Anak Sekarang Rentan Depresi, Wamenkes Sebut Percobaan Bunuh Diri Siswa Naik 2,7 Kali Lipat

Bangun Santoso

Jum'at, 04 September 2026 | 16:46 WIB
Anak Sekarang Rentan Depresi, Wamenkes Sebut Percobaan Bunuh Diri Siswa Naik 2,7 Kali Lipat
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan percobaan bunuh diri siswa meningkat 2,7 kali lipat pada 2023.
  • Kementerian Kesehatan menyediakan layanan kesehatan jiwa dan skrining terpadu untuk mendeteksi gangguan mental sejak dini.
  • Masyarakat diimbau mengenali tanda perubahan perilaku selama dua minggu serta menerapkan empat langkah pertolongan sederhana.

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, bahwa ada kenaikan hingga 2,7 kali lipat pada percobaan bunuh diri pada siswa, yang menunjukkan pentingnya penanganan persoalan kesehatan mental sejak dini.

Dante mengatakan bahwa data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan, pada 2015, sebanyak 3,9 persen siswa mencoba mengakhiri hidupnya, sementara pada 2023 angka itu naik jadi 10,7 persen.

"Di siswa sekolah yang berpikiran untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri itu ternyata naik 1,6 kali lipat. Hampir dua kali lipat percobaan bunuh diri dan pikiran bunuh diri yang ada di siswa," katanya sebagaimana dilansir Antara, Jumat (4/9/2026).

Menurut Dante, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena kasus bunuh diri yang terlihat hanya merupakan sebagian dari persoalan kesehatan jiwa yang terjadi di masyarakat.

Dia mengibaratkan fenomena tersebut seperti gunung es, dengan jumlah orang yang melakukan percobaan bunuh diri lebih besar dibandingkan mereka yang akhirnya meninggal akibat bunuh diri.

"Satu dari 10 siswa itu mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dan usia 11-17 merupakan usia yang rentan untuk mencoba untuk bunuh diri di kelompok usia yang kita lihat dan kita evaluasi," katanya.

Gangguan jiwa, kata Dante, merupakan urutan kedua faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup, setelah gangguan otot dan rangka.

Gangguan jiwa dapat dialami siapa saja dan tidak selalu terlihat secara fisik. Satu dari tujuh orang di dunia, katanya, hidup dengan gangguan kejiwaan.

Dia pun mengingatkan masyarakat untuk mengenali perubahan kondisi fisik, emosi, maupun perilaku yang berlangsung secara konsisten selama dua minggu.

baca juga

Sejumlah tanda yang perlu diperhatikan antara lain gangguan tidur, perubahan berat badan, mudah tersinggung, kecemasan berlebihan, sulit berkonsentrasi, serta perubahan pola bicara dan aktivitas.

"Kalau ini berlangsung selama dua minggu dari gangguan fisik, emosi, dan perilaku, sulit konsentrasi, perubahan pola bicara, dan aktivitas yang mencolok lebih dari dua minggu. Maka harus cepat-cepat diidentifikasi sebagai kelainan jiwa," katanya.

Oleh karena itu, kata Dante, masalah kesehatan mental, seperti gejala depresi dan cemas pada anak, perlu ditemukan lebih dini lagi, seperti melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Bahkan, katanya, menjaga kesehatan jiwa perlu dimulai sejak awal kehidupan, yakni ketika ibu sedang hamil atau dalam masa nifas.

Kementerian Kesehatan, lanjut Dante, juga melakukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk menangani persoalan kesehatan jiwa.

Pada sisi preventif, kesehatan jiwa telah diintegrasikan dalam CKG dan tersedia pula skrining melalui Satu Sehat memakai kuesioner. Sementara untuk bantuan lebih lanjut, Kemenkes menyediakan layanan Healing119 yang dapat diakses melalui 119 ekstensi 8.

Masyarakat tidak perlu menunggu hingga seseorang mengalami krisis untuk memberikan pertolongan.

Menurut dia, orang di sekitar dapat mengambil peran melalui empat langkah sederhana, yakni bertanya, mendengarkan, menemani, dan menghubungkan dengan keluarga atau tenaga ahli.

"Kita tidak harus menjadi ahli untuk jadi penolong mereka yang mengalami gangguan jiwa. Mulai dengan empat langkah sederhana: tanya, dengarkan, temani, dan hubungkan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Perilaku Merusak, Siswa Eks Anak Jalanan di Sekolah Rakyat Bakal Diisolasi Dulu

Cegah Perilaku Merusak, Siswa Eks Anak Jalanan di Sekolah Rakyat Bakal Diisolasi Dulu

News | Jum'at, 04 September 2026 | 14:15 WIB

Demi Kuota Bimbel Tahun Depan, Orang Tua di Yogyakarta Rela Antre sejak Dini Hari hingga Menginap

Demi Kuota Bimbel Tahun Depan, Orang Tua di Yogyakarta Rela Antre sejak Dini Hari hingga Menginap

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:10 WIB

Karhutla Melanda, Kemensos Pastikan Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat Terlindungi

Karhutla Melanda, Kemensos Pastikan Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat Terlindungi

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Warga Pati Bubar, Mahasiswa hingga Pelajar Lanjutkan Aksi di Depan DPR

Warga Pati Bubar, Mahasiswa hingga Pelajar Lanjutkan Aksi di Depan DPR

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus

Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Bolehkah Pelajar Tidak Ikut TKA? Ini Penjelasan Resmi BKPDM Kemendikdasmen

Bolehkah Pelajar Tidak Ikut TKA? Ini Penjelasan Resmi BKPDM Kemendikdasmen

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Buntut Siswa SMA Tewas Tergelincir, Pedagang Ikan Kramat Jati Bakal Dipindah!

Buntut Siswa SMA Tewas Tergelincir, Pedagang Ikan Kramat Jati Bakal Dipindah!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:19 WIB

Terkini

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

×