- Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani melaporkan hasil uji kertas negatif dari abu vulkanik pada Senin (7/9/2026).
- Empat bandara yang dinyatakan negatif debu vulkanik meliputi Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto.
- Hasil negatif tersebut menjadi dasar pertimbangan Kementerian Perhubungan untuk membuka kembali bandara secara bertahap.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan empat bandara telah menunjukkan hasil paper test atau uji kertas negatif terhadap abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Ada 4 bandara yang posisi pengamatan paper test itu menunjukkan negatif," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam ratas secara daring bersama Presiden Prabowo Subianto, Senin (7/9/2026).
Empat bandara dengan hasil paper test negatif tersebut, di antaranya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Budiarto.
Faisal mengatakan uji kertas di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil negatif sebanyak empat kali secara berturut-turut.
“Artinya tidak ada debu vulkanik yang terpantau dari paper test," kata Faisal.
Hasil negatif pada uji kertas di empat bandara menjadi salah satu penentu bandara yang sebelumnya ditutup sementara karena sebaran abu vulkanik untuk kembali dibuka.
Faisal mengatakan BMKG terus berkomunikasi dengan VAC di Darwin agar mendapat pemulihan SIGMET.
Kemenhub untuk penentuan pembukaan kembali keempat bandara. BMKG menilai pembukaan bisa dilakukan secara bertahap.
“Dan kemudian Bapak Menteri Perhubungan selanjutnya akan menjelaskan otoritas bandara yang akan menentukan pembukaan secara terbatas dari bandara-bandara yang telah dipantau 4 kali berturut-turut bersih dari debu vulkanik," imbuhnya.