Amerika Serikat Rilis Peringatan ke Warganya Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pebriansyah Ariefana

Senin, 07 September 2026 | 10:42 WIB
Amerika Serikat Rilis Peringatan ke Warganya Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau
Kedutaan Besar Amerika Serikat
baca 10 detik
  • Kedutaan Besar AS merilis peringatan keselamatan akibat erupsi susulan Gunung Anak Krakatau.

  • Sebaran abu vulkanik sempat memicu penutupan sementara tiga bandara di Jakarta dan Lampung.

  • Warga asing dan calon penumpang diminta memantau status penerbangan serta menjauhi lokasi.

Suara.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat menerbitkan peringatan keselamatan darurat setelah letusan Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik ke Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat. Letusan susulan yang terjadi pada malam 5 September 2026 ini memaksa otoritas membatasi aktivitas penerbangan komersial demi menghindari ancaman paparan material vulkanik.

Ancaman bahaya udara ini mendorong perwakilan diplomatik asing bertindak cepat guna melindungi seluruh warganya yang berada di koridor terdampak. Langkah tersebut mempertegas betapa krusialnya dampak sebaran abu letusan terhadap mobilitas publik dan operasional transportasi udara nasional.

Guna mengantisipasi dampak bahaya yang meluas, Kedutaan Besar AS di Jakarta secara resmi menetapkan status Alert hijau berkategori natural disaster. Peringatan tersebut mewajibkan seluruh warga Amerika Serikat untuk menjauhi kawasan Gunung Anak Krakatau dan meninjau ulang seluruh rencana perjalanan mereka.

Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, saat erupsi, Sabtu (5/9/2026).
Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, saat erupsi, Sabtu (5/9/2026).

"Penumpang disarankan untuk memeriksa status penerbangan secara berkala dan menghubungi maskapai masing-masing secara langsung untuk mendapatkan informasi terbaru," demikian peringatan Kedutaan AS pada 6 September 2026.

Langkah preventif ini diambil seiring munculnya kekacauan jadwal penerbangan di beberapa bandara utama akibat jarak pandang yang buruk dan bahaya abu mesin.

Semburan material dari perut bumi tersebut berujung pada penutupan mendadak Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma hingga pukul 09.30 WIB, 6 September 2026. Pada saat yang sama, operasional Bandara Lampung juga terpaksa dihentikan total hingga pukul 10.00 WIB akibat risiko keselamatan penerbangan.

Pemerintah dan otoritas terkait terus mengimbau masyarakat untuk tetap bersiap menghadapi potensi gangguan jadwal transportasi darat maupun udara. Langkah ini penting mengingat pergerakan arah angin yang membawa sebaran abu vulkanik masih sangat dinamis dan sulit diprediksi.

Peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri memang kerap memicu gangguan aktivitas penerbangan dan transportasi di wilayah Selat Sunda. Karakteristik gunung api aktif ini mencatatkan riwayat letusan berkala yang memuntahkan kolom abu tajam dan berisiko tinggi merusak mesin pesawat.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam.

baca juga

Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterima di Jakarta, Senin, menyampaikan episode erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB resmi berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

"Pasca-berakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian yang ditandai dengan perekaman tiga kali gempa letusan/erupsi strombolian," kata Lana.

Badan Geologi menginterpretasikan kembalinya erupsi strombolian ini sebagai penanda berakhirnya fase letusan terus menerus berdurasi panjang. Kendati demikian tingkat probabilitas terjadinya letusan susulan pada periode berikutnya dinilai masih tinggi.

Berdasarkan pengamatan instrumental periode 6-7 September 2026, Badan Geologi mencatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid/fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, dan satu kali gempa vulkanik dangkal.

Grafik perataan amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) yang sempat melonjak pada 5 September 2026 kini menunjukkan tren penurunan sejak 6 September 2026.

Sementara itu data deformasi tiltmeter Stasiun Tanjung mencatat indikasi inflasi tipis sejak awal Agustus 2026 dan Stasiun Lava93 menunjukkan pola konstan.

Atas evaluasi menyeluruh tersebut, Badan Geologi masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga).

Menurut Lana, pihaknya merekomendasikan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki, untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah aktif guna menghindari ancaman lontaran batu pijar, awan panas, aliran lava, dan hujan abu lebat.

Selain itu warga pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau tetap tenang, tidak mempercayai isu hoaks terkait potensi tsunami akibat erupsi, serta dianjurkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!

Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!

News | Senin, 07 September 2026 | 10:35 WIB

Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September

Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September

News | Senin, 07 September 2026 | 10:33 WIB

Sempat Dimatikan akibat Abu Vulkanik, Lift dan Eskalator Transjakarta Kembali Beroperasi

Sempat Dimatikan akibat Abu Vulkanik, Lift dan Eskalator Transjakarta Kembali Beroperasi

News | Senin, 07 September 2026 | 10:28 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×