasi Birokrasi Harus Bergeser dari Prosedur ke Dampak Terukur

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 04 September 2026 | 10:54 WIB
Menteri Rini: Reformasi Birokrasi Harus Bergeser dari Prosedur ke Dampak Terukur
Menteri PANRB Rini Widyantini saat memberikan arahan dalam Pelepasan Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 di Kantor LAN, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Dok. KemenpanRB)

Suara.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini memberi pesan untuk para pimpinan instansi agar bisa memberi dampak terukur kepada masyarakat. Kesuksesan seorang pemimpin organisasi tidak lagi diukur dari seberapa lengkap laporan tertulis atau seberapa sering rapat digelar.

Dampak terukur artinya segala yang dikerjakan dari atas meja kerja, bisa dilihat, dirasakan, dan diukur dampaknya secara nyata. “Reformasi birokrasi tidak lagi diukur dari seberapa lengkap laporan atau seberapa intens rapat yang digelar. Dari prosedur, kita harus melangkah ke dampak yang terukur,” ujar Menteri Rini dalam acara Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026, di Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Keberhasilan reformasi birokrasi diukur berdasarkan masalah-masalah fundamental bangsa ini. Proyek perubahan peserta PKN dilihat dari perubahan nyata yang terjadi di lingkup instansinya bertugas. Seperti seberapa jauh angka kemiskinan turun di daerah masing-masing peserta, seberapa mudah perizinan bisa diurus, berapa angka stunting yang turun, serta kemudahan masyarakat mengakses layanan dasar, dan lain sebagainya.

“Inilah esensi dari reformasi birokrasi kita. Dari target presiden, harus menjadi dampak nyata yang dirasakan oleh rakyat,” tegas Menteri Rini, di hadapan 35 peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI ini.

Menteri Rini menjelaskan permasalahan yang ada dalam masyarakat semakin kompleks dan berkaitan. Masalah seperti kemiskinan, ketahanan pangan, kualitas sumber daya manusia, maupun pelayanan publik tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi. Hal yang perlu dikuatkan adalah harmoni, pembagian peran, dan kemampuan untuk saling melengkapi.

Masalah-masalah itu tidak bisa diselesaikan jika masih bekerja secara silo atau masih ada ego sektoral. Kolaborasi lintas sektor bukan menjadi pilihan, tetapi menjadi syarat keberhasilan pembangunan yang merata. Bagi Menteri Rini, seorang pemimpin adalah connector yang menghubungkan kebutuhan masyarakat, politik, hingga kepentingan teknokratik.

“Pemimpin juga harus mampu membangun kepercayaan, mendengar perspektif yang berbeda, menghapus sekat birokrasi, dan menggerakkan berbagai pihak untuk bekerja menuju tujuan yang sama,” ungkap Menteri Rini. Peran penting itu membutuhkan integritas tinggi, kepekaan sosial, dan kecakapan komunikasi.

PKN Tingkat I adalah pelatihan struktural kepemimpinan strategis bagi ASN hingga perwira yang menduduki atau akan menduduki jabatan pimpinan tinggi madya. Menteri Rini memberi pesan agar jejaring yang terbentuk dari PKN ini harus dijaga untuk saling bertukar perspektif, membuka ruang kolaborasi, dan menghubungkan aktor, sumber daya, serta kebijakan.

Angkatan PKN ini bisa menjadi _collaborative hub_ dalam memecahkan masalah lintas instansi. Terutama masalah-masalah terkait perbaikan dan perluasan jangkauan pelayanan publik. ”Jadilah pemimpin yang bukan hanya transformasional, namun juga autentik; yang bukan hanya fokus pada target kinerja, namun juga memanusiakan manusia yang menjadi tanggung jawab kepemimpinannya,” pungkas Menteri Rini.

baca juga

Dari sisi lain, Kepala LAN Muhammad Taufiq mendukung arahan Menteri Rini. Menurut Taufiq, Indonesia membutuhkan pemimpin strategis nasional yang mampu bekerja melampaui batas instansi. Visi besar pembangunan harus bisa diterjemahkan dan menyatukan kebijakan sektoral yang tersebar, mengelola kepentingan yang berbeda, dan memastikan bahwa seluruh sumber daya negara bergerak menuju hasil yang sama.

