Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 07 September 2026 | 10:35 WIB
Partikel Abu Krakatau Bisa Masuk Alveolus Paru, Ini 5 Bahaya dan Cara Mencegahnya!
Warga mengenakan masker di Tempat Pelelangan Ikan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9/2026). Pembagian masker secara swadaya tersebut bertujuan untuk melindungi pernapasan warga dan nelayan setempat dari paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sekaligus mengantisipasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj.
baca 10 detik
  • Ketua Majelis Kehormatan PDPI Tjandra Yoga Aditama mengingatkan bahaya kesehatan dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Partikel halus abu vulkanik berukuran PM2.5 dapat masuk ke paru-paru dan memicu berbagai gangguan pernapasan manusia.
  • Masyarakat diimbau menggunakan masker, memakai kacamata pelindung, serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan.

Suara.com - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak sekadar mengotori lingkungan. Partikel berukuran sangat kecil dapat terhirup hingga masuk ke bagian terdalam paru-paru, bahkan mencapai alveolus yang menjadi tempat pertukaran gas.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik tersebut.

Tjandra menjelaskan abu vulkanik merupakan campuran mineral, bebatuan, dan partikel kaca hasil letusan gunung berapi. Sebagian partikelnya dapat berukuran sangat kecil atau Particulate Matter 2.5 (PM2.5), sehingga mampu mencapai bagian terdalam paru-paru.

"Ukuran abu atau debu ini dapat saja sangat kecil, yang dikenal sebagai Particulate Matter 2.5 (PM 2.5) yang dapat masuk ke bagian terkecil paru yaitu alveolus tempat terjadinya pertukaran gas untuk tubuh manusia," kata Tjandra dikutip, Senin (7/9/2026).

Lima Ancaman Kesehatan

Paparan abu vulkanik paling langsung berdampak pada sistem pernapasan.

Menurut Tjandra, abu dapat memicu batuk, iritasi tenggorokan, gangguan menyerupai bronkitis, hingga memperburuk penyakit paru kronis seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

"Setidaknya ada lima dampak kesehatan dari abu vulkanik ini. Pertama tentu gangguan paru dan pernapasan," ungkapnya.

Selain paru-paru, abu vulkanik juga dapat mengiritasi kulit dan mata hingga menyebabkan peradangan serta konjungtivitis.

baca juga

Abu yang mencemari air dan makanan berpotensi menimbulkan gangguan saluran cerna. Sementara gas seperti sulfur dioksida dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, hingga gangguan pernapasan.

Dalam kondisi ekstrem, paparan abu dalam jumlah sangat banyak, terutama bagi orang yang berada dekat dengan lokasi letusan, bahkan dapat menyebabkan asfiksia.

"Pada keadaan ekstrem di mana kadar abu yang terhisap sangat banyak sekali, utamanya pada mereka yang berada amat dekat dengan lokasi letusan, maka dapat saja terjadi keadaan asfiksia yang terasa seperti tercekik," tuturnya.

Abu vulkanik yang terbawa hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), membuat sejumlah kendaraan warga tertutup endapan abu cukup tebal. [Dok @txtdrjkt]
Abu vulkanik yang terbawa hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), membuat sejumlah kendaraan warga tertutup endapan abu cukup tebal. [Dok @txtdrjkt]

Cara Mencegah Paparan Abu

Tjandra meminta masyarakat terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan lembaga terkait mengenai perkembangan erupsi serta arah sebaran abu vulkanik.

Pemerintah juga dinilai perlu memberikan informasi terbaru secara berkala agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan sesuai kondisi di wilayah masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lindungi Paru Anak dari Abu Krakatau! Jangan Nyalakan Kipas Angin, AC Harus Mode Resirkulasi

Lindungi Paru Anak dari Abu Krakatau! Jangan Nyalakan Kipas Angin, AC Harus Mode Resirkulasi

News | Senin, 07 September 2026 | 10:23 WIB

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 09:39 WIB

BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe

BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe

News | Senin, 07 September 2026 | 09:18 WIB

Terkini

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×