Buku 'Islam Ala Prabowo' Isinya Tentang Apa? Intip Bocoran Pembahasannya

Nur Khotimah

Selasa, 08 September 2026 | 09:15 WIB
Buku 'Islam Ala Prabowo' Isinya Tentang Apa? Intip Bocoran Pembahasannya
Buku Islam Ala Prabowo. (Gramedia)
baca 10 detik
  • Buku berjudul Islam ala Prabowo diluncurkan oleh Ahmad Muzani dan Anwar Iskandar di Jakarta pada Agustus 2025.
  • Buku tersebut membahas pengamalan nilai Islam, kepemimpinan politik, serta kesejahteraan rakyat dalam diri Prabowo Subianto.
  • Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa dirinya hanya berperan sebagai narasumber wawancara tanpa ikut menyusun buku tersebut.

Suara.com - Buku berjudul "Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam" kembali menjadi perhatian publik.

Judulnya menarik perhatian karena buku tersebut mencoba melihat sosok Prabowo Subianto dari sisi kehidupan keagamaan, nilai Islam, serta kiprahnya sebagai seorang pemimpin politik.

"Islam Ala Prabowo" sendiri diluncurkan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas 2025 di Jakarta pada 26 Agustus 2025.

Penulisan buku tersebut diinisiasi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar.

Lalu, buku "Islam Ala Prabowo" isinya apa dan apa yang sebenarnya dibahas di dalamnya?

Berikut gambaran tema dan pembahasan utama buku tersebut berdasarkan informasi penerbit dan pemberitaan mengenai peluncurannya.

Buku 'Islam Ala Prabowo' Isinya Apa?

Buku Islam ala Prabowo (Shopee)
Buku Islam ala Prabowo (Shopee)

Secara umum, buku "Islam ala Prabowo" membahas cara Prabowo Subianto dipandang dalam kaitannya dengan pengamalan nilai-nilai Islam.

Melansir laman Gramedia, buku ini disebutkan berusaha menarasikan sejarah, riwayat, dan kiprah Prabowo dari sudut pandang yang belum banyak diperbincangkan.

"Buku yang tidak hanya mendeskripsikan sosok Prabowo Subianto sebagaimana yang telah banyak diulas di berbagai media lain," bunyi deskripsi buku 'Islam Ala Prabowo'," dilansir dari laman Gramedia pada Selasa, 8 September 2026.

baca juga

"Namun juga insya Allah membuka ruang interpretasi yang luas bahwa, Prabowo Subianto adalah penggerak dalam lokomotif keagamaan dan keumatan, meskipun beliau sendiri bukanlah seorang 'santri bersarung'," lanjut keterangan tersebut.

Buku "Islam Ala Prabowo" juga disebut berupaya menunjukkan bahwa nilai-nilai moral Islam dapat dilihat dalam perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo.

Pembahasan buku juga berkaitan dengan gagasan mengenai kepemimpinan dan masa depan bangsa. Gramedia menyebut buku tersebut berupaya menggali nilai-nilai, paradigma, serta napak tilas untuk membaca arah perjuangan bangsa yang diemban Prabowo.

Dalam peluncurannya di Rakornas Baznas 2025, tema zakat dan kesejahteraan masyarakat turut muncul dalam pembahasan mengenai buku tersebut.

Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Asep Saifuddin, yang menulis epilog buku, menyinggung kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz sebagai salah satu referensi mengenai pengelolaan negara yang adil dan makmur.

Menurut Asep, kisah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz menunjukkan bagaimana zakat dan hasil bumi dapat dioptimalkan untuk menopang kesejahteraan rakyat.

Ia kemudian mengaitkan optimalisasi zakat dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.

"Sebagai salah seorang yang ikut menulis, epilognya saya yang menulis, kalau buku ini diluncurkan pada bulan Agustus itu tepat sekali karena tekad beliau, Bapak Prabowo adalah untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan menjadi sebuah kenyataan," tutur Asep Saifuddin pada Agustus 2025 lalu, dilansir dari ANTARA.