Kepemimpinan strategis menuntut disiplin untuk membedakan antara aktivitas, keluaran, hasil, dan dampak. “Kita tidak boleh merasa berhasil hanya karena telah bekerja keras. Kita baru layak menyebut keberhasilan apabila kerja tersebut memperbaiki kehidupan masyarakat,” ujar Taufiq. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Ketentuan Pengangkatan Honorer PPPK Paruh Waktu 2025? Ini Aturan KemenpanRB

Apa Ketentuan Pengangkatan Honorer PPPK Paruh Waktu 2025? Ini Aturan KemenpanRB

News | Minggu, 16 November 2025 | 15:48 WIB

Formasi CPNS 2025 Lebih Banyak? Ini Bocoran Terbaru dari KemenpanRB

Formasi CPNS 2025 Lebih Banyak? Ini Bocoran Terbaru dari KemenpanRB

News | Sabtu, 09 November 2024 | 23:44 WIB

Pendaftaran CPNS 2025 Kapan Dibuka? Ini Bocoran dari KemenPANRB!

Pendaftaran CPNS 2025 Kapan Dibuka? Ini Bocoran dari KemenPANRB!

News | Jum'at, 08 November 2024 | 17:15 WIB

Kisi-kisi SKB CPNS 2024 Resmi dari KemenpanRB dan Bobot Nilainya, Tak Hanya Psikotes!

Kisi-kisi SKB CPNS 2024 Resmi dari KemenpanRB dan Bobot Nilainya, Tak Hanya Psikotes!

News | Kamis, 31 Oktober 2024 | 14:06 WIB

Berinovasi dalam Pelayanan Publik, Kemensos Raih 7 Penghargaan dari KemenpanRB

Berinovasi dalam Pelayanan Publik, Kemensos Raih 7 Penghargaan dari KemenpanRB

News | Rabu, 09 Oktober 2024 | 11:10 WIB

Kisi-Kisi Resmi SKD CPNS 2024: KemenPANRB Rilis Materi Ujian!

Kisi-Kisi Resmi SKD CPNS 2024: KemenPANRB Rilis Materi Ujian!

Lifestyle | Sabtu, 21 September 2024 | 11:21 WIB

Terkini

Grand Hotel De Djokja Hadirkan Pengalaman Gastronomi Nusantara dalam WIG 2026

Grand Hotel De Djokja Hadirkan Pengalaman Gastronomi Nusantara dalam WIG 2026

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:08 WIB

12 Batu Keberuntungan Berdasarkan Bulan Kelahiran dan Makna Tersembunyinya

12 Batu Keberuntungan Berdasarkan Bulan Kelahiran dan Makna Tersembunyinya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Diskon Makan di Song Fa Medan dari BRI, Kulineran Mewah Tanpa Bayar Mahal

Diskon Makan di Song Fa Medan dari BRI, Kulineran Mewah Tanpa Bayar Mahal

Bri | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Media Korea Soroti Aksi Cahya Supriadi saat Persija Jakarta Bantai PSIM 4-0

Media Korea Soroti Aksi Cahya Supriadi saat Persija Jakarta Bantai PSIM 4-0

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Cara Pakai Conditioner yang Benar Agar Rambut Tidak Rontok dan Kering

Cara Pakai Conditioner yang Benar Agar Rambut Tidak Rontok dan Kering

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Gemilang di Mandalika, Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Poin Debut Moto3

Gemilang di Mandalika, Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Poin Debut Moto3

Sport | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:01 WIB

White Fox Garap Anime How I Became King by Eating Monsters, Tayang 2027

White Fox Garap Anime How I Became King by Eating Monsters, Tayang 2027

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Honda ADV 160 Resmi Mengaspal di India: Harga Lebih Murah Rp7 Jutaan dan Kebal Etanol E85

Honda ADV 160 Resmi Mengaspal di India: Harga Lebih Murah Rp7 Jutaan dan Kebal Etanol E85

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

Daftar 4 Negara Tetangga Ikut Kena Getah Asap Karhutla Kalimantan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:56 WIB

×