"Saya yakin ketika semuanya terlaksana dengan baik, pajak terlaksana dengan baik, zakat terlaksana dengan baik, maka cita-cita luhurnya Pak Prabowo untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur akan segera terwujud," lanjutnya.

Merangkum Gramedia, Wikipedia, dan keterangan sumber lain, berikut beberapa poin tema yang ada dalam buku ini:

  • Kehidupan keagamaan Prabowo: membahas sisi keislaman Prabowo dari perspektif para penyusun dan kontributor.
  • Islam dan kepemimpinan: mengaitkan nilai Islam dengan kepemimpinan, tanggung jawab sosial, keadilan, dan kebijakan publik.
  • Nasionalisme dan Islam: membahas hubungan antara nilai Islam, nasionalisme, persatuan, kemanusiaan, dan kesejahteraan.
  • Kesejahteraan rakyat: menyoroti keadilan sosial, kepedulian terhadap masyarakat, pendidikan, dan upaya meningkatkan kesejahteraan.
  • Pendidikan: membahas pendidikan sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan masyarakat.
  • Politik: melihat perjalanan dan pandangan politik Prabowo melalui perspektif nilai-nilai Islam.
    Hubungan dengan organisasi Islam — mengulas relasi Prabowo dengan sejumlah tokoh dan organisasi Islam.
  • Diplomasi: membahas peran dan pendekatan Prabowo dalam hubungan internasional, termasuk isu yang berkaitan dengan dunia Islam.
  • Dukungan terhadap Palestina: menyoroti sikap dan diplomasi Indonesia terkait Palestina serta hubungan Indonesia dengan negara-negara dunia Islam.
  • Nilai Islam dalam kehidupan berbangsa: menekankan bahwa keberislaman tidak hanya dilihat dari simbol atau ritual, tetapi juga dari tindakan, keadilan, kepedulian, dan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.

Perlu diketahui pula bahwa nama sejumlah tokoh yang diwawancarai untuk buku ini tidak otomatis berarti mereka merupakan penulisnya.

Salah satunya adalah Yusril Ihza Mahendra yang pada 8 September 2026 menegaskan bahwa keterlibatannya hanya sebagai narasumber yang diwawancarai tim penyusun. Ia mengatakan tidak terlibat dalam pembahasan judul, penggagasan, maupun pembiayaan penerbitan buku.

Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan setelah membaca buku tersebut secara utuh, ia tidak melihat persoalan mendasar dalam substansi yang bersumber dari wawancaranya.

"Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya," jelas Yusril dikutip dari ANTARA pada Selasa, 8 September 2026.

Menurutnya, perdebatan yang muncul belakangan lebih banyak berkaitan dengan pilihan judul buku yang dapat menimbulkan beragam persepsi dan tafsir.

Jadi, "Islam Ala Prabowo" pada dasarnya merupakan buku yang mencoba melihat Prabowo dari perspektif nilai-nilai Islam, kepemimpinan, dan persoalan keumatan.

Buku ini tidak sekadar membahas biografi Prabowo, tetapi berusaha menafsirkan hubungan antara nilai keagamaan, perilaku kepemimpinan, serta cita-cita kebangsaan yang dikaitkan dengan sosoknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hutan Baru Terbakar Langsung Jadi Lahan Sawit, Prabowo: Ini Benar-Benar Sengaja?

Hutan Baru Terbakar Langsung Jadi Lahan Sawit, Prabowo: Ini Benar-Benar Sengaja?

News | Senin, 07 September 2026 | 16:44 WIB

AHY Sebut Kekuasaan Bukan Milik Selamanya, PAN Jawab dengan Penegasan Loyalitas ke Prabowo

AHY Sebut Kekuasaan Bukan Milik Selamanya, PAN Jawab dengan Penegasan Loyalitas ke Prabowo

News | Senin, 07 September 2026 | 16:42 WIB

4 Bandara Bersih dari Abu Vulkanik, Soekarno-Hatta hingga Husein Sastranegara Bisa Segera Dibuka

4 Bandara Bersih dari Abu Vulkanik, Soekarno-Hatta hingga Husein Sastranegara Bisa Segera Dibuka

News | Senin, 07 September 2026 | 16:20 WIB

Terkini

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